Penyakit “Masuk Angin” Itu Hanya Mitos

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 30 Januari 2015 | 10:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Penyakit masuk angin? Ya. Itu yang diyakini banyak orang ketika merasakan perut kembung, keringat dingin, mual, dan diare.

Lantas, menurut kebiasaan, penyakit masuk angin ini di atasi dengan menggunakan obat anti masuk angin, seperti “antangin,” atau segepok jamu dan sebagainya.

Ada juga dengan cara tradisional seperti kerokan.

Jika benar ada penyakit yang bernama masuk angin, dari mana angin itu sebenarnya masuk?
Lewat hidung, mulut, lubang telinga, atau pori-pori kulit?

Seorang dokter asal India, , Purushothaman Munirathinam, mengatakan sebenarnya tidak ada penyakit yang namanya masuk angin.

“Itu adalah detoks.”

Ketika gejala-gejala tersebut dialami, sebenarnya Anda sedang mengalami gejala alami tubuh yang sedang berusaha untuk mengurai dan mengeluarkan toksin.

Misalnya saja badan menggigil dan mengeluarkan keringat dingin.

Puru mengatakan hal tersebut merupakan usaha tubuh untuk mengeluarkan toksin melalui kelenjar keringat. Toksin tersebut bisa berasal dari kuman, bakteri, udara kotor, atau bahkan racun yang berasal dari makanan atau minuman.

“Badan yang kemarin masuk nasi goreng, es podeng, dan makanan lainnya, kombinasinya tidak bagus.”

“Tubuh bingung yang mana yang harus dicerna. Akibatnya lambung tidak kuat untuk mencerna sehingga membuat fermentasi di lambung dan berbau. Ini namanya sudah racun,” paparnya. Gejala yang ditimbulkan pun bisa mencakup diare, perut kembung, juga keringat dingin.

Puru pun menganjurkan, jika gejala itu terjadi, Anda bisa mendorong proses detoks lebih cepat.

Anda hanya membutuhkan minum air putih yang banyak dan terus bergerak dan berolahraga sehingga racun dapat keluar dari tubuh dengan lebih cepat dan lancar.

Tapi, menurut Puru, sebenarnya proses ini pun bisa dibiarkan begitu saja. “Kalau dibiarin enggak apa-apa tapi akan lama bisa sampai dua tiga hari. Sebaiknya dipercepat,” jelasnya.

Dengan cara ini, Anda pun bisa mengucapkan selamat tinggal pada kebiasaan kerokan dan minum obat anti masuk angin.

Tubuh manusia memiliki kemampuan untuk mengeluarkan racun dengan membangun sistem detoksifikasi. Namun bila Anda ingin mempercepat proses tersebut, beberapa makanan sehat dapat membantu Anda.

Diet detoks membantu membersihkan darah, menghilangkan cairan, meningkatkan panas tubuh dan meningkatkan gerakan usus.
Untuk alasan ini, detoksifikasi tubuh juga dapat membantu perempuan dalam upaya penurunan berat badan.

Dilansir dari laman Huffington Post, berikut makanan-makanan terbaik untuk proses detoksifikasi tubuh: seperti goji berries yang padat nutrisi dapat meningkatkan asupan vitamin C dan beta-karoten Anda.

Vitamin C dapat membantu menghilangkan limbah dari tubuh, sementara beta-karoten meningkatkan kinerja liver.

Lainnya kacang Brasil. Kacang ini adalah salah satu makanan lezat yang dikemas dengan selenium, yang merupakan kunci untuk pembilasan merkuri dari tubuh.

Bisa juga dengan rumput laut. Mencampur beberapa rumput laut ke dalam smoothies Anda dapat membantu membersihkan tubuh dari timbal, kadmium dan radioaktif kimia strontium.

Sebagai bonus tambahan, rumput laut kaya yodium, yang merupakan peningkat metabolisme alami.

Bawang kaya dengan asam amino yang mengandung sulfur, yang efisien untuk detoksifikasi hati. Bawang mentah memberikan manfaat kesehatan yang paling besar, sehingga menyiapkan bruschetta lezat untuk makan malam merupakan ide yang baik.

Makan biji wijen langsung atau menikmatinya dalam saus tahini lezat dapat membantu melindungi hati Anda dari alkohol dan racun lainnya.

Sayuran akar berwarna cerah ini merupakan sumber dari betacyanin, yang memiliki sifat melawan kanker. Terlebih, bit penuh dengan magnesium, zat besi, zinc dan kalsium yang berfungsi untuk membantu mengeluarkan racun dari tubuh.

Proses detoks alami tubuh dapat dipercepat dengan menambahkan jahe dalam menu diet Anda. Jahe dapat meningkatkan metabolisme dan membantu mengeluarkan limbah dari tubuh.

Ditambah lagi, sebuah penelitian dari Columbia University baru-baru ini menemukan bahwa makan banyak jahe dapat menjaga nafsu makan Anda.

Buah tropis ini mengandung bromelain, enzim pencernaan yang membantu membersihkan usus dan memperbaiki sistem pencernaan.

Tingkatkan metabolisme Anda dengan sejumput kayu manis lezat. Itu membuat segalanya terasa lebih enak, ditambah lagi kayu manis mengandung zat besi, kalsium dan mangan. World’s Healthiest Foods menunjukkan bahwa mangan sangat bagus untuk membantu proses asam lemak tubuh dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Apel juga termasuk superstar detoks karena kaya nutrisi. Terlebih apel mengandung pektin, serat larut yang membantu menghilangkan zat aditif dan logam dari sistem pencernaan Anda.

Komentar