Lingkar Perut “Gembur?” Itu Penyakit

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 19 Januari 2016 | 09:35 WIB

Dibaca: 2 kali

Anda seorang yang memiliki berat badan normal tapi dengan lingkar perut “gembur?”

Anda percaya diri memiliki kesehatan yang baik?

Wah, jangan dulu pede.

Lantas?

Walau tidak termasuk dalam kelompok kegemukan, memiliki lingkar perut besar justru lebih berbahaya.

Memang, secara matematis banyak orang, termasuk dokter, fokus pada berat badan sebagai indikator kesehatan. Namun begitu, mereka sering abai bahwa berat badan juga harus dihitung proporsional dengan tinggi badan.

Menurut penelitian-penelitian terbaru, pengukuran lingkar perut lebih akurat untuk mengetahui risiko penyakit.

Lingkar perut yang ideal untuk pria tak lebih dari sembilan puluh centimeter, sementara untuk wanita kurang dari delapan puluh centimeter.

Menurut riset terhadap lebih dari enam ratus lima puluh ribu orang, diketahui risiko penyakit meningkat secara konsisten untuk setiap penambahan lingkar perut sebanyak lima centimeter.

Bahkan orang dengan berat badan normal tapi lingkar perutnya besar tetap beresiko tinggi terkena penyakit.

Kenapa terjadi penggemburan lingkar perut?

Penyebabnya secara umum adalah distribusi lemak yang tidak merata.

Sebagian orang, biasanya wanita, memiliki lemak di sekitar paha dan bokong, namun bagian atas tubuhnya termasuk langsing. Ini adalah tipe tubuh pir.

Sementara itu, orang yang memiliki tipe tubuh apel, membawa lemak mereka di sekitar perut dan biasanya bagian pahanya tidak besar.

Bentuk tubuh seperti ini umum dimiliki para pria atau sering disebut juga dengan “perut bir”.

Walau setiap kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, tetapi “perut bir” sangat terkait dengan sindrom metabolik.

Sindrom metabolik merupakan kondisi di mana tingkat tekanan darah, gula darah, serta lemak darah, tinggi.

Akibatnya mereka rentan mengalami penyakit perlemakan hati dan penyakit jantung.

Dalam kondisi tersebut, lemak bukan cuma ditemukan di bawah kulit tapi juga di dalam bagian tubuh, yakni menyelimuti organ vital. Nah, kondisi ini paling berbahaya.

Belum jelas mengapa lemak menumpuk di berbagai area tubuh, tapi hormon stres kortisol diketahui meningkatkan risiko deposit lemak di perut.

Mengendalikan stres bersama dengan rutin latihan aerobik terbukti efektif untuk menurunkan risiko obesitas sentral dan lemak live

Mengonsumsi minuman manis setiap hari, misalnya jus dalam kemasan, kopi bercampur krim, atau soft drink merupakan salah satu penyebab perut gendut.

Lemak visceral yang menumpuk di rongga perut dan menyelimuti organ-organ dalam seperti liver dan pankreas merupakan lemak yang sangat berbahaya karena dapat memengaruhi fungsi hormon, seperti insulin.

Terganggunya kerja insulin dan terjadinya resistensi insulin merupakan salah satu penyebab diabetes melitus dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dalam penelitian yang dilakukan terhadap seribuan orang dewasa yang berpartisipasi dalam Framingham Heart Study, AS, diketahui seiring waktu setiap responden akan mengalami kenaikan lemak visceral, tapi mereka yang setiap hari minum minuman manis kenaikannya paling tinggi.

Minuman mengandung gula seperti soda atau jus kemasan ditambahkan sukrosa atau sirup jagung tinggi fruktosa.
Meski begitu diet soda tidak terkait dengan peningkatan lemak visceral.

Komentar