Ketika “Kanopi Hijau” Jadi Tren Taman

Penulis:: Darmansyah

Minggu, 21 September 2014 | 11:06 WIB

Dibaca: 0 kali

“Dinding hijau” kini menjadi tren dunia terutama di kawasan perkantoran dan residensial. Pemakaian “dinding” hijau semula dimaksudkan untuk memaksimalkan penggunaan lahan sempit sembari mempertahankan kualitas udara.

Tapi kini tren “dinding hijau” tampaknya sudah mulai disaingi dengan “kanopi hijau” atau kanopi peneduh yang bisa dibuat menggunakan tanaman, terutama di rumah-rumah tinggal

Tren ini makin nyata dan mengglobal setelah diadopsi menjadi tema seperti terlihat pada Harmony Arts Festival di West Vancouver, British Columbia. Di tengah teriknya matahari, pengunjung festival bisa menikmati teduh dan sejuknya efek dari penggunaan “kanopi hijau” tersebut.

Kanopi itu sebenarnya merupakan bagian dari instalasi temporer yang didesain oleh Matthew Soules Architecture dan dikuratori oleh Museum of West Vancouver. Secara resmi, kanopi tersebut dikenal dengan sebutan “Vermilion Sands”.

Berbeda dari kanopi tumbuhan pada umumnya, kanopi yang ada di Harmony Arts Festival ini tidak hanya menyediakan perlindungan bagi pengunjung festival dari sinar matahari. Kanopi tersebut juga dilengkapi “sistem kabut” yang berfungsi untuk mempertahankan kelembaban tanaman dan mendinginkan suhu di bawahnya.

Namun, meski bisa dinikmati oleh pengunjung tanpa perlu bersusah payah, proses pembuatan Vermilion Sands cukup memakan waktu dan menggunakan teknologi istimewa. Karena berada di atas kepala dan pembuatnya bersikeras menampilkan bentuk kanopi istimewa, maka Vermilion Sands membutuhkan media tanam istimewa.

Seperti dikutip dalam Archdaily, Vermilion Sands dibuat dengan memanfaatkan rangka besi yang dijahit pada bahan berlapis benih dan pupuk atau geotextile fabric. Sebelum bisa dinikmati oleh pengunjung vestival, kanopi ini pun harus ditumbuhkan terlebih dahulu di fasilitas pengembangan.

Keberadaan “dinding hijau,” maupun “kanopi hijau,” sebenarnya selaras dengan fungsi taman yangt tentu tidak sekadar mempercantik tampilan rumah. “Kanopi hijau” seharusnya juga menjadi penghilang stress bagi pemiliknya.

Hal ini rupanya juga disadari oleh desainer taman, Kate Gould.

Seperti dikutip dalam Theguardian.com, fungsi taman yang diselaraskan dengan kanopi hijau bagi pemilik rumah merupakan hal pertama yang ditanyakan Gould pada kliennya.

Sebagian orang ingin taman mungilnya menjadi tempat bersantai di penghujung hari. Sebagian ingin menggunakan taman mungilnya untuk memasak, atau menyambut tamu.

Sebagian lagi ingin tamannya menjadi tempat bermain anak-anak. Menurut Gould, apa pun fungsi taman yang diinginkan oleh kliennya, hal tersebut merupakan titik awal untuk mulai mendesain taman.

Setelah mengetahui fungsi taman, Gould akan menggunakan teknik yang sudah lama dia pelajari. Menurut sang desainer, dia pernah mendapat saran untuk menggunakan keramik berukuran besar di kamar mandi berukuran kecil.

Keramik berukuran besar seolah menyatukan dinding dan lantai hingga membuat hasil akhir kamar mandi terasa menyatu dan tidak terkesan sempit. Hal ini bisa diterapkan di dalam taman.

“Saya pernah diberi tahu bahwa mantra desain untuk kamar mandi berukuran kecil adalah menggunakan keramik berukuran besar untuk menyatukan dinding dan lantai. Hal ini membuat efek akhirnya terasa tidak sempit. Etos yang sama bisa diterapkan di taman berukuran kecil. Pengaturan lahan besar-besar, batasan menyatu, pot, air mancur, dan hiasan taman sebanding dengan furnitur dan ukuran area lantai membuat taman lebih menarik dan terasa lebih luas,” ujar Gould.

Berbeda dari pendapat Gould, rupanya ada pendapat lain yang mengungkapkan bahwa salah satu cara membuat taman terasa lebih luas adalah membuatnya “tersembunyi”.

Desainer lanskap Louis Raymond mengataka, pemilik rumah bisa “menyembunyikan” tamannya untuk membuat taman seolah lebih luas. Menyembunyikan taman bisa dilakukan dengan menggunakan pagar. Selain itu, tanaman teh-tehan juga bisa Anda gunakan.

Di sisi lain, seperti dikutip dalam Dwell, pagar di taman dan jalan setapak vertikal juga bisa menyediakan perspektif dan membuat ruang terasa panjang.

“Anda tidak bisa melihat keseluruhan taman dari satu sudut pandang. Anda tidak yakin di mana (taman) berakhir, jadi taman terasa lebih besar dari sebenarnya,” ujar Raymond.

Jadi, Anda bisa memulai dengan memastikan ukuran barang-barang di dalam taman berukuran “pas” atau “menyembunyikan” taman tersebut. Setelah itu, pilihlah tanaman yang tepat.

Menurut Raymond, jika Anda memilih lebih banyak tanaman daun ketimbang bunga-bungaan, taman lebih murah dirawat. Sementara itu, tanaman bunga sedikit-banyak punya andil membuat taman terasa lebih luas. Menurut Gould, warna-warna terang membuat taman terasa lebih luas. Hanya saja, warna terang lebih sulit dipelihara.

sumber : www.archdaily.com

Komentar