Melamunlah Agar Anda Lebih Cerdas

Penulis: Darmansyah

Rabu, 10 Juni 2015 | 14:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Melamun itu bukan “bête.” Melamun itu sumber kecerdesan.

Betulkah?

Itu fakta penelitian terbaru yang menemukan melamun sebagai cara serius untuk meningkatkan kreativitas dan imajinasi seseorang.

Melamun, seperti ditulis di laman situs media “ daily health post,” dapat meningkatkan kualitas orang
Untuk itu, teguran guru atau bos yang selama ini sering berang ketika Anda melamun karena dianggap bisa kehilangan fokus ternyata salah.

penelitian terbaru justru membuktikan, kebiasaan melamun punya dampak positif, antara lain merangsang kreativitas dan meningkatkan kerja memori.

Studi terkini di jurnal psikologi menunjukkan bahwa membiarkan pikiran Anda “melayang” atau membayangkan sesuatu dan membuat Anda terbuai oleh lamunan berdampak baik pada proses kreatif diri Anda.

Para peneliti dari University of California, Santa Barbara, menemukan bahwa ada keterkaitan antara melamun dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Studi ini melibatkan sejumlah partisipan untuk melakukan sejumlah tugas yang tak biasa.

Hasilnya, seseorang yang melamun mampu meningkatkan kreativitas mereka. Para partisipan ini diminta untuk mencoba melakukan sesuatu dengan berbagai cara sekreatif mungkin terhadap benda yang diberikan kepada mereka.

Hasilnya, para partisipan berhasil melakukan satu dari empat tugas terkait kreativitas.

Mereka pun fokus untuk menyelesaikan tugas berikutnya. Sebagian melakukan tugasnya dengan jeda dua belas menit dari tugas satu ke tugas berikutnya, atau ada yang terus-menerus menyelesaikan tugas kreatif hingga selesai.

Namun, menurut penelitian, orang menghabiskan sepertiga hingga setengah waktu hidupnya untuk melamun.

Tidak konsentrasi di saat yang dibutuhkan memang tidak baik. Kendati demikian, ada keuntungan di balik otak yang bekerja tidak hanya satu arah sepanjang waktu.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa pada era globalisasi ini, orang mulai sulit berempati. Namun, beberapa penelitian juga mengungkap bahwa ada hubungan antara ingatan, imajinasi, dan kemampuan orang untuk berempati.

Dengan membayangkan sebuah skenario atau hal yang belum pernah dialami diri sendiri, seseorang dapat dengan mudah mengerti tindakan pihak lain. Pada akhirnya, manusia akan lebih berempati dengan orang lain.

Saat melamun, tentu ada beberapa hal yang merayap di pikiran. Saat itu, beberapa memori muncul ke permukaan.

Menurut American Psychological Association, membayangkan sesuatu dari perspektif sendiri adalah cara efektif untuk mengingat kembali informasi spesifik.

Dengan demikian, imajinasi dapat membantu proses rehabilitasi ingatan bagi mereka yang pernah mengalami gangguan ingatan akibat cedera otak.

Terkadang, manusia sulit menentukan pilihan, bahkan untuk masa depan. Hal ini dapat terjadi karena mereka belum memahami diri sendiri. Melamun ternyata dapat menjadi obatnya.

Banyak ahli psikologi berteori bahwa individu yang menyadari penuh potensinya sudah dapat membayangkan kemungkinan-kemungkinan dari kemampuan dirinya sebelumnya.

“Berimajinasi mengaktifkan wilayah otak yang secara tidak sadar dapat menunjukkan peta menuju kesuksesan Anda,” ujar master psikologi, Srini Pillay.

Menurut beberapa penelitian, sebuah penemuan bermula hanya dari khayalan. Kerja otak dapat menelusuri kemungkinan-kemungkinan khayalan tersebut.

Melamun dapat membawa otak ke format kreativitas tak terbatas. Pikiran yang tidak langsung dapat menuntun otak untuk menemukan hasil kreatif dan konkret.

Para ahli mengatakan bahwa ini sangat berguna untuk kehidupan kerja seseorang.

Melamun tentu tidak hanya memikirkan hal berat. Ada pula waktunya seseorang memikirkan impian atau mengulang ingatan kejadian yang menyenangkan.

Setelah berkhayal tentang sesuatu yang membahagiakan, akan timbul rasa lebih senang dan positif. Tak hanya diri sendiri, kesenangan tersebut dapat menular ke orang di sekitar. Dengan demikian, lingkungan dapat menjadi lebih positif.

Tantangan kreativitas ini berhasil dituntaskan oleh mereka yang memiliki kebiasaan melamun dalam skala tinggi. Para peneliti pun menyimpulkan, para pelamun ini memiliki kemampuan penyelesaian masalah yang lebih baik.

Pada jurnal ini juga disebutkan, melamun berdampak baik pada kerja memori, terutama pada bagian memori yang terkait dengan kemampuan multitasking dan bisa dihubungkan juga dengan tingkat inteligensia.

Hal ini ditegaskan kembali oleh para peneliti dari Max Planck Institute for Human Cognitive and Brain Science. Mereka menemukan bahwa orang yang suka melamun saat melakukan tugas sederhana juga memiliki kapasitas memori lebih besar.

daily health post dan mirror

Komentar