Hemat Ruang dengan “Built in Furniter”

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 18 April 2017 | 10:27 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda mungkin tak lagi asing dengan istilah built-in furniture atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai furnitur tanam. Konsep ini sudah lama dikenal dalam dunia desain interior.

Built-in furniture biasanya dirancang khusus menyesuaikan bentuk ruang dan dibuat menempel dengan dinding rumah atau pun furnitur lain. Konsep penempatan inilah yang menjadikan furniture tersebut seolah-olah tertanam di dalam dinding.

Penggunaan built-in furniture saat ini banyak diimplementasikan pada rumah-rumah modern bergaya minimalis. Desain furnitur yang dibuat menyesuaikan bentuk ruang memang membuat Anda harus menyiapkan dana lebih besar.

Alasan ini pula yang terkadang membuat orang urung menerapkan built-in furniture pada huniannya. Padahal, menggunakan built-in furniture pada hunian memiliki banyak keuntungan dibanding furnitur biasa.

Ada beberapa  keunggulan menerapkan built-in furniture dalam hunian.

Desain built-in furniture dibuat menyesuaikan bentuk ruang. Posisi furnitur yang tertanam pada dinding atau furnitur lain otomatis menyisakan ruang lebih besar yang dapat digunakan untuk kebutuhan lain. Ini yang membedakan dengan furniture biasa yang umumnya membutuhkan space besar dalam ruang.

Karena itu, built-in furniture justru sangat cocok diterapkan pada rumah-rumah berukuran kecil atau apartemen.

Umumnya, desain built-in furniture dibuat memiliki lebih dari satu fungsi, misalnya pijakan anak tangga dibuat multifungsi sebagai penyimpanan buku atau rak sepatu.

Asyiknya, Anda bisa menentukan sendiri desain dari built-in furniture sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Rumah dapat terlihat lebih rapi dan terorganisasi. Ini praktis menyelesaikan satu masalah rumah tangga Anda.

Penerapan built-in furniture secara tak langsung membuat ruang terlihat lebih clean dan terkesan modern. Ruang terlihat lebih luas dan ringkas membuat tampilan hunian lebih cantik.

Built-in furniture memang dirancang khusus karena desainnya harus menyesuaikan bentuk ruang dan furniture lain. Karena itu, Anda dapat terlibat langsung dalam membuat dan menentukan desain.

Anda dapat menyesuaikan dengan keinginan, kebutuhan, dan tema ruang sehingga furitur dapat bersinergi. Namun, jangan lupa mengutamakan fungsi, ya. Menggunakan desain personal padahunian juga akan memberikan kepuasan tersendiri.

Sebuah rumah secara tak langsung menggambarkan kepribadian pemiliknya. Ungkapan tersebut mungkin ada benarnya.

Selain itu, desain interior rumah yang dipilih seseorang juga dipercaya tidak dirancang secara kebetulan. Namun secara tak langsung merupakan ungkapan kepribdian dari pemilik rumah itu sendiri.

Memang, sih, tak ada teori khusus menyangkut ini. Namun ini dapat dijadikan acuan untuk Anda yang ingin merancang desain interior rumah sesuai dengan kepribadian Anda.

Desain interior minimalis cenderung simpel, tetapi memiliki garis-garis tegas. Pemilihan bentuk, warna, tekstur dan bahan perabot diperhatikan dengn cermat dan rinci pada desain interior ini.

Pemilik rumah minimalis biasanya memiliki kemampuan mengatur yang baik, efektif, dan berhati-hati, khususnya dalam mengambil keputusan.

Selain itu, kebanyakan mereka juga perfeksionis. Kesempurnaan dalam segala hal termasuk pekerjaan sangat diperhatikan.

Desain skandinavia cenderung terkesan hangat, cozy, sekaligus elegan, lapang, dan bersih. Pemilik rumah berdesain skandinavia biasa nya memiliki cita rasa artistik yang tinggi dan menempatkan kenyamanan di atas efisiensi ruang.

Mereka adalah orang yang ramah, menyukai tradisi dan budaya, terbuka, dan mementingkan pertemanan. Karena itu, mereka menciptakan suasana hngat dan nyaman pada hunian untuk memanjakan tamu mereka.

Desain pop art identik dengan warna-warna terang dan berani. Pemiliki desain rumah ini cenderung unik dan dinamis, berpikiran terbuka, menonjol dalam penampilan dan banyak memiliki cerita hidup yang berbeda dari kebanyakan orang.

Biasanya mereka merupakan pecinta seni dan dapat mengaplikasikan seni di mana saja.

Desain klasik tak pernah lekang dimakan waktu. Desain klasik mengesankan keindahan, kemewahan dan elegan.

Pemilik rumah berdesain klasik cenderung menyukai kemewahan dan mementingkan kualitas. Mereka juga memegang komitmen dan konsiten dalam banyak hal.

Desain kontemporer identik dengan kaum urban yang modern. Biasanya desain ini menonjolkan kemodernan dan eksklusivitas.

Pemilik rumah berdesain kontemporer biasanya merupakan orang yang berpikiran modern dan terbuka, easy going, berpikir cepat, pekerja keras, dan mementingkan pride. Mereka orang yang dapat Anda ajak bicara mengenai pekerjaan, hidup, maupun keluarga.

Komentar