Jangan Sepelekan Ketika Anda Merinding

Penulis: Darmansyah

Rabu, 19 September 2018 | 09:19 WIB

Dibaca: 2 kali

Jangan pernah menganggap remeh kala Anda merinding

Lantas!

Ternyata merinding  dapat menunjukkan keberhasilan, kebahagiaan, dan kesehatan seseorang.

Sebuah studi terbaru yang yang dipimpin oleh peneliti dari Harvard University, Matthew Sachs dan profesor dari University of Oxford, Robin Murphy ini meneliti hubungan merinding dengan kesehatan dan kepribadian seseorang.

Hasilnya, tim peneliti menemukan orang yang merinding lebih mungkin membina hubungan yang kuat dengan orang lain.

Mereka juga mencapai prestasi akademis yang lebih tinggi dan memiliki kesehatan yang lebih baik ketimbang yang tidak merinding.

Peneliti melihat tanggapan dari seratus orang yang menonton pertunjukan musik di Reading and Leeds Festival dengan menggunakan perangkat pemantauan.

Peneliti mengalisis respon fisiologi partisipan terhadap musik dan melakukan serangkain tes pada momen merinding.

Peneliti menemukan  lima puluh lima persen partisipan merinding saat menonton pertunjukan musik langsung. Sebagian besar merinding itu terjadi dalam menit-menit pertama.

Wanita lebih cenderung menunjukkan respons emosional terhadap musik, dengan sebanyak lima puluh lima persen wanita mengalami merinding.

Sedangkan, sebanyak empat puluh enam persen pria merasa bulu kuduknya berdiri.

Temuan peneliti, mereka yang merinding setidaknya sekali saat festival berlangsung menggambarkan sikap empati dan menyenangkan dalam hubungan yang dimiliki. Mereka juga berada dalam suasana hati yang positif dan kesehatan fisik dalam kondisi prima.

Selain itu, mereka yang merasa gemetar saat menonton musik empat puluh tiga persen lebih mungkin memiliki gelar di universitas dibandingkan yang tidak.

“Hasil dari studi ini adalah yang pertama yang menunjukkan ciri-ciri kepribadian yang berbeda dari orang yang merinding.”

“ Bukti juga menunjukkan adanya hubungan antara hiburan dan perasaan merinding yang berdampak pada perasaan dan suasana hati,” ujar Murphy, sebagaimana diwartakan The Independent.

Setiap orang memang memiliki reaksi fisik yang berbeda-beda ketika dihadapkan dengan situasi tertentu.

Pada umumnya, orang akan merinding ketika kedinginan, ketakutan, merasa terancam, mengalami kejadian yang cukup emosional, mendengarkan musik, atau saat bersentuhan dengan benda atau orang lain.

Bahkan Anda bisa merinding karena suatu peristiwa yang Anda alami bertahun-tahun lalu, misalnya saat Anda mengenang kembali ciuman pertama Anda dan pasangan atau mengingat kejadian menakutkan yang pernah menimpa Anda.

Reaksi yang ditunjukkan oleh tubuh ini bersifat otomatis (refleks), yang berarti Anda tidak bisa mengendalikan kapan Anda akan mulai atau berhenti merasakan sensasi merinding. Anda hanya bisa menyadari ketika kulit Anda mulai menunjukkan gejala-gejalanya.

Dalam dunia medis, merinding juga dikenal sebagai refleks pilomotor. Refleks seperti ini terjadi karena saat Anda merasa takut, otak akan langsung mengaktifkan mode siap siaga terhadap ancaman.

Tubuh pun akan memproduksi hormon bernama adrenalin yang dihasilkan oleh kelenjar yang terletak di atas ginjal.

Akibatnya, otot-otot kecil yang terhubung dengan folikel rambut pada kulit akan berkontraksi. Inilah yang menyebabkan rambut-rambut halus di permukaan kulit lengan atau kaki Anda menjadi tegak.

Fenomena ini juga dikenal dengan sebutan bulu kuduk berdiri. Selain itu, pada permukaan kulit juga akan tampak berbintik-bintik menonjol seperti kulit unggas yang bulunya dicabut.

Refleks pilomotor ini juga bertanggung jawab untuk menghangatkan suhu tubuh.

Secara naluriah, hal ini berfungsi untuk memanaskan otot-otot tubuh untuk segera bergerak dan bekerja jikalau Anda perlu melarikan diri dari ancaman bahaya, terutama saat otak membaca sinyal bahwa Anda merasa ketakutan.

Biasanya semakin tebal rambut halus yang menutupi kulit, tubuh akan semakin cepat merasa hangat.

Namun, pada manusia memang fungsi dari refleks pilomotor sudah tidak begitu bermanfaat. Selain karena rambut pada permukaan kulit manusia cukup tipis, orang-orang pada umumnya sudah tidak perlu lagi segera melarikan diri ketika ada ancaman.

Terkecuali situasi yang mengancam nyawa, biasanya ketakutan yang Anda rasakan tidak mengharuskan Anda untuk merespon secara fisik.

Sementara pada zaman prasejarah dahulu, refleks pilomotor ini sangat berguna ketika setiap hari orang-orang dihadapkan dengan ancaman yang serius seperti serangan binatang buas.

Pada saat-saat tertentu, seseorang bisa tiba-tiba merinding tanpa alasan yang jelas.

Mitos yang banyak dipercaya orang menyebutkan bahwa ketika hal ini terjadi, berarti ada kehadiran makhluk lain yang tak bisa dilihat oleh mata di dekat Anda. Pada kenyataannya, ada berbagai alasan mengapa bulu kuduk Anda bisa tiba-tiba berdiri.

Anda bisa tiba-tiba merinding ketika ada perubahan suhu yang cukup signifikan. Perhatikan jika udara di sekitar Anda jadi terasa lebih dingin. Hal ini bisa dipicu oleh faktor-faktor alamiah seperti perubahan cuaca dan angin yang berembus ke arah Anda, atau bahkan karena menurunnya suhu tubuh Anda sendiri.

Pada kasus lain, refleks pilomotor yang tiba-tiba aktif bisa jadi gejala penyakit tertentu. Jika ada gangguan pada sistem refleks tubuh Anda,

Anda bisa tiba-tiba merinding dan mengalami berbagai reaksi fisik lain yang muncul seolah tanpa sebab, misalnya jantung berdebar atau berkeringat.

Gangguan ini dikenal sebagai hiperrefleksia otonom atau disrefleksia otonom. Merinding yang muncul secara tiba-tiba juga bisa menandakan berbagai penyakit seperti influenza, gastroenteritis, dan radang paru-paru.

Perhatikan jika sensasi merinding yang Anda rasakan disertai dengan keringat berlebihan, detak jantung yang terlalu cepat atau lambat, tekanan darah menurun atau meningkat tiba-tiba, serta rasa sakit pada bagian tubuh tertentu.

Komentar