Kecanduan Film Porno Merusak Hubungan?

Penulis:: Darmansyah

Senin, 24 April 2017 | 11:13 WIB

Dibaca: 1 kali

Apakah kecanduan nonton film porno akan merusak hubungan suami istri atau pasangan?

Nah. Inilah perdebatan yang tak pernah terselesaikan.

Sebagian studi mengatakan “iya.”

Sedangkan studi lainnya menolak dengan kata “nggak.”

Bukan rahasia bahwa sebagian pria gemar menonton video porno.

Salah satu situs Pornhub bahkan dilaporkan mendapat dua puluh tiga miliar kunjungan sepanjang tahun lalu.

Ada banyak alasan mengapa seseorang memutuskan untuk mengakses video tersebut, mulai dari sekedar senang-senang hingga mencari fantasi, tapi sebuah penelitian baru menyebutkan bahwa menonton video atau film porno dapat menurunkan kepuasan seksual dengan pasangan.

Dalam meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Human Communication Research, para ilmuwan melihat lima puluh  studi yang diikuti lebih dari lima puluh ribu orang, dan menemukan bahwa pria yang menonton film porno lebih mungkin untuk tidak puas dengan kehidupan cinta mereka, ketimbang pria yang tidak menonton porno.

Namun bagi wanita, tidak ada hubungan yang signifikan antara nonton dengan kepuasan hubungan.

Menanggapi hasil penelitian tersebut, beberapa ahli menyatakan bahwa hasil studi masih korelasional.

Dengan kata lain, pria yang menonton video porno memang lebih cenderung tidak bahagia dalam hubungan mereka. Namun, pria yang tidak menonton video porno juga bisa merasa tidak bahagia.

“Sangat mungkin bahwa seorang pria yang secara teratur menonton film porno mendapatkan hubungan yang bahagia dengan istrinya,” kata David Ley, Ph.D., seorang psikolog klinis yang mengkhususkan diri dalam isu-isu seksualitas dan penulis Ethical Porn for Dicks: A Man’s Guide to Responsible Viewing Pleasure.

“Namun, bila hubungan sudah bermasalah sebelum menonton video porno, maka itulah yang membuat rutinitas menonton video porno semakin memperburuk hubungan,” lanjutnya.

Terapis seks asal New York City Ian Kerner, Ph.D., penulis She Comes First menambahkan, bahwa kita masih hidup dalam masyarakat di mana menonton film porno sangat terstigma dan banyak pria merasa harus menyembunyikannya dari pasangan mereka.

Tapi, jika seorang pria dapat berbicara dengan pasangannya bahwa apa yang ada di film porno tidak berarti baginya, itu tidak harus menjadi masalah besar dalam hubungan, ia menambahkan.

“Beberapa studi ada yang menunjukkan, bahwa video porno dapat membuat gairah seksual pria meningkat dan membuat Anda lebih mungkin untuk memulai kehidupan seks yang rutin dengan pasangan,” kata Ley.

Intinya, bila video porno memberikan manfaat baik bagi Anda dan tak mengganggu kepuasan seksual, Ley dan Kerner mempersilakan untuk menikmatinya.

Namun, bila video porno justru membuat hubungan seksual dengan pasangan menjadi “hambar”, cobalah untuk segera menghentikannya.

Dalam pernikahan, aktivitas bercinta menjadi bumbu wajib guna menjaga keintiman dan kemesraan dengan pasangan.

Film porno pun kerap dijadikan referensi dalam variasi bercinta. Akan tetapi, apa jadinya kalau kebiasaan menonton film porno sudah sampai pada tahap kecanduan?

Ternyata, kecanduan film porno dapat berakibat sangat buruk bagi biduk pernikahan.

Sebab, sebuah studi menemukan bahwa lima puluh enam persen atau hampir separuh dari kasus perceraian dapat disebabkan pasangan yang memiliki obsesi terhadap film porno.

Lalu, sebenarnya seberapa parahkah kecanduan terhadap film porno?

Beberapa pihak mengidentifikasikan kecanduan menonton film porno sama halnya dengan perilaku hiperseksual, ditandai dengan keinginan yang tidak dapat dikendalikan untuk melakukan aktivitas seksual atau stimulasi yang bisa berdampak negatif pada kehidupan, seperti kehilangan pekerjaan atau hubungan cinta yang kandas.

Karena kebiasaan ini secara parameter psikologi dikatakan sebagai kecanduan, banyak terapis menyarankan perawatan bagi pecandu film porno sama halnya dengan perawatan untuk pecandu narkoba, yakni rehabilitasi.

Meskipun begitu, bukan berarti para hiperseks atau pecandu film porno tidak memiliki masalah destruktif dan tidak dapat dikendalikan.

Artinya, para pecandu film porno membutuhkan perawatan yang berbeda dari para pecandu narkoba atau pecandu judi. Sebab, sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Biological Psychology menyatakan bahwa aktivitas neurologis pecandu film porno tidak sama dengan pecandu narkoba.

Studi tersebut menemukan bahwa aktivitas neurologis pecandu heroin lebih tinggi ketimbang pecandu film porno.

Studi tersebut menyatakan bahwa rehabilitasi atau medikasi untuk para pecandu film porno tidak akan berhasil karena jalur saraf dari stimuli ke sistem yang menstimulasi keinginan untuk memperoleh penghargaan atau pemberian, berbeda dengan yang terjadi pada para hiperseks.

Sehingga, kecanduan film porno secara teknis tidak bisa dikatakan kecanduan.

Banyak pakar seks mengatakan bahwa menikmati film porno dengan suami atau istri bisa memberikan sensasi bercinta yang berbeda.

Namun, Anda harus hati-hati. Pasalnya, terlalu sering menonton film erotis bisa menyebabkan perubahan perilaku dan sikap.

Sebuah hasil studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang terlalu sering menonton film porno bisa berubah menjadi agresif dalam hal seks.

Para peneliti mengamati dua puluh dua studi dari tujuh negara yang berbeda. Mereka menemukan, konsumsi pornografi secara berlebihan memicu perilaku seks yang agresif terhadap pria dan wanita.

“Pola secara general dari studi ini memperlihatkan adegan seks yang sarat kekerasan di film porno memicu tindakan agresif,” tulis tim riset dari Indiana University dan The University of Hawaii, Manoa, AS.

Kemudian, vocativ.com melaporkan hasil data kolektif akibat konsumsi pornografi terhadap sikap agresif secara seksual. Ternyata, pola hubungannya sangat nyata. Hasil studi ini dipublikasikan dalam Journal of Communication.

Komentar