Rumah Apik? Maksimalkan Interiornya

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 10 Mei 2014 | 11:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Jangan hanya berpikir rumah besar, pekarangan luas dan perabotan serba wah yang bisa mengesankan tampilan apik. “Tidak,” ujar desainer Claudia Benvenuto di situs “domainehouse.com.”

Claudia sudah membuktikan, bahwa r rumah berukuran mungil pun bisa dibuat tampak apik, sembari memaksimalkan fungsi barang-barang di dalamnya.

Benvenuto ketika mendesain interior ruang apartemen mungil menggunakan tidak terlalu banyak warna dan material berbeda dalam dekorasinya. Membatasi warna dan material bisa membantu mengekspansi interior rumah Anda secara visual, terutama dalam ruang berkonsep terbuka atau apartemen berjenis studio.

Namun, jika ingin menambahkan warna, Anda bisa memanfaatkan karya seni penuh warna-warni untuk menambahkan aksen dan karakter. Langkah itu juga bisa mencegah interior rumah terlihat membosankan.

Anda, kata Caludia harus bisa membedakan area-area di dalam rumah sesuai dengan fungsinya. Sebisa mungkin, gunakan “pembatas” yang tidak menutupi atau menyekat interior rumah Anda secara visual.

Misalnya, Anda bisa menggunakan rak buku untuk membatasi antara area tidur dan area beraktivitas di dalam apartemen studio. Rak buku menyediakan sisi-sisi “tembus pandang” yang memungkinkan Anda melihat area lain di dalam rumah.

Jangan lupa menggunakan barang-barang yang memiliki fungsi lebih dari satu. Misalnya, Anda bisa menggunakan meja makan yang berfungsi ganda sebagai meja kerja.

Anda pun bisa menggunakan ottoman dengan ruang di bagian dudukan untuk menaruh seprai atau barang-barang lain. Jika satu benda bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, Anda hanya memerlukan satu benda tersebut. Anda bisa menghemat ruang dan biaya.

Tapi, jika tidak menemukan benda dengan dua fungsi, Anda masih bisa memanfaatkan barang-barang yang sudah tersedia. Cobalah mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam penyimpanan. Misalnya, Anda bisa menaruh tempat penyimpanan di bawah tempat tidur.

Selanjutnya, buatlah loft atau level tambahan di dalam apartemen Anda. Tentu saja, lakukan hal ini jika Anda yakin hal tersebut mungkin dan tidak menyalahi aturan apartemen Anda.

Level tambahan tersebut bisa Anda manfaatkan untuk menaruh tempat tidur, atau menjadikannya ruang kerja. Hal itu bisa membuat Anda mengurangi permukaan yang tertutup furnitur.

Kelima, gunakan cermin untuk mendekor interior rumah Anda. Cermin bisa menyebarkan cahaya dengan lebih baik dan membuat ilusi visual. Rumah Anda tampak lebih besar dari sebenarnya.

Jngan takut memberikan kepribadian dalam interior rumah Anda. Meski berukuran terbatas, Anda tidak perlu membatasi hiasan-hiasan kesukaan Anda.

Anda juga masih bisa menggunaan pencahayaan dekoratif, hiasan jendela, barang-barang atau perabot cantik, serta penutup dinding bercorak atau berwarna mencolok.

Desainer Manish Arora sejalan dengan pikiran Caludia. Ia juga menekankan jangan penuhi rumah warna-warna mencolok.

Berada di lingkungan Canal Saint-Martin, Arora tinggal di salah satu apartemen tua yang dibangun sebelum Perang Dunia pecah di Paris, Perancis. Namun, meskipun tua, interior apartemen tersebut sangat moderen.

Penataan interiornya membuat apartemen itu terasa luas. Warna-warni perabot yang dipilih Arora pun membuat hunian itu jauh dari kesan tua dan membosankan.

Dikutip dari edisi cetak “lonny.com,” Arora mengaku begitu mencintai apartemennya itu, dan dia merasa harus “menghancurkannya”.

“Saya pikir, ini dia. Pikiran selanjutnya adalah, saya perlu meruntuhkan sebanyak mungkin dinding yang ada,” ujar Aurora.

Desainer asal New Delhi tersebut tidak bisa hidup dalam gelap. Karena itu, dia perlu mengubah interior apartemennya agar bisa menerima banyak cahaya matahari. Selain membuat interior lebih terbuka.

Arora pun memasukkan banyak warna. Warna-warni tersebut sudah mulai “mengejutkan” mata pengunjung rumahnya sejak dari pintu masuk.

“Ketika masuk ke rumah, saya harus melihat ledakan warna. Saya harus mengatakan oke! Saya pulang,” katanya.

Selain pintu, setiap dinding di dalam apartemen sang desainer pun punya karakter sangat kuat. Arora memilih warna-warna terang. Bahkan, Arora membutuhkan enam lapis warna untuk mendapatkan satu warna yang dia inginkan.

“Sulit menjelaskan pada arsitek Perancis, Antoine, bahwa saya ingin dinding oranye dengan warna merah muda di atasnya; atau hijau, biru, dan kuning dalam satu ruangan. Tidak normal untuknya,” ujar Arora.

sumber: www.lonny.com dan www.domainehome.com

Komentar