Mr P Tiba-tiba Loyo? Tenang….

Penulis: Darmansyah

Rabu, 28 Desember 2016 | 10:40 WIB

Dibaca: 6 kali

Penis Anda mendadak  “loyo” ketika akan memulai penetrasi?

Dan, lantas menjatuhkan vonis telah terjadi disfungsi ereksi?

Wah, jangan secepat itu menyimpulkannya.

Anda tidak boleh sembarangan menyimpulkan sedang mengalami disfungsi ereksi hanya gara-gara penis Anda tidak tegak saat penetrasi.

Dan jangan juga langsung membeli obat yang bertujuan buat menegakkan penis yang ‘loyo’ itu.

Untuk mengetahui kalau Anda benar-benar mengalami disfungsi ereksi hanya gara-gara penis Anda tidak tegak saat penetrasi harus  melalui pengecekan dokter terlebih dahulu.

Kasus disfungsi ereksi bisa terjadi karena beberapa sebab.

Ada yang karena obat-obatan, ada pula karena sedang mengalami masalah psikis seperti perasaan takut akan keintiman, kecemasan, dan stres.

Untuk melakukan pengobatan, haruslah dicari apa penyebabnya terlebih dahulu

Jika penyebab disfungsi ereksi akibat gangguan organis, dokter akan mengambil tindakan pembedahan atau sekadar memberikan obat-obatan.

Namun, apabila disfungsi ereksi terjadi karena gangguan psikologis, umumnya tidak perlu pembedahan.

Oleh karena itu, Anda harus mencari tahu apa faktor pencetusnya, dan pantang mengambil kesimpulan sendiri hanya karena penis tidak tegak saat penetrasi.

Tanpa mengetahui apa penyebabnya, kasus disfungsi ereksi akan terjadi berulang meski sudah sembuh dengan bantuan alat maupun obata.

Disfungsi ereksi karena faktor psikis memiliki angka kesembuhan yang baik apabila ditatalaksana secara adekuat.

Agar Anda lebih rileks saat berhubungan seks dengan pasangan.

Supaya performa penis maksimal dan bercinta menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Bagaimana pula kalau ereksi itu terjadi di pagi hari?

Ereksi di pagi hari bisa menjadi penanda kondisi kesehatan.

Sederhananya, kejantanan pria tidak bisa dipisahkan dari kesehatan mereka.

Ereksi  yang kuat menanadai sang  pria perkasa, begitulah kira-kira.

Mungkin terdengar sangat sederhana, tapi ahli biokimia Tommy Wood menjelaskan keterkaitan keduanya. Secara spesifik, ereksi pagi hari mengindikasikan kadar testosteron Anda serta kesehatan secara keseluruhan dalam kondisi baik.

Kita cenderung berpikir bahwa keinginan untuk bercinta begitu alami dan tak bisa dihentikan.

Hal itu benar adanya jika semuanya berjalan baik dalam tubuh dan otak Anda. Wood menjelaskan, hormon pada area otak frontal dan nucleus accumbens serta penanda biologis lainnya harus dalam keadaan normal dan sehat agar seseorang memiliki gairah seksual.

Ereksi juga bisa jadi cara yang baik untuk melihat apakah Anda berlebihan atau malah kurang berolahraga.

Kurang olahraga mengurangi hormon testosteron dan mengurangi aliran darah sehingga menyebabkan kurang ereksi di pagi hari.

“Lagipula, ada alasan kenapa berlatih giat seperti dalam ajang Ironman adalah bentuk kontrasepsi yang baik,” tulis Wood, dilansir dari laman Askmen.

Tentunya hanya mencermati kondisi penis tidak sama dengan jika Anda memeriksakan kondisi kesehatan pada dokter. Tapi cara ini juga cukup nyaman untuk lebih waspada dalam menjaga kesehatan.

Bila Anda terbiasa mengalami ereksi di pagi hari dan menyadari kondisi kelamin Anda tidak seperti biasanya, itu merukapan pertanda untuk segera mengecek tingkat stres, aktivitas, serta kualitas tidur Anda.

Untuk Anda tahu, Mr. P yang loyo bukan hanya kabar buruk bagi kehidupan seksual Anda, tapi juga kehidupan Anda secara menyeluruh.

Sebuah studi baru dari The University of Mississippi menemukan, pria dengan disfungsi ereksi mengalami peningkatan risiko kematian prematur tujuh puluh persen lebih besar, dilansir dari Men’s Health.

Kohler mengatakan, faktanya kebanyakan pria yang disfungsi ereksinya disebabkan oleh kesehatan kardiovaskular yang buruk sering mengalami penyakit jantung seperti serangan jantung dalam lima tahun mendatang.

Pembuluh yang membawa darah ke penis berukuran sangat kecil, hanya berdiameter 1-2 mm, jadi mereka mudah tersumbat, terang Kohler.

Ketika plak mulai menumpuk di pembuluh darah–karena diet yang buruk, kurang olahraga, merokok, usia, atau genetik–aliran darah ke penis Anda adalah hal pertama yang akan tersumbat, papar Kohler. Inilah yang membuat ereksi Anda jadi mustahil.

Jika plak terus menumpuk, hal ini akan mulai mempengaruhi arteri yang lebih besar, seperti yang membawa darah dari dan menuju jantung. Hal ini dapat menyebabkan serangan jantung mendadak.

Dalam sebuah studi di Australia, peneliti menganalisis disfungsi ereksi tak hanya terjadi pada pria di usia senja. Ahli urologi di New York Presbyterian/Weill Cornell Medical Center, Darius Paduch

Darius juga memperingatkan bahwa disfungsi ereksi seksual pada pria sering disebabkan oleh sesuatu yang mengancam kehidupan yaitu masalah kardiovaskular. Darius pun menegaskan, gaya hidup sehat dan kebiasaan yang sehat sangat penting.

 

Komentar