Foreplay? Itu Penting Bagi Wanita

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 4 Agustus 2016 | 09:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Foreplay bagi wanita?

“Penting,” tulis laman situs “modrenman,” Kamis, 04 Agustus 2016.

Berlainan dengan pria yang menganggap foreplay hanya sebagai sarana untuk mencapai tujuan, seorang  wanita berhubungan seks tanpa foreplay pasti dirasakan hambar.

“Foreplay bagi wanita bisa membuat seks lebih baik,” lanjut “moderenman.”.

Situs itu  menuliskan,  foreplay itu tak sulit. Sederhana dari permainan bercinta:

Apabila Anda tak bersenang-senang, maka Anda berdua tak akan bersenang-senang.

Perbaiki hal ini dengan menciptakan situasi yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda.

Sekali ini saja, menjadi egois bermanfaat buat Anda berdua.

Apabila wanita menyentuh kelamin pria, mungkin pria akan menyukainya.

Tapi bila seorang pria langsung menyentuh klitoris wanita, tentu agak menyakitkan. Anda harus memanaskan wanita dulu sebelum mencapai hot spotnya.

Mulailah menyentuh punggung sambil mengecupnya atau meletakkan tangan Anda di bagian lainnya dan bergerak perlahan ke bawah.

Ketika pria sudah sampai ke zona erotisnya, mulailah dengan sentuhan ringan, itu akan membangkitkan wanita.

Seks bagi wanita itu sama untuk mental dan fisik. Pria cobalah katakan kepada wanita Anda betapa seksinya dia mengenakan lingeri.

Dorongan ego itu akan membuat perempuan perempuan bergairah dan menjadikannya sebagai penggoda seperti yang Anda inginkan.

Cairan pelumas ini merupakan karunia Tuhan untuk umat manusia. Hampir lima puluh persen orang yang menghasilkan pelumas yang banyak mengatakan itu membuatnya lebih mudah mencapai klimaks.

Mengapa sentuhan  yang satu menit terasa indah tapi tiba-tiba menjadi aneh?

Sesuatu yang bisa membantu Anda adalah ambil jeda untuk tindakan Anda apabila sudah lebih dari satu menit atau tanpa respons antusias darinya.

Apabila Anda melihatnya seperti itu, Anda bisa menebak bahwa wanita tak menyukainya. Dan Anda bisa mengganti permainan.

Bagaimana cara menjadi yang terbaik di atas ranjang? Pertanyaan ini seringkali muncul di benak setiap pria. Ini menjadi tanda jika mereka terkadang kurang percaya diri ketika melayani pasangannya di atas ranjang.

“Tidak Egois” itulah jawabannya.

Untuk menjadi partner seks yang baik adalah tidak egois di atas ranjang.

Tanpa disadari, sebagai seorang pria Anda seringkali memikirkan diri sendiri dibandingkan pasangan Anda.

Mau sampai kapan Anda menyadari jika Mr. P tak selamanya menjadi senjata ampuh untuk kenikmatan seks.

Anda memiliki begitu banyak anatomi tubuh yang dapat digunakan untuk membuat pasangan orgasme.

Gunakan lidah atau jemari Anda untuk beraksi di ranjang. Jadi jangan merasa bangga hanya dengan ukuran dan bentuk Mr. P.

Jika Anda ingin kehidupan seks tetap terjaga, jangan melakukan posisi yang itu-itu saja. Anda harus berani untuk mengekplorasi.

Tak ada salahnya Anda menyerang pasangan Anda ketika berada di dapur atau ruang TV. Ciptakanlah suasana yang baru untuk bercinta. Rasakan sesuatu yang berbeda antara bercinta di kamar tidur dan luar kamar.

Kalimat ini seringkali dilupakan. Sepele namun berarti. Anda telah mencapai klimaks, tak ada salahnya mengucapkan terima kasih atas apa yang telah dilakukan oleh pasangan Anda. Ini akan membuatnya menjadi bangga.

Bercinta bisa membantu pasangan keluar dari kebosanan.

Terutama apabila pasangan melakukan berbagai macam gaya. Namun, hubungan seks bisa membosankan dan membuat pria malas karena salah satu atau kedua pasangan merasa nyaman dan melakukan gaya yang sama berulang-ulang.

Apabila pasangan ingin kehidupan seksnya super hot, berkreasilah. Gunakan tips-tips seks untuk mencoba hal yang baru.

Situs askdanandjennifer,  menuliskan, seringkali seks menjadi kendor ketika berada dalam hubungan jangka panjang dan monogami.

Situasi ini muncul apabila salah satu atau kedua pasangan merasa nyaman dengan hubungan dan seks, dan tak mau repot-repot menggunakan imajinasinya untuk mencoba hal baru.

Salah satu alasan pria tak tertarik berpetualang dengan seks dari waktu ke waktu karena pasangannya lebih nyaman dengan salah satu cara.

Apabila perempuan merasa nyaman dengan pasangannya, ia berpikir bahwa memberitahu pasangan prianya tentang ketidaksukaannya akan membuat pria berhenti dan memulai sesuatu yang disukai perempuan.

Perempuan mungkin berpikir omelannya membiarkan pria tahu bahwa ia tak menyukai perilaku tertentu, tapi semua itu akan membunuh gairah seksnya.

Pria tak lagi melihat perempuannya dengan lembut membimibing ke arah yang benar. Pria hanya melihat perempuan mengeluh dan mengomel. Mulai sekarang berhentilah mengeluh dan berkomunikasilah.

Komentar