close
Nuga Life

Memelihara Sehat dengan Hubungan Seks

Hari ini, Selasa, 23 Februari 2016, media Inggris terkenal, “daily mail,” di edisi onlinenya, menurunkan laporan menarik tentang dampak manfaat sehat dari hubungan seks yang teratur setiap pasangan

Berhubungan seks, tulis “mail,” bukan hanya kegiatan menyenangkan bagi pasangan suami istri, tetapi juga menyehatkan.

Merujuk pada sejumlah penelitian menyatakan berhubungan seks akan mendatangkan kesehatan bagi pria maupun wanita.

Menurut “daily mail,” para peneliti mencatat, berhubungan seks dengan orang yang kita cintai dapat meningkarkan suasana hati menjadi lebih naik.

“Bercinta dan orgasme merangsang produksi hormon endorfin yang bisa meningkatkan kesenangan,” tulisnya.

Selain itu ada hormon oksitosin yang membuat seseorang lebih murah hati pada pasangannya dan membuat tidur lebih tenang.

Pelepasan oksitosin bisa terjadi saat berpelukan, setidaknya selama dua puluh menit.

Menurut penelitian, wanita menghasilkan hormon ini empat kali lebih banyak dibanding pria.

Psikolog Amerika Gordon Gallup pernah meneliti tiga ratus wanita yang aktif berhubungan seks dan tidak.

Hasilnya?

Wanita yang aktif lebih sedikit kemungkinannya mengalami depresi dibanding yang tidak.

Studi lainnya dari Queens University di Belfast menunjukkan, melakukan hubungan seks tiga kali dalam seminggu dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Menurut ahli, laki-laki berisiko terkena serangan jantung saat bercinta adalah tidak benar.

Profesor Peter Weisberg, direktur medis dari sebuah Yayasan jantung di Inggris mengatakan, tidak ada bukti laki-laki yang teratur berhubungan seks pada usia empat puluh hingga lima puluhan tahun berisiko sakit jantung.

“Seks adalah bentuk lain dari latihan fisik,” kata Dr Graham Jackson, konsultan ahli jantung di Rumah Sakit Guy & St Thomas.

Selain itu, hubungan seks bisa menangkal penyakit flu.

Penelitian menunjukkan, bercinta dua kali dalam seminggu dapat meningkatkan imunoglobulin A, yaitu zat yang ditemukan dalam air liur dan lapisan hidung yang membantu sistem kekebalan tubuh melawan pilek dan flu.

Penelitian pernah mengukur kadar imunoglobulin dari air liur 11 pasangan suami istri.

Hasilnya, mereka yang lebih sering berhubungan seks lebih memiliki imunoglobulin A yang tinggi dibanding yang tidak.

Selain itu juga rutinitas hubungan seks juga meningkatkan kemungkinan seseorang untuk hidup lebih lama.

Penelitian menunjukkan, pria yang berhubungan seks kurang dari satu kali dalam sebulan memiliki dua kali lipat risiko kematian prematur, dibandingkan mereka yang berhubungan seks dua kali seminggu.

“Aktivitas seksual tampaknya memiliki efek perlindungan pada kesehatan pria, ” kata Dr Brewer.

Peneliti menduga hal ini terkait dengan efek dari hormon utama seks, DHEA atau dehydroepiandroterone, yang diproduksi oleh kelenjar adrenal.

Seorang ginekolog lainnya, Dr Gillian Lockwood, mengungkapkan, berhubungan seks juga dapat meningkatkan kesuburan.

Menurut dia, sering berhubungan seks lebih baik dibanding tidak.

Peneliti menemukan, pria yang ejakulasi hamoir setiap hari bisa menurunkan kerusakan DNA sperma sebanyak dua belas persen.

Menurut dia, bagi pria yang jumlah spermanya sedikit, semakin sering berhubungan seks maka semakin baik kualitas spermanya.

Para ilmuwan juga mengamati kebiasaan pasangan yang melakukan lebih banyak komunikasi di tempat tidur akan memiliki gairah lebih besar dalam hubungan seks ketimbang mereka yang jarang atau tidak melakukannya.

David Frederick, PhD, asisten profesor di Chapman University, mengatakan, “Ketika pria dan wanita cukup terbuka dalam mengungkapkan keinginan dan secara proaktif melakukan hubungan intim, itu bisa meningkatkan kepuasan seksual secara signifikan, yang terkait dengan kepuasan secara keseluruhan dalam hubungan mereka.”

Terapis perkawinan dan keluarga David Klow, pemilik Skylight Counseling Center di Chicago mengatakan, komunikasi adalah kunci dari semua ini.

“Pasangan yang terhubung dan berkomunikasi lebih mendalam cenderung memiliki kehidupan cinta yang lebih memuaskan,” katanya.

Hampir tujuh puluh lima persen pasangan yang merasa puas secara seksual mengatakan “aku mencintaimu” saat berhubungan intim dan Klow mengatakan bahwa hal tersebut sangat penting untuk dicatat.

Sementara itu, kemampuan untuk tertawa di tempat tidur juga bisa meningkatkan gairah.

“Pasangan yang bisa bersenang-senang bersama-sama, tampaknya memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mendapati kehidupan cinta yang memuaskan.”

Klow mengakui bahwa hal itu tidak selalu mudah untuk dilakukan, terutama karena kesibukan di kantor, mengurus anak-anak, atau pekerjaan rumah tangga yang bisa mengambil fokus hubungan intim.

Namun, ia menekankan bahwa menjaga gairah sangatlah penting.

“Anda juga perlu memprioritaskan hubungan intim yang menyenangkan dengan pasangan untuk memiliki kehidupan cinta yang memuaskan dalam jangka panjang.”

Tags : slide