Jagalah Hati dengan Secangkir Kopi

Penulis: Darmansyah

Selasa, 14 Oktober 2014 | 05:46 WIB

Dibaca: 2 kali

Kopi tidak hanya sensasi minuman. Kopi juga bukan masalah ketagihan. Dan kopi bukan hanya teman kerja untuk merangsang produktifitas. Kopi juga bukan selalu menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Karenanya, minum secangkir kopi adalah sebuah jalan menuju sehat.

Setelah penelitian demi penelitian membenturkan antara dampak buruk dan dampak baik meminum kopi, sebuah penelitian baru dari “National Cancer Institute” membuktikan, minum secangkir kopi tanpa kafein meningkatkan kesehatan organ liver.

Penelitian yang dipublikasikan dalam journal of the American Association for Study of Liver Diseases ini menemukan bahwa orang-orang yang sering minum kopi tanpa kafein memiliki enzim hati abnormal yang rendah.

“Hal ini menunjukkan senyawa kimia dalam kopi tanpa kafein membantu melindungi hati. Sedangkan penelitian sebelumnya belum jelas apakah kopi tanpa kafein atau berkafein yang melindungi hati,” jelas Qian Xiao, MD selaku pemimpin penelitian, seperti dikutip “Newsmaxhealth.”.

Studi terdahulu memang telah menemukan bahwa minum kopi dapat membantu menurunkan risiko terkena diabetes, penyakit jantung, perlemakan hati, sirosis, dan kanker hati. Tetapi, menurut Qian Xiao, banyak penelitian belum mengindentifikasi alasan mengapa kopi meningkatkan kesehatan.

Kemudian, Qian Xiao menggunakan data 27.793 orang dewasa dari U.S National Health and Nutrition Examination Survey pada 1999 sampai 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang melaporkan minum tiga atau lebih cangkir kopi tanpa kafein per hari memiliki tingkat enzim hati yang rendah.

“Temuan kami menghubungkan kopi dan kopi tanpa kafein untuk menurunkan kadar enzim hati. Data ini menunjukkan bahwa kandungan dalam kopi tanpa kafein dapat meningkatkan kesehatan hati.

Sebuah penelitian lain yang tak kalah serunya memberi kabar kepada peminum kopi, tentang ditemukannya antioksidan di dalam kopi dapat melawan penyakit gusi. Tentu ini akan menjadi alasan tepat mengapa Anda harus minum kopi.

Lebih lanjut, dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Periodontology, spesialis kesehatan School of Dental Medicine, Nathan, menemukan bahwa konsumsi kopi dikaitkan dengan penurunan risiko jumlah gigi dengan kehilangan tulang periodontal. Nathan mengatakan bahwa meskipun risiko penurunan terbilang kecil, namun sangat signifikan.

“Kami menemukan bahwa konsumsi kopi tidak memiliki efek buruk pada kesehatan periodontal, justru sebaliknya. Minum kopi mungkin memiliki efek perlindungan terhadap penyakit periodontal,” kata Nathan seperti dikutip Newsmaxhealth.

“Ini adalah studi jangka panjang pertama dari jenisnya yang telah meneliti hubungan antara konsumsi kopi dan penyakit periodontal pada manusia,” tambahnya.

Sementara, dalam penelitian ini para peneliti memeriksa catatan kesehatan gigi 1.152 orang di US Department of Veterans Affairs Teeth Longitudinal Study. Para peserta disurvei mengenai konsumsi asupan kopi mereka dan membandingkan hasilnya dengan catatan kesehatan gigi mereka pada periode tertentu untuk mencapai kesimpulan.

Sebelumnya penelitian bahwa kopi bisa menurunkan risiko depresi. Wanita yang minum kopi i mengalami penurunan risiko depresi Namun, semua itu adalah kopi tanpa mengandung kafein karena tidak memberikan manfaat yang sama.

Minum dua cangkir kopi setiap hari mengurangi risiko kanker payudara kembali pada pasien yang mengonsumsi obat anti kanker. Lund University, Swedia, menemukan bahwa pasien yang minum setidaknya dua cangkir kopi setiap hari mengurangi setengah risiko kekambuhan dibanding tidak minum kopi sama sekali.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam American Chemical Society Journal of Agricultural & Food Chemistry, minum empat cangkir kopi setiap hari dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar lima puluh persen. Studi-studi lain juga menemukan hasil yang sama, namun ini kopi tanpa mengandung kafein.

Manfaat kesehatan minum kopi bisa disebaban oleh antioksidan dan magnesium sehingga mencegah kerusakan zat amiloid polipeptida, yakni zat yang menyebabkan diabetes tipe 2.

Komentar