Umur Kebahagiaan Orang dalam Hidupnya

Penulis:: Darmansyah

Senin, 10 Juli 2017 | 07:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Sebuah survei terbaru, berdasarkan laporan “world happiness,” pekan ini, menemukan usia  paling bahagia seseorang dalam hidupnya dalam hidupnya.

Survei ini berlangsung selama enam bulan, sejak awal tahun, meliputi seratus enam puluh negara dan dipublikasi secara luas.

Hasilnya menyatakan Norwegia sebagai negara yang penduduknya paling bahagia.

Selain itu survei juga telah menemukan pada usia berapa orang paling kurang bahagia dalam hidupnya.

Survei ini mencari hubungan antara kondisi kebahagiaan, kesehatan, dan usia di dunia.

Hasilnya ditemukan bahwa di negara-negara maju berbahasa Inggris, seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Australia, penurunan kebahagiaan hidup penduduknya terjadi pada usia antara empat puluh lima dan lima puluh empat tahun.

Tingkat kebahagiaan itu naik lagi setelah usia lima puluh empat tahun.

Mengapa banyak orang merasa kurang bahagia di usia paruh baya?

Profesor Angus Deaton, salah satu peneliti, menduga bahwa penurunan tersebut terjadi karena itu adalah usia di mana seseorang mengalami lebih banyak stres, kecemasan, dan kemarahan, baik karena pekerjaan ataupun kehidupan sosialnya.

“Penemuan ini sudah bisa diduga,” katanya.

“Ini adalah usia di mana biasanya gaji seseorang ada di puncak sekaligus memiliki tanggung jawab lebih besar. Dan ini juga usia untuk bekerja lebih keras dan mendapatkan hasil lebih banyak, walau harus dibayar dengan hilangnya waktu untuk diri sendiri.”

Selain urusan pekerjaan dan faktor ekonomi, faktor kesehatan juga berpengaruh.

Di negara-negara yang memiliki sistem layanan kesehatan baik, bertambahnya usia seringkali tidak menjadi masalah.

Sementara di negara yang lebih miskin, pola seperti ini tidak ditemukan. Kebahagiaan biasanya menurun sesuai dengan bertambahnya usia.

Di wilayah lain, seperti daerah bekas Uni Soviet yang mengalami runtuhnya komunisme dan sistemnya, para orang tua ternyata kurang bahagia.

Mereka kehilangan sistem yang, meski tidak sempurna, namun memberi arti pada hidupnya, dan dalam beberapa kasus sekaligus menyediakan pensiun dan jaminan kesehatan.

Ketika para peneliti mencari hubungan antara kebahagiaan dan kematian, mereka menemukan faktor yang mungkin merupakan kunci umur panjang: yakni tujuan hidup.

Orang-orang tua yang merasa hidup mereka memiliki tujuan, secara signifikan lebih mungkin berumur panjang.

“Walau hasil ini tidak secara tegas menunjukkan bahwa tujuan hidup seseorang berpengaruh pada usianya, namun hal ini menunjukkan bahwa sikap positif dalam hidup bisa mengurangi risiko kesehatan seseorang,” ujarnya.

Kebahagiaan memang akan terus kita kejar sepanjang usia, tetapi kapankah sebenarnya puncak rasa bahagia kita sebaga manusia?

Menurut sebuah studi, usia dua puluh tiga tahun dan enam puluh sembilan tahun adalah masa ketika kita merasa paling bahagia.

Kebahagiaan hidup disebutkan mengikuti kurva berbentuk “U”, yang akan terus mengalami penurunan setelah kita berumur 23 tahun lalu menjadi fase mendatar di usia dewasa, lalu naik kembali di usia pertengahan.

Demikian kesimpulan peneliti dari London School of Economics

Mereka ditanya tentang tingkat kebahagiaan dan juga tentang apa yang akan mereka rasakan dalam lima tahun.

Kemudian, lima tahunnya kedepan para responden itu ditanya lagi tentang tingkat kebahagiaannya.

Hasil penelitian itu mungkin akan bias karena orang muda cenderung berlebihan memperkirakan kebahagiaannya di masa datang.

Sebaliknya, orang berusia lanjut justru meremehkan tingkat kebahagiannya.

Sebagai contoh, di usia tua, para responden memprediksi level kebahagiaan mereka akan datar, sementara kenyataannya justru meningkat.

Kabar baiknya, kebahagiaan adalah sesuatu yang bisa kita upayakan.

Misalnya, memiliki hubungan yang romantis dengan pasangan. Studi menyimpulkan, orang yang sering berhubungan seksual cenderung lebih bahagia.

Yang harus diingat, bukan hubungan seksnya yang mendatangkan kepuasan, tetapi waktu yang dihabiskan untuk saling menunjukkan rasa cinta dan perasaan setelah bercintalah yang meningkatkan rasa bahagia.

Bila Anda masih melajang, meluangkan waktu bersama orang terdekat, bisa sahabat atau keluarga, juga dapat mendongkrak level hormon cinta atau oksitosin di otak.

Cara lain untuk meraih bahagia adalah dengan menjaga gaya hidup sehat. Rutin berolahraga terbukti menurunkan kadar stres dan meningkatkan rasa puas.

Komentar