Mengenal Gejala Depresi Secara Benar

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 1 November 2017 | 15:13 WIB

Dibaca: 0 kali

Banyak orang akrab menyebut kata depresi.

Tapi sedikit diantara mereka yang tahu apa sebenarnya depresi itu.

Ya, dpresi adalah kondisi mental yang serius

Terkadang bahkan depresi yang parah bisa dianggap hanya sekadar stress atau galau biasa.

Padahal, depresi mengakibatkan banyak efek buruk pada kesehatan fisik, dan salah satunya ditandai oleh berat badan yang menurun drastis.

Apa penyebab berat badan turun banyak saat seseorang sedang mengalami depresi?

Rasa sedih, tak bergairah atau bad mood adalah perasaan yang sering kali Anda alami.

Namun saat perasaan-perasaan tersebut Anda alami tanpa alasan dan ternyata bertahan beberapa minggu, bulan, bahkan tahun, bisa jadi yang Anda alami adalah depresi.

Depresi walaupun sudah dianggap umum, sebenarnya adalah gangguan suasana hati yang sebaiknya ditanggapi dengan serius.

Depresi dapat terjadi pada usia berapa pun dan masih tidak diketahui dengan pasti apa sebenarnya yang menyebabkan terjadinya depresi.

Namun beberapa kasus menunjukkan bahwa rasa gelisah yang teramat pada usia anak-anak memiliki kecenderungan untuk tumbuh menjadi perasaan gelisah dan suasana hati yang buruk pada tingkat kronis saat usia dewasa.

Depresi sering kali dikaitkan dengan berat badan. Depresi bisa mengakibatkan peningkatan berat badan, namun depresi juga bisa menurunkan berat badan.

Berdasarkan beberapa literatur sebenarnya hal itu tak bisa dipastikan dapat terjadi, namun beberapa kondisi yang terjadi saat depresi ini mungkin dapat memicu turunnya berat badan Anda:

Pada beberapa kasus, terjadinya depresi juga disertai dengan kesulitan tidur saat malam hari.

Jika depresi Anda juga seperti itu, mungkin saja Anda dapat menurunkan berat badan dengan depresi.

Suatu penelitian yang dipublikasikan pada American Dietetic Association mengungkapkan bahwa kalori yang akan Anda bakar saat Anda tak bisa tidur pada saat waktunya tidur, lebih besar  dibandingkan dengan kalori yang dibakar selama Anda tidur .

Kombinasi kalori yang akan Anda bakar saat Anda tidak bisa tidur di malam hari, disertai dengan depresi, tentu mengharuskan pembakaran kalori yang lebih banyak, bukan?

Beberapa pasien depresi biasanya menangani depresinya dengan menggunakan anti-depresi tertentu.

Beberapa anti-depresi mungkin memiliki efek samping yang menyebabkan meningkatnya berat badan, namun ternyata anti-depresi yang mengandung selective serotonin reuptake inhibitor akan memberi efek samping diare kepada konsumennya.

Kondisi diare inilah yang kemudian memperbesar peluang Anda dalam menurunkan berat badan dengan depresi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Maryland Medical Center, timbulnya depresi seringkali dikaitkan dengan timbulnya kondisi bulimia seseorang.

Kondisi ini bisa terjadi karena pada beberapa gejala depresi, seseorang akan cenderung kehilangan selera makannya.

Bulimia sendiri adalah kelainan pola makan seseorang yang ditandai dengan pengeluaran secara paksa makanan yang baru saja dimakan. Bila kondisi depresi Anda diikuti dengan bulimia, tentu berat badan Anda akan menurun drastis.

Namun pada beberapa kasus, jika Anda sudah makan dengan porsi yang banyak, selain karena kondisi-kondisi yang disebutkan di atas, bisa jadi karena adanya penyakit kesehatan lain pada tubuh Anda sedang terjadi.

A nda juga harus tahu bahwa depresi bukanlah tanda bahwa seseorang lemah atau memiliki kepribadian negatif; depresi adalah kondisi medis yang dapat diobati.

Setiap wanita yang mengalami depresi akan memiliki gejala berbeda. Selain itu, tingkat keparahan, frekuensi gejala, dan lamanya depresi yang dialami juga bergantung pada karakteristik individu dan stadium penyakitnya.

Banyaknya aktivitas yang perlu dilakukan, baik di rumah atau tempat kerja, dapat menjadi faktor penyebab wanita mengalami stres.

Studi juga telah menemukan bahwa perubahan hormon merupakan penyebab wanita rentan mengalami depresi.

Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan wanita rentan mengalami depresi dibandingkan pria:

Riwayat depresi keluarga meningkatkan peluang terjadinya depresi, baik pada pria dan wanita. Namun, studi menunjukkan bahwa tekanan hidup yang dialami cenderung membuat wanita lebih rentan untuk mengalami stres yang berujung depresi dibandingkan pria.

Mutasi genetik tertentu yang terkait dengan perkembangan depresi berat hanya terjadi pada wanita.

Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan, baik secara fisik dan psikis. Untuk mengobati depresi, Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengobati depresi di antaranya adalah dengan menggunakan obat-obatan seperti antidepresan, atau melalui konseling seperti terapi keluarga dan psikoterapi individual.

Tidak perlu malu untuk meminta pertolongan demi menangani masalah psikis Anda.

Seperti halnya penyakit fisik, penyakit mental pun memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat. Anda pun berhak untuk memiliki hidup sehat dan bahagia.

Komentar