Impotensi Kini “Menjangkiti” Pria Usia Muda

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 31 Agustus 2017 | 09:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Impotensi kini memasuki fase gawat bersamaan dengan terjadinya  lebih umum dan “menjangkiti” pria lebih muda daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Faktor utama yang “menjangkitinya disebabkan  gaya hidup yang salah dan kondisi fisik atau penyakit.

Seperti diketahui impotensi atau disfungsi ereksi menyebabkan seseorang tidak mampu ereksi maupun mempertahankan ereksi penis, sehingga kegiatan seksual terhambat.

Pada umumnya, kaum laki-laki yang telah berusia lanjut sering mengalami gangguan tersebut.

Namun perlu diingat bahwa tidak semua laki-laki yang telah berumur akan mengalami hambatan seksual itu.

Sebuah studi pada Juli empat tahun silam oleh Journal of Sexual Medicine menunjukkan bahwa impotensi terjadi lebih umum di antara pria yang lebih muda daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Para peneliti menemukan bahwa impotensi mempengaruhi dua puluh enam persen laki-laki dewasa di bawah usia empat puluh tahun.

Hampir setengah dari orang-orang muda menderita impotensi parah.

Lantas, apa penyebab impotensi di usia muda?

Pertama adalah kebiasaan menenggak alcohol.

Minuman ini membuat depresan sistem saraf yang bisa memblokir impuls saraf serta menghalangi komunikasi otak dengan tubuh.

Alkohol akan mempengaruhi sistem kerja saraf saat ereksi, sehingga tidak terjadi kesinambungan antara otak dan saraf yang mengatur penis agar ereksi.

Selain itu bisa juga karena memakai obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi

Hipertensi dapat menyebabkan impotensi karena arteri kurang fleksibel dan sempit, sehingga aliran darah menuju arteri semakin berkurang.

Hal ini lah yang menyebabkan impotensi, karena darah yang beredar di bagian penis menjadi terbatas.

Faktor rokok juga bisa menjadi sebabnya

Pria yang gemar merokok biasanya tidak menyadari bahwa kebiasaan itu akan membahayakan kesehatan, termasuk alat vitalnya.

Semakin lama, timbunan nikotin yang terdapat di dalam rokok akan semakin terakumulasi di dalam tubuh.

Timbunan nikotin yang berlebihan tersebut akan menyebabkan aliran darah tidak lancar dan menyebabkan ereksi tidak bisa berjalan normal.

Dan, apakah Anda tahu bahwa obat penumbuh rambut dapat menjadi penyebab impotensi di usia muda?

Pada bulan April lima tahun lalu, Food and Drug Administration Amerika memberikan peringatan pada produk untuk menumbuhkan rambut rontok yang mengandung obat Propecia, untuk menyertakan peringatan tentang efek samping seksual jangka panjang termasuk masalah dengan libido, ejakulasi, dan orgasme pada pria.

Perasaan gairah seksual yang menyebabkan ereksi, dimulai di otak.

Kondisi seperti depresi dan kecemasan dapat mengganggu proses tersebut.

Salah satu tanda utama dari depresi adalah kehilangan minat akan hal-hal yang membawa kesenangan, termasuk hubungan seksual.

Stres yang berhubungan dengan pekerjaan, uang, dan peristiwa kehidupan lainnya dapat menyebabkan impotensi di usia muda.

Masalah hubungan dan komunikasi yang buruk dengan pasangan juga bisa menyebabkan disfungsi seksual pada pria.

Sebenarnya faktor usia, muda atau pun tua, bukan  halangan untuk menikmati seks yang memuaskan.

Menurut survei terhadap dua ribuan  orang pada tingkat usia umum terungkap bahwa empat puluh tiga persen dari mereka mengatakan hasrat seksual mereka berada pada level “moderat hingga sangat tinggi.”

Jika Anda juga bercita-cita ingin memiliki kehidupan seks yang aktif sampai tua, ada tips dari Debby Herbenick, PhD, penulis “Because It Feels Good: A Woman’s Guide to Sexual Pleasure and Satisfaction.”

Ia menganjurkan agar Anda rutin berbincang intim sebelum tidur  dengan memperluas bukan hanya membicarakan topik seputar pekerjaan atau anak, tapi juga membicarakan kehidupan seks. Pada saat pillow talk, biasanya kita dan pasangan lebih rileks sehingga juga lebih terbuka bicara berbagai hal, termasuk menyampaikan apa yang Anda dan pasangan inginkan di tempat tidur.

“Beberapa pasangan sama sekali menghindari topik terkait masalah seks,” kata Herbenick.

Padahal, pasti akan ada saat Anda dan pasangan mengalami penurunan gairah seksual, misalnya karena sakit, stres, atau baru memiliki anak.

Selain itu, Anda mungkin perlu bereksperimen sedikit untuk mengetahui apa yang membuat lebih mudah mencapai puncak kepuasan seksual atau orgasme.

Herbenick merekomendasikan menggunakan tangan atau mainan seks untuk menjelajahi tubuh Anda sendiri dan mengidentifikasi, khususnya, jenis sentuhan atau rangsangan apa yang disukai.

Kedekatan emosional merupakan fondasi bagi keintiman fisik.

“Seiring bertambahnya usia, pria dan wanita sering mengalami penurunan gairah atau ada masalah seksual. Namun, pasangan yang memperhatikan keintiman emosional biasanya tetap memiliki kepuasan seksual yang tinggi.”

Komentar