Ini Kunci Kenikmatan Bercinta Suami-Istri

Penulis: Darmansyah

Senin, 17 Oktober 2016 | 10:56 WIB

Dibaca: 1 kali

Laman situs “glamour,” hari ini, Senin, 17 Oktober 2016, menurunkan rangkaian tulisan tentang berbagai kenikmatan bercinta dengan hanya menata kamar serta mengistirahatkan tubuh Anda sehari sebelumnya.

Kenikmatan ini biasanya datang dari rasa fresh yang dimiliki oleh

Penyebabnya tak sedikit wanita yang mengatakan bahwa kegiatan seksual menjadi membosankan seiring usia pernikahan berjalan.

Menurut laporan dari Healthy Women’s WomenTALK survei, sebanyak enam puluh enam persen wanita mengatakan, aktivitas seksual bergulir terasa seperti beban.

Salah satu masalah yang sering dirasakan wanita saat bercinta dengan suami adalah merasa tidak percaya dengan bentuk tubuh.

Jadi, kebanyakan wanita pun merasa nyaman ketika bercinta dilakukan dalam penerangan remang atau sama sekali gelap.

Hal ini sangat disayangkan.

Sebab, menurut pakar seks dan konsultan keluarga, Tristan Weedmark, peluang wanita menikmati orgasme lebih tinggi ketika hubungan seksual dilakukan dengan lampu menyala.

Oleh karena itu, para suami harus pintar dalam meningkatkan rasa percaya diri istri untuk lebih nyaman berintimasi dengan lampu terang benderang.

“Rasa percaya adalah unsur diri wanita paling seksi. Kuasai diri dan pikiran sehingga daya tarik seksual Anda terpancar. Hal yang demikian memotivasi suami untuk banyak melakukan insiatif seks,” terang Weedmark.

Selain itu, Weedmark juga menganjurkan suami istri untuk tidak menjalani ritual seksual yang selalu sama.

“Sesekali keluar dari zona nyaman Anda berdua. Hal itu mungkin ‘menakutkan’ tetapi jangan dilawan, biarkan ritme tubuh Anda berdua melawan rasa tidak nyaman sehingga menjadi nyaman,” pungkasnya

Seiring pertambahan usia kekuatan fisik pun menurun sehingga memengaruhi hubungan seksual dengan suami.

Alhasil, merasakan klimaks bercinta pun terasa semakin jarang dan mustahil.

Namun, Anda tidak perlu khawatir berkepanjangan. Sebab, orgasme datang tak melulu karena faktor internal, tetapi unsur eksternal juga memengaruhi tahap klimaks bercinta.

“Ciptakanlah lingkungan tempat bercinta dengan suami yang bebas stres dan bebas distraksi,” jelas Ava Cadell, Ph.D, penulis Neuroloveology, the Power to Mindful Love and Sex.

Kemudian, Cadell menambahkan bahwa kebersihan kamar tidur, suara televisi, dan ponsel yang terus memberikan notifikasi bisa mengganggu konsentrasi serta intimasi berdua dengan suami.

“Kamar yang bersih dan harus membantu pelepasan hormon endorfin seperti dopamin. Anda pun jadi lebih termotivasi untuk  lebih menikmati waktu seksi bersama suami,” pungkasnya.

Momen bercinta paling optimal ketika diakhiri dengan orgasme.

Namun, sayang sekali, tidak semua pasangan suami istri yang cukup beruntung merasakan orgasme setiap kali melakukan aktivitas seksual. Apa pasal?

Selain kondisi tubuh dan beban pikiran, hal paling menentukan dalam pencapaian titik klimaks ketika bercinta adalah waktu bercinta.

Menurut Laurie Watson, seorang terapis seks dan konselor pernikahan di Raleigh, NC, sekaligus penulis Wanting Sex Again, mengatakan bahwa waktu terbaik bercinta dengan peluang orgasme paling tinggi adalah satu hari sebelum menstruasi.

“Kala uterus mengencang karena akumulasi darah, maka labia  lebih sensitif, begitu pula jaringan klitoris yang sangat peka pada sentuhan, terutama ketika Anda menahan cairan,” jelas Watson.

Rasa tidak nyaman dan pegal-pegal biasanya dialami wanita sebelum masuk masa menstruasi. Namun, sebenarnya tidak masalah untuk bercinta di masa pra menstruasi.

“Cobalah bercinta, tepat sebelum menstruasi, memang benar bahwa tubuh kurang kondusif, tetapi sesekali semangati diri untuk bercinta. Sebab, hasilnya akan membuat Anda tersenyum dan bahagia sepanjang hari,” terangnya.

Selain itu, para peneliti mengatakan bahwa tidur nyenyak selama delapan jam setiap malam memberikan rangkaian manfaat yang positif untuk hidup Anda.

Manfaat tersebut mulai dari kesehatan, kecantikan, dan stamina tubuh yang berdampak signifikan pada hubungan seksual.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh Journal of Sexual Medicine, kurang tidur bisa membuat stamina seksual menurun drastis.

Namun, tambahan satu jam pada waktu tidur malam bisa meningkatkan kualitas seksual sebanyak empat belas  persen pada esok malam Anda berintimasi dengan suami.

“Pengaruh kualitas tidur sangat signifikan pada hasrat seksual. Namun, tidak banyak orang menyadari bahwa kurang tidur memadamkan kekuatan serta hasrat seksual, terutama pada wanita,” jelas Dr David Kalmbach, penulis studi.

Pesan yang harusnya disampaikan, kata Dr Kalmbach, adalah bukan soal lebih banyak waktu tidur tetapi kualitas tidur Anda.

Jadi, Anda perlu tahu kebutuhan tidur yang diperlukan tubuh berdasarkan aktivitas dan konsumsi makanan.

Komentar