Main Game Lebih Sehat dari Minum Kopi?

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 25 Agustus 2017 | 15:37 WIB

Dibaca: 4 kali

Mana yang lebih sehat main game atau minum kopi?

Nah, sebuah studi yang dilakukan tim peneliti dari Univesity of Central Florida AS mengungkapkan ada manfaat psikologis bagi partisipan yang bermain game.

Mereka lebih bahagia dan rileks dibanding yang bersantai minum kopi atau tak melakukan apa-apa.

Atas hasil penelitian itu, para penggemar permainan atau game kini punya alasan ilmiah kenapa mereka lebih memilih main game daripada bersantai sembari minum kopi saat waktu senggang.

Laporan penelitian itu, seperti dilansir dari Rocket News baru-baru ini juga menyebutkan main video game bahkan juga lebih baik dari meditasi.

Penelitian ini melibatkan 66 orang partisipan.

Masing-masing mereka awalnya diberi tugas berhadapan dengan komputer yang melelahkan, dalam hal ini mengisi laman Excel. Setelah itu, partisipan dibagi ke dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama bermain game Sushi Cat, kelompok kedua menjalankan meditasi, sementara kelompok ketiga bersantai tanpa melakukan apa-apa atau minum kopi.

Masing-masing diberi waktu istirahat atau break selama lima menit.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa mereka yang santai atau duduk saja masih merasa stres atau tertekan, karena masih berpikir tentang pekerjaan yang mereka lakukan.

Sedangkan, mereka yang menjalankan meditasi memang berkurang stresnya, berkat proses relaksasi.

Namun, para pemain game adalah kelompok yang merasa lebih baik setelah break, karena mereka benar-benar mengalihkan pikiran mereka dari pekerjaan secara utuh.

Rupp, peneliti dari University of Central Florida yang terlibat dalam penelitian ini lalu menilai tidak ada salahnya sesekali main game saat mengisi waktu istirahat.

“Kita sering menghabiskan energi untuk menyelesaikan pekerjaan, dan terlupa untuk mengambil waktu break atau istirahat sejenak, padahal ini tak kalah penting,” ujarnya.

“Seseorang mestinya meluangkan waktu untuk menikmati aktivitas yang mereka lakukan, salah satunya main video game, yang sekaligus dapat membantu menyegarkan mereka kembali,” papar dia.

Temuan ini makin menegaskan pentingnya seseorang rehat sejena utuk mengurangai taua menghilangan beba pikiran saat usai sekolah atau bekerja. Tidak hanya berantsai atau melaiaknnay ke meditasi, taip tak ada salahnya bermain game.

Untuk jenis permaiannya, tidak ada batasan pada Sushi Cat, bisa juga Clash of Clans atau lainnya. Seperti penelitian ini rangkum bermain game entah dikomputer atau ponsel dapat membuat seseorang kembali segar dan lepas dari beban pikiran pekerjan yang sebelumnya menjadi beban

Bermain  game adalah kegiatan favorit

Namun pengaruhnya terhadap kesehatan sering kali dianggap negatif. Walau demikian menghentikan kecanduan  game bukanlah hal mudah bagi anak-anak.

Kita  tidak perlu berlebihan menanggapinya karena di balik dampak negatifnya yang merugikan kesehatan, terdapat pula sisi positif yang dapat membantu perkembangan kognitif anak.

Sebuah studi oleh para peneliti di Columbia Mailman School of Public Health dan Paris Descartes Universitas, mendapati ada hubungan antara waktu yang dihabiskan saat bermain video game dengan kesehatan mental anak-anak, dan keterampilan kognitif sosial.

Studi ini mendapati bahwa bermain video game dapat memiliki efek positif terhadap anak muda. Penelitian ini telah dipublikasikan secara online dalam jurnal Psychiatry Sosial and Psychiatric Epidemiology.

Setelah disesuaikan untuk usia anak, jenis kelamin, dan jumlah anak, para peneliti menemukan bahwa penggunaan video game yang tinggi, mengakibatkan kemungkinan meningkatnya fungsi intelektual dani kemungkinan meningkatnya kompetensi sekolah secara keseluruhan.

Para peneliti juga menemukan bahwa anak yang suka bermain video game dikaitkan dengan masalah kurangnya hubungan dengan rekan-rekan mereka.

Sehingga mereka memilih bermain game. Berdasarkan laporan orang tua, satu dari lima anak-anak bermain video game lebih dari lima jam per minggu.

Selain itu, butuh ketepatan koordinasi mata dan tangan yang melatih anak untuk konsentrasi. Tetapi dampak yang paling dapat terlihat adalah video games dapat membuat anak merasa senang dan puas.

Agar dampak positif tidak berubah menjadi negatif, baiknya aturan waktu yang cukup juga perlu diterapkan agar aktivitas sehari-hari seperti belajar dan berinteraksi sosial juga tidak ditinggalkan

Pertama, memainkan video game bisa mengubah performa otak manusia dan bahkan strukturnya.

Sebagai contoh, memainkan video games berdampak pada atensi kita. Beberapa studi mendapati gamer menunjukkan peningkatan pada beberapa tipe atensi.

Seperti atensi berkelanjutan atau atensi yang selektif. Bagian otak yang terlibat dalam atensi juga makin efisien dan tak perlu banyak aktivasi untuk menghasilkan atensi berkelanjutan pada tugas-tugas penting.

Kedua, video game juga bisa meningkatkan ukuran dan efisiensi area otak yang berhubungan dengan keahlian visuospatial.

Sebagai contoh, hippocampus kanan makin luas bagi gamer yang sudah lama main game dan pada sukarelawan yang mengikuti program pelatihan video game.

Hippocampus adalah bagian otak yang berhubungan dengan memori, khususnya memori jangka panjang. Organ ini juga memainkan peranan penting pada navigasi ruang.

Ketiga, video game juga bisa menimbulkan ketergantungan dan ketergantungan macam ini disebut “Kelainan Game Internet”.

Peneliti mendapati adanya perubahan fungsional dan struktural pada sistem reward di pusat syaraf pada mereka yang ketergantungan game.

Perubahan syaraf ini secara mendasar persis dengan mereka yang mengalami ketergantungan pada hal lain.

“Ini artinya bahwa video game punya dampak positif pada perhatian, yakni keahlian visual dan motorik, serta dampak negatif yakni risiko ketergantungan, dan penting sekali untuk menerima kompleksitas ini,” kata Palaus, seperti dikutip Science Daily

Komentar