Makan Sebelum Tidur Tidak Bikin Gemuk

Penulis: Darmansyah

Senin, 12 Februari 2018 | 09:33 WIB

Dibaca: 0 kali

Sebagian besar dari kita pasti pernah mendengar ucapan ini: “Jangan makan terus sebelum tidur, bisa bikin kamu jadi gemuk loh!”

Nah, sebenarnya perkataan itu fakta atau hanya mitos saja?

Benarkah kebiasaan makan sebelum tidur membuat lapisan lemak di dalam tubuh jadi meningkat?

Karena takut kegemukan, beberapa orang sengaja melewatkan waktu makan malam yang sangat penting.

Akhirnya, mereka tidur dengan perut keroncongan dan tidur yang dilakukan jadi tidak nyenyak. Tidur dengan perut yang kosong bisa membuat Anda gelisah dan akhirnya terbangun tengah malam dengan kondisi badan yang sangat lapar.

Sebenarnya yang membuat gemuk itu bukan makan malamnya, tapi kandungan yang dibawa oleh makanan.

Selama makanan yang masih sudah sesuai dengan nutrisi harian, anda tidak akan mengalami kegemukan. Sementara itu, kalau Anda sudah surplus kalori sejak siang, mau tidur dengan perut lapar pun lapisan lemak bisa saja bertambah.

Agar Anda tidak khawatir gemuk kalau asupan makanan yang masuk adalah beberapa bahan di bawah ini.

Pisang, buah ini bisa digunakan untuk memberikan rasa kenyang yang ekstra pada tubuh. Selain itu, kandungan magnesium pada pisang juga bisa memberikan efek tenang sehingga Anda bisa mudah tidur.

Gandum, biji-bijian ini mengandung banyak serat dan asam amino yang baik untuk tubuh dan memberikan rasa kenyang yang lama.

Bahan ini bisa merangsang rasa kantuk sehingga Anda bisa segera terlelap tanpa takut menjadi gemuk esok paginya.

Madu, cairan yang dihasilkan oleh lebah ini akan membantu tubuh melepaskan melatonin dan mematikan orexin yang membuat Anda selalu terjaga.

Campur satu sendok madu dengan air hangat lalu minum untuk membuat tubuh kenyang dan hangat.

Sebuah studi dari Universitas Northwestern yang dikutip webMD menemukan bahwa makan sebelum berkontribusi terhadap kenaikan berat badan hingga dua kali lipat, bahkan ketika total kalori yang dikonsumsi sama.

Sayangnya, penelitian tersebut terbatas dilakukan pada tikus, bukan manusia.

Namun terlepas dari ketidakpastian tersebut, makan terlalu dekat dengan waktu tidur memang bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan masalah tidur.

Meskipun Anda tidak dianjurkan untuk makan terlalu dekat dengan waktu tidur, bukan berarti Anda harus tidur dengan rasa lapar.

Jika Anda merasa lapar di malam hari, pastikan Anda tahu apa saja makanan sebelum tidur yang sehat dan tidak sehat.

Minum segelas susu hangat atau teh herbal sebelum tidur dapat membantu tubuh Anda menghasilkan melatonin.

Melatonin adalah hormon yang dapat mengatur siklus bangun dan tidur. Produksi melatonin dapat membantu tubuh mengirimkan sinyal ke otak agar tubuh siap tidur.

Makan pisang sebelum tidur dapat membantu Anda untuk tidur dengan nyenyak, karena pisang mengandung pelemas otot alami seperti magnessium, potassium, amino acid tryptophan, dan vitamin B6 yang dapat membantu Anda mengurangi kesulitan tidur atau insomnia.

Ubi jalar dan kentang mengandung karbohidrat kompleks yang dapat membantu tidur, dan potassium yang berkontribusi dalam relaksasi otot.

Madu dapat membantu Anda rileks dan memudahkan tidur di malam hari. Kandungan gula alami di dalam madu dapat meningkatkan insulin dan tryptophane. Sehingga, makan satu sendok madu sebelum tidur dapat membantu Anda tidur nyenyak.

Lycopene adalah jenis antioksidan yang terdapat pada buah dan sayur yang berwarna merah atau oranye, seperti tomat, jeruk, semangka, pepaya, dan lain-lain. Konsumsi lycopene sebelum tidur dapat membuat Anda tidur lebih nyenyak.

Sedangkan makanan yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi sebelum tidur adalah:

Stimulan seperti kafein dan gula bisa membuat Anda lebih sulit tidur. Jadi, cobalah untuk mengurangi atau bahkan menghindari kafein atau gula sebelum Anda berencana untuk tidur.

Jangan minum teh atau kopi setidaknya beberapa jam sebelum tidur. Selain itu, Anda juga perlu menghindari rokok dan alkohol sebelum tidur karena keduanya tidak akan membantu Anda untuk tidur.

Makanan berlemak seperti burger, es krim, atau makanan cepat saji lainnya dapat menghasilkan asam dalam lambung.

Bahkan, kandungan lemak stratosfer pada makanan cepat saji dapat menstimulasi produksi asam lambung di perut, sehingga bisa menyebabkan mulas. Hal tersebut tentu dapat mengganggu tidur Anda.

Konsumsi makanan pedas sebelum tidur dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang dapat mengganggu tidur Anda. Hal ini disebabkan oleh capcaisin, bahan aktif dalam cabai yang dapat mempengaruhi tidur memalui perubahan suhu tubuh.

Cokelat hitam ternyata mengandung kadar kafein yang cukup tinggi dan theobromine yang dapat membuat Anda tetap terjaga di malam hari, terlebih jika Anda sensitif terhadap kafein.

Ayam atau jenis protein lain akan menjadi kontraproduktif  jika dikonsumsi di malam hari.

Makan banyak protein atau ayam sebelum tidur akan membuat pencernaan berjalan lebih lambat, sehingga waktu yang seharusnya Anda gunakan tidur justru akan digunakan untuk mencerna makanan tersebut.

Komentar