Gangguan Tidur dan Solusi untuk Lelap

Penulis:: Darmansyah

Sabtu, 22 April 2017 | 11:20 WIB

Dibaca: 1 kali

Tidur menjadi aktivitas yang semestinya dapat dinikmati, asalkan tidak diselingi dengan gangguan yang kerap datang.

Entah itu gelisah, sakit di punggung atau keram di kaki.

Seperti dilansir dari Witty Feed, sejumlah gangguan tidur itu dapat disiasati dengan mudah dan tergantung pada posisi tidur.

Di antara gangguan itu, diantaranya yang sering dialami misalnya sakit punggung, leher dan keram di kaki.

Posisi tidur miring dengan tangan yang memeluk bantal memang pilihan yang menyenangkan untuk menikmati tidur.

Namun, posisi tersebut justru akan berujung pada sakit punggung.

Para dokter merekomendasikan agar seseorang memilih untuk tidur dengan telentang dan meletakkan bantal di bawah lutut kaki supaya membentuk kelengkungan alami tubuh.

Salah bantal, ungkapan yang seringkali disebut ketika terbangun dengan sakit leher.

Biasanya, sakit leher akan terjadi jika kepala diletakkan di atas bantal. Hal itu akan membuat posisi leher tidak sejajar dengan tubuh.

Posisi telentang memang dianjurkan oleh para dokter. Selain itu, seseorang dapat menaruh bantal di bawah lengan kanan dan kiri untuk mendapatkan posisi yang nyaman.

Tak jarang seseorang tidur dengan mendengkur.

Untuk menghilangkan kebiasaan mendengkur itu, dokter menganjurkan untuk tidur telungkup dengan posisi tubuh menyamping.

Selain itu, dokter juga menganjurkan supaya seseorang yang seringkali mendengkur mau melakukan terapi untuk menguatkan otot-otot lidah dan tenggorokan.

Saat tubuh sudah lelah, biasanya tidur adalah pilihan terbaik.

Seharusnya, seseorang dapat melakukan pemanasan atau olahraga ringan sebelum tidur.

Hal itu untuk menghindari kram kaki yang dapat terjadi seketika. Selain itu, olahraga seperti yoga juga dianjurkan untuk menghindari hal tersebut.

Sebelum tidur, seseorang dapat meninggikan kakinya dengan bantal supaya aliran darah dapat mengalir.

Tidak hanya itu, sedikit pijatan di kaki juga dapat membantu melancarkan aliran darah.

Tidur menyamping ke kiri dapat mencegah makanan kembali ke kerongkongan sehingga mulas tidak akan terjadi. Selain itu, seseorang juga harus membatasi asupan kafein 6 jam sebelum tidur.

Ada yang salah dengan posisi tidur seseorang jika terbangun dengan sakit pada bahunya. Salah satu penyebabnya adalah tidur telungkup. Solusinya, seseorang harus tidur telentang untuk menghindari sakit bahu tersebut.

Persepsi yang salah ketika seseorang mengupayakan untuk cepat tidur dengan bermain handphone atau laptop.

Dengan dalih ingin membuat mata lelah justru hal tersebut tidak akan memancing rasa kantuk.

Hal terbaik untuk membuat cepat tidur adalah dengan membaca buku dan menghitung anak domba. Hal itu tidak akan membuat otak terus bekerja dan rasa santai juga akan dimiliki oleh tubuh.

Biasanya, kegelisahan menyerang di kala tertidur. Hal itu umumnya terjadi karena hawa panas yang tidak kuat ditanggung oleh tubuh.

Sebaiknya, seseorang tidak mengonsumsi minuman alkohol karena dapat membuat tubuh menjadi pans. Selain itu, pasang kipas angin atau AC untuk menyejukkan kamar.

Hal yang tidak dapat dihindari oleh kebanyakan orang. Biasanya kurang tidur akan membuat seseorang terlambat bangun. Solusi untuk menghindari hal itu adalah dengan membiasakan bangun di pagi hari di waktu yang sama.

Jika kesulitan tidur masih sulit dialami, seseorang dianjurkan untuk memeriksa ke dokter dan melakukan terapi

Di Laboratorium Media Massachusetts Institute of Technology, peneliti David Rose menginvestigasi lingkungan ideal untuk tidur yang berujung pada nap pod atau wadah untuk tidur.

Menurut David, ini bakal jadi bentuk inovasi baru untuk aktivitas tidur.

“Buat saya, ini adalah tempat tidur ayun pada teras di Wisconsin barat laut. Anda bisa mendengarkan kicau burung dan angin yang berhembus di antara pohon cemara, dan ada beban 10 selimut di atas saya karena malam yang dingin. Kami mencoba banyak cara supaya tidur lebih lelap,” jelas David seperti dilansir dari New York Times, baru-baru ini.

Sementara itu, di Universitas California, Berkeley, profesor ilmu saraf dan psikologi Matthew P. Walker meneliti stimulasi langsung sebagai obat untuk sleeplessness.

Profesor Matthew juga bekerja melalui data yang ia terima dari Sense, sebuah alat yang didesain untuk mengukur kualitas udara dan hal-hal tak terukur lainnya di kamar tidur. Dari hasil yang diperoleh ia lalu memberi saran untuk membantu orang bisa tidur lebih baik.

“Saya dapat misi, saya ingin menyatukan kembali kemanusiaan dengan hal yang selama ini hilang, yakni tidur,” katanya.

M.I.T dan University of California hanya dua dari sejumlah lembaga yang sedang berupaya mewujudkan inovasi agar seseorang dapat tidur lebih lelap dan mendapatkan waktu istirahat berkualitas.

Meluncur ke Paris, pakar ilmu komputer Hugo Mercier berinvestasi pada gelombang suara

Wirausahawan Australia, Ben Olsen ingin memperkenalkan Thim, sebuah gawai yang terpasang di jari.

Thim menggunakan suara untuk membangunkan penggunanya tiap tiga menit selama satu jam, sebelum pergi tidur.

Thim merupakan alat ciptaan Ben yang kedua. Sebelumnya, ia membuat Re-Timer, sebuah kacamata besar dengan lampu hijau-biru kecil yang menyinari mata.

Alat ini digunakan untuk mengatur ulang jam tubuh.

Angkatan bersenjata menyebut tidur adalah pilar dari puncak performa prajurit.

Direktur eksekutif Amazon, Jeff Bezos mengatakan bahwa kebiasaannya tidur selama delapan jam per hari baik untuk pemegang sahamnya.

Ia sendiri selalu membawa sleeping bag saat bekerja jadi programer komputer rendah.

Selama bertahun-tahun, studi demi studi menunjukkan bagaimana tidur yang buruk melemahkan sistem kekebalan tubuh, merusak memori, membuat depresi dan gangguan mental dan perasaan, juga menyebabkan obesitas, diabetes, kanker, dan kematian dini.

Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS menyebut tidak bisa tidur atau sleeplessness adalah masalah kesehatan publik. Tidur yang baik membantu kinerja otak
Marian Salzman, Direktur eksekutif Havas PR Amerika Utara, pada sepuluh tahun lalu memproklamirkan, jika tidur telah menjadi trem baru yang tak kalah penting seperti ‘seks’.

 

Kini ia jadi ukuran kesuksesan, dan juga sebagai penambah kemampuan manusia dan memperpanjang hidup.

“Saya bisa lihat tidur jadi senjata lain dalam pengasuhan kompetitif dan pembangunan karier. Jika anda ingin anak sukses, apa anda membelikan mereka perangkat tidur itu?

 

Tidur itu personal, berkelas, dan kini industri tidur berdasar pada layanan teknis, dibuat sesuai keinginan saya,” kata Salzman.

Ketika tidur jadi sesuatu yang personal dan berkelas, maka tak salah jika bermunculan berbagai teknologi demi bisa tidur.

Komentar