Ini Dia Manfaat Bergosip untuk Kesehatan

Penulis: Darmansyah

Selasa, 13 Maret 2018 | 14:06 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda jangan dulu menjatuhkan vonis jelek terhadap bergosip.

Ternyata  bergosip  mempunyai manfaat.

Bergosip adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan untuk sebagian orang, terutama wanita.

Banyak orang menganggap gosip hanya obrolan omong kosong yang bisa merusak reputasi seseorang. Memang, bergosip bisa jadi kurang pantas.

Bahkan sangat negatif, apalagi jika membicarakan keburukan orang lain. Tapi, tahukah Anda bahwa bergosip memiliki manfaat bagi kesehatan seseorang?

Sebuah penelitian baru dari University of California, Berkeley, bahwa bergosip memiliki manfaat fisik dan psikologis yang signifikan.

Menurut para peneliti, bergosip tidak selalu buruk karena dapat mengatasi prasangka negatif. Hal demikian juga dapat membantu mereka mengatasi stres atau depresi dengan cara lebih positif.

Menurut Robb Willer, peneliti dari University of California, Berkeley, menyebarkan informasi tentang seseorang yang Anda lihat berperilaku buruk membuat Anda merasa lebih baik dan menenangkan rasa stres yang mendorong Anda untuk  bergosip.

Dalam penelitiannya, dibuktikan bahwa ketika orang-orang melihat seseorang berperilaku buruk, detak jantung mereka meningkat cepat.

Ketika mereka kemudian menceritakan atau mendiskusikan hal tersebut dengan orang lain, detak jantung mereka mulai kembali normal. Ini adalah salah satu manfaat kesehatan yang paling penting dari kebiasaan bergosip, karena membantu menghilangkan rasa stres dan pikiran negatif.

Selain itu, dengan menyampaikan perilaku buruk seseorang ke orang lain, Anda secara tidak langsung mengingatkan orang lain untuk berhati-hati agar perilaku buruk seseorang tidak merugikan mereka.

Misalnya, ketika Anda menyaksikan seseorang berselingkuh kemudian Anda bergosip dengan teman Anda mengenai perselingkuhan itu, secara tidak langsung Anda memperingatkan mereka untuk berpikir dua kali jika ingin menjalin hubungan dengan orang tersebut.

Contoh lain, misalnya Anda stres karena teman Anda selalu datang terlambat padahal Anda perlu segera menyelesaikan tugas yang merupakan tanggung jawab bersama.

Anda dapat menceritakan ini ke teman sekantor Anda untuk mengurangi stres yang Anda hadapi sekaligus memperingatkan teman curhat Anda ini jikalau mereka harus menjalani suatu proyek bersama dengan “si tukang ngaret“.

Bergosip dengan teman baik untuk diri Anda, apapun kepribadian yang Anda miliki. Menurut peneliti dari University of Pavia di Italia, bergosip dapat meningkatkan kadar oksitosin, atau yang disebut dengan hormon cinta.

Kadar oksitosin meningkat setelah seseorang bertukar gosip, dibandingkan bila hanya melakukan percakapan normal.

Para peneliti dari University of Michigan, membuktikan bahwa seorang wanita lebih bahagia dan lebih sehat jika menikmati obrolan rutin dengan teman wanita karena dapat meningkatkan hormon progesteron, yang dapat mengurangi tingkat kecemasan dan stres.

Hormon ini memainkan peran penting dalam ikatan sosial dan juga membuat wanita lebih terdorong untuk membantu orang lain dalam masalah.

Menurut Goali Auzeen Saedi, seorang psikolog, konselor sekaligus penulis dari University of Notre Dame ada hal-hal baik yang dapat dipetik ketika bergosip. Berikut empat di antaranya seperti dirangkum dari sejumlah sumber:

Bergosip dapat melepas stres, meski hanya dalam ‘dosis’ yang tak seberapa. Kuncinya ialah orang sebaiknya bercerita pada teman yang bisa mereka percaya.

“Ada elemen pelepas stres setiap kita berbagi cerita dengan orang yang dipercaya, kuncinya ialah kepercayaan. Jika dua orang dalam pertemanan yang erat, bicara dengan bebas bisa berfungsi sebagai terapi,” jelas Goali seperti dilansir dari Cosmopolitan, baru-baru ini.

Akan tetapi, bergosip hanya akan semakin membuat frustasi kala terus-terusan membicarakan orang yang sama. Goali menyarankan sebaiknya obrolan diarahkan agar lebih konstruktif.

“Bergosip akan lebih berguna untuk memberikan pengalaman yang lebih baik dengan teman untuk membuahkan solusi. Berbanding jauh dari pada membicarakan kejelekan orang lain terus-terusan,” tambahnya.

Dalam pertemanan kadang orang mendeteksi adanya ‘sinyal’ tak baik atau rasa takl nyaman. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan bercerita pada teman dalam satu kelompok sehingga orang bisa mendapat titik terang.

“Gosip prososial adalah tipe  yang membantu orang menyampaikan informasi dan membantu kita bertumbuh, merasa aman, dan mengetahui apa yang terjadi di lingkungan kita,” kata Goali.

Sebuah studi pada enam tahun nsilam menemukan partisipan yang begitu peduli pada seseorang yang dianggap tidak bisa dipercaya justru adalah orang yang paling mungkin membicarakan orang lain di belakang mereka. Namun, hal ini dilakukan dengan alasan yang baik yakni, untuk memperingatkan kelompok bahwa ada teman yang berpotensi jadi ‘racun’.

Salah satu cara membangun hubungan pertemanan yang baik ialah dengan keterbukaan.

Mengungkapkan kemarahan, kekecewaan atas apa yang dilakukan teman justru bisa membuat mereka menjadi orang yang lebih baik karena mereka tahu apa yang mereka lakukan itu salah.

“Teman mungkin tak sadar dengan apa yang mereka lakukan selama ini. Anda ingin peduli dan tak pernah mengejutkan mereka dengan intervensi besar,” jelas Goali.

Bergosip rupanya membuat orang mengetahui apa yang tak boleh dilakukan dalam pertemanan. Sebuah studi pada thun lalu menunjukkan partisipan yang melihat tindakan buruk dalam sebuah video. Setelah itu mereka bergosip mengenai tindakan buruk, dan menjadi lebih sadar akan peraturan kampus.

“Apa yang menurut orang lain tak baik, bisa jadi informatif buat diri kita saat kita memutuskan untuk melanjutkan hubungan dengan orang lain atau tidak,” kata Goali.

Komentar