Ini Makanan Pas Untuk Teman Minum Kopi

Penulis: Darmansyah

Jumat, 23 Februari 2018 | 09:03 WIB

Dibaca: 0 kali

Nah, ini dia berita yang mengasikkan dan ditunggu banyak penggemar kopi.

Beritanya, seperti ditulis “kompas.com, makanan apakah yang paling tepat untuk menemani minum kopi?

Ya, memang ada orang yang tidak ambil pusing soal ini. Ada yang ngopi sambil mengudap gorengan, kripik, gado-gado, bahkan nasi padang.

Tentu tidak ada yang melarang soal itu. Toh pepatah mengatakan: “De gustibus non est disputandum“, selera tidak bisa diperdebatkan.

Kendati demikian, ternyata makanan dengan rasa tertentu bisa membuat kopi lebih enak di lidah.

Karenanya tak heran kedai-kedai kopi tradisional maupun gerai modern menjual makanan dengan cita rasa tertentu untuk melengkapi kopi mereka.

Makanan seperti apakah itu? Untuk lebih memahaminya, gerai kopi Starbucks menggelar kelas “The Harmony of Coffee and Food” yang merupakan rangkaian dari Starbucks Masterclass Indonesia.

Dalam kelas itu, peserta diajarkan menemukan cita rasa yang tepat untuk kopi-kopi dengan flavor berbeda. Kompas Lifestyle beruntung menjadi salah satu “murid” dalam pelajaran yang diadakan di Starbucks Reserve Pakubuwono, Jakarta.

Awalnya kami diperkenalkan dengan lima jenis makanan dengan tampilan menggiurkan yang dijual di gerai tersebut. Kue-kue ini dipilih agar sesuai dengan rasa kopi.

Menurut Gary Gutierrez, senior food manager Starbucks Indonesia, makanan yang tepat akan mendorong munculnya rasa kopi.

Sebaliknya, makanan yang tidak tepat justru akan “mematikan” atau melemahkan rasa-rasa istimewa dalam secangkir kopi.

Yang pertama dibawa Gary adalah Cheese Danish, kue lembut dengan mentega dan keju, namun terasa sangat manis.

Kue lainnya adalah Quiche Lorraine yang terasa gurih seperti telur dadar dengan keju, lalu Lemon Chia Cookie, semacam kue kering dengan rasa manis sedang dan flavor lemon, Cannelle, kue manis serupa bika ambon dengan sedikit rasa vanilla dan karamel, serta Madeleines, yang seperti kue cubit namun dilumuri gula dan cokelat.

Kami diminta memasangkan kue mana yang paling cocok dengan tiga jenis kopi yang disediakan. Adapun ketiga kopi itu memiliki karakter dan flavor yang berbeda.

Yang pertama adalah Veranda, kopi Amerika Selatan yang dipanggang dalam warna terang (light roasting) sehingga terasa tipis di mulut dan memiliki flavor buah-buahan dan memiliki rasa manis.

Kedua adalah kopi Kenya yang dipanggang medium, dengan body tidak terlalu tebal dan rasa yang kompleks cenderung fruity.

Dan ketiga adalah kopi Sumatra yang dipanggang hingga berwarna gelap (dark roasting), dengan body tebal dan flavor seperti cokelat dan ada rasa gurihnya.

Nah, yang harus dilakukan peserta adalah mencicipi makanan, lalu menyeruput sedikit kopi, dan mencari tahu apakah flavor kopi menjadi semakin muncul setelah makan kue-kue tersebut.

Sesi cicip mencicip ini memang seru tapi memerlukan kecerdasan lidah atau kemampuan lidah mengenal rasa-rasa yang muncul. Mereka yang menganggap semua makanan itu enak, mungkin akan kesulitan mengecap perbedaannya.

Setelah berulang kali mengunyah dan menyeruput, kami sepakat bahwa kopi-kopi dengan body yang tipis atau medium, lebih cocok dipadukan dengan makanan yang cenderung manis.

Sedangkan kopi dengan rasa yang lebih tebal di mulut, lebih cocok disandingkan dengan makanan yang gurih. Sedangkan makanan berminyak akan menutupi flavor kopi.

Hal ini dibenarkan oleh Mirza Luqman, Senior Learning Manager di Starbucks.

“Makanan yang cheesy atau gurih bisa melembutkan kopi yang heavy dan pahit seperti kopi Sumatra ini,” ujar Mirza yang sudah berpengalaman lima belas tahun menjadi barista

Mirza juga sepakat bahwa setiap makanan bisa membuat rasa kopi menjadi berbeda. Dengan memadukan dengan makanan yang tepat, rasa kopi akan menjadi lebih nikmat.

Pada dasarnya, rasa kopi akan lebih muncul bila dinikmati dengan makanan yang pas. Bila kita memadukan rasa yang tepat, maka apa yang ada di piring akan melengkapi rasa yang didapat di cangkir.

Nah, kombinasi seperti apa yang kamu sukai, sekali lagi tergantung pada selera.

Komentar