Menyatukan Ruang Makan dengan Dapur

Penulis: Darmansyah

Kamis, 29 November 2018 | 10:18 WIB

Dibaca: 1 kali

Menyatukan ruang makan, dapur dan ruang keluarga?

Ya, kenapa tidak.

Menggabungkan ruang makan dan dapur biasa ditemui pada rumah atau apartemen dengan area yang tak terlalu luas. Agar rumah terasa lebih luas, para arsitek meniadakan dinding pembatas.

Hasilnya, ruang keluarga pun terintegrasi dengan ruang makan dan dapur. Beberapa orang mungkin tidak nyaman jika suasana dapur mereka bisa dilihat oleh para tamu.

Namun tata ruang semacam ini akan menambah kehangatan dan keakraban antar anggota keluarga, juga antara penghuni rumah dengan tamu mereka.

Berikut adalah beberapa desain ruang keluarga, ruang makan dan dapur dalam satu ruangan seluas kurang dari seratus meter bujur sangkar yang bisa mengilhami Anda.

Jika meja makan tak cukup luas untuk makan bersama, sisa peserta bisa duduk di sofa atau meja tengah dapur.

Desain semacam ini mungkin masih janggal buat orang Indonesia. Sisi positifnya, kita harus menjaga kerapian dapur setiap saat dan menghiasnya agar memikat saat dipandang.

Meja dapur yang panjang pasti disuka oleh mereka yang hobi masak. Nuansa industrial tercermin pada atap beton dan pilar kayu yang kokoh, namun terbuka menerima siapa pun yang berkunjung ke sana.

di rumah besar, di rumah kecil juga bisa kok. Pilih saja asesoris yang identik dengan gaya itu. Misalnya lampu gantung berbentuk seperti pada gambar.

Kursi gaya retro dan backsplash motif membuat ruangan ini kental dengan gaya 50-an. Penataan dan pemilihan furnitur harus diperhatikan agar ruangan dengan tiga fungsi tidak penuh sesak dan berfungsi efektif.

Agar lebih lapang, televisi layar datar dan rak buku digantungkan di dinding. Ada lampu berbeda di tiap area, dan bentuknya berbeda pula. Cahaya dan warna putih selalu berhasil membuat ruangan sempit tampak lapang.

Setelah melalui area pintu masuk, kita akan disambut oleh dapur. Gaya interior semacam ini banyak digunakan di apartemen modern Jepang dan Korea bukan tanpa alasan.

Jika punya dapur, orang akan tertarik untuk memasak, tidak sering jajan di luar dan biaya hidup jadi lebih hemat. Suatu pemikiran yang bisa ditiru siapa saja, terutama mahasiswa atau pekerja yang tinggal jauh dari keluarga.

Ada kalanya kondisi ruangan adalah sempit memanjang seperti gambar ini. Bagi pemilik rumah ini, lahan terbatas tidak menjadi alasan untuk mengurangi kedekatan dengan alam.

Sejengkal tanah tetap digunakan sebagai area terbuka hijau dan pintu geser bisa dibiarkan terbuka agar udara segar dan hijaunya rerumputan bisa dinikmati dari dalam rumah.

Selain memasak dan bersantap bersama, para penghuni rumah menggunakan ruangan ini sebagai ruang keluarga dan ruang kerja. Menarik bukan?

Sambil memasak atau melakukan aktivitas rumah tangga lainnya, orang tua bisa mengawasi anak mereka bermain di ruang keluarga yang ada di seberang dapur. Pastikan anak tidak bisa menggapai kompor atau benda berbahaya lain di dapur.

Ini adalah rancangan yang bertujuan untuk memaksimalkan fungsi ruang yang ada tanpa meninggalkan aspek estetika. Lampu sorot membuat ruangan tampak terang, sekaligus berfungsi sebagai hiasan sederhana yang memperindah ruangan.

Coba tebak, di mana sih ruang keluarga pada gambar ini?

Area tinggi berlantai kayu bisa digunakan untuk bersantai dan menonton televisi sambil tiduran. Tidak perlu takut kedinginan karena lantai kayu bersifat hangat dan menyerap panas.

Salah satu cara untuk menghemat ruang adalah memaksimalkan tempat penyimpanan. Lemari hijau besar di dekat dapur juga berfungsi sebagai rak buku. Sebuah solusi cerdas yang sangat efektif.

Komentar