Lebih Cerdas Memilih Asupan untuk “Ngemil” Malam

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 23 Mei 2013 | 12:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Salah satu artikel “Womens Health” perlu disimak. Dalam salah satu alineanya, jurnal ini menulis tentang kuat daya dorong setiap orang, terutama.  tulisnya, perempuan untuk mengasup makanan berlebihan di kala malam hari. Laparr…laparr.. itu yang selalu menghantui nafsu makannya.

Nah, tahu makanan apa yang mereka pilih untuk memuaskan nafsu makannya itu. Ya ngemil. Bahayanya lagi, sang perempuan ngemil gorengan. Kripik kentang, ubi tau rempeyek. Semuanya memiliki kadar lemak tinggi karena dilumuri oleh minyak di penggorengan.

Kalau pun harus keluar untuk memenuhi selera makannya, pilihan yang paling “cespleng” adalah mie aceh, nasi goreng atau martabak telur. Semuanya makanan lezat dengan resiko tinggi.

Makanya, artikel “Womens Health” itu mengindikasikan banyak orang yang sulit menghentikan kebiasaan ngemilnya, terutama di antara waktu makan malam dan sebelum tidur. Ternyata dorongan untuk ngemil di jam tersebut terkait dengan irama sirkadian tubuh.

Menurut studi terbaru yang dimuat dalam jurnal “Obesity,”  keinginan untuk mengonsumsi sesuatu yang manis, asin, atau pun bertepung, mencapai puncaknya di malam hari, ketika rasa lapar pun sedang tinggi.

Peneliti dari Brigham and Women’s Hospital di Boston, AS, melakukan penelitian mengenai hal tersebut dengan melibatkan 12 orang sehat. Para responden ditempatkan di laboratorium lingkungan untuk melacak pengaruh irama sirkadian atau jam biologis tubuh terhadap perilaku makan.

Ternyata, tak peduli jam berapa para responden bangun tidur atau waktu makan pagi mereka, dorongan untuk ngemil sesuatu yang manis, asin, atau bertepung mencapai puncaknya sekitar jam 8 malam, demikian pula rasa lapar mereka.

Para peneliti menduga jam internal tubuh kita memiliki pengaruh pada nafsu makan sehingga kita merasa ingin makan terus di malam hari. Menurut Steven Shea, ketua peneliti, dari sudut pandang teori evolusi hal tersebut masuk akal.

“Saat manusia yang berevolusi menghadapi periode kelaparan, mereka yang mudah menyimpan makanan sebagai lemak punya kesempatan untuk bertahan hidup. Hal ini menyebabkan tubuh lebih suka menyimpan makanan sebagai lemak di malam hari ketimbang siang hari,” katanya.

Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi makan besar mereka di pagi hari cenderung lebih gampang menurunkan berat badan dibanding orang yang makan besar di malam hari, meski jumlah kalori mereka sama.

Sayangnya saat ini makan di malam hari bukan lagi sebuah mekanisme bertahan hidup. Karena itu kebiasaan ngemil di malam hari bisa berbahaya karena menumpuk lemak sama saja membiarkan tubuh kegemukan. Salah satu cara menyiasatinya adalah menghindari kebiasaan tidur larut malam atau gantilah menu camilan Anda menjadi lebih sehat.

Studi itu  juga  mengatakan, sistem jam biologis tubuh mungkin menjadi alasan mengapa kita mendambakan makanan manis, bertepung, hingga asin di malam hari.

Saat manusia masih berada di zaman perburuan makanan, secara insting manusia justru mengasup banyak kalori di malam hari untuk bertahan hidup. Namun saat ini, energi yang butuhkan di malam hari cenderung sedikit sehingga makan banyak kalori di malam hari malah akan menambah timbunan lemak.

Untuk menjaga agar timbunan lemak tidak bertambah dikala malam hari “Womens Health” memberi beberapa langkah untuk tetap ngemil malam tetapi sedikit lebih sehat. Inilah cara cerdas yang diajarkan jurnal itu,.

Hindari yang manis. Makanan manis memang menggoda, namun jangan sampai camilan kita malah dipenuhi dengan makanan ini. Sebaliknya, gantilah dengan protein yang dapat dicerna dengan lambat sehingga rasa kenyang terasa lebih lama.

Makan sedikit saat makan malam. Semakin malam, cobalah untuk makan dengan porsi yang lebih sedikit. Sehingga kegiatan ngemil tidak terlalu banyak menambah kalori yang sudah di asup sepanjang hari. Pilihlah camilan sehat seperti ikan, ayam, dan sayur-sayuran.

Isi dengan serat dan protein. Daripada memilih lemak, lebih baik pilih serat dan protein. Cobalah salad sayur dengan dressing tanpa lemak yang ditaburi dengan kismis, atau apel dengan selai kacang, atau biskuit gandum utuh dengan sedikit keju rendah lemak.

Pilih yang hangat. Teh hangat bahkan bisa menjadi camilan yang nikmat. Minuman yang satu ini rendah lemak dan kalori, asalkan Anda tidak menambahkan gula ke dalamnya.

 Pilih yang lebih sehat. Jika Anda menyukai es krim sebagai camilan malam, maka sebaiknya pilih es krim yang lebih rendah lemak. Jika menyukai keripik kentang atau singkong, gantilah dengan pilihan yang lebih sehat seperti kentang atau singkong rebus.

 

 

 

Komentar