Daun Sop Itu Peluruh Banyak Penyakit

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 29 Januari 2015 | 09:30 WIB

Dibaca: 1 kali

Daun seledri? Ya. Daun sop. Begitu ia di sapa dengan akrab.

Siapa yang tidak mengenalnya?

Nyaris tak ada yang tidak mengenal daun sop. Apalagi ibu rumah tangga, yang memasukkan dalam daftar “bumbu” penambah aroma masakan atau lebih khusus sering digunakan sebagai penyedap sayur.

Tahukah Anda kandungan vitamin pada daun ini mampu bertahan hingga delapan puluh persen setelah dimasak.

Namun dibalik itu ternyata daun yang sering disebut sebagai daun sop atau dalam bahasa latinnya “apium graveolens” ini memiliki banyak manfaat yang mungkin belum banyak diketahui oleh sebagian masyarakat.

Daun seledri mengandung banyak vitamin yakni vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin C, vitamin E dan vitamin K yang dapat digunakan untuk mencegah atau untuk mengobati beberapa penyakit.

Kandungan gizi yang terdapat pada daun ini dapat digunakan untuk pencegahan penyakit dengan cara mengkonsumsinya dalam bentuk sayur.

Aroma khas daun sop berasal dari sejumlah komponen mudah menguap dari minyak atsiri yang dikandungnya. Kandungan utama seledri adalah butilftalida dan butilidftalida sebagai pembawa aroma utama.

Daun dan tangkai daun seledri mengandung steroid seperti stigmasterol dan sitosterol.

Seledri merupakan tumbuhan serbaguna, terutama sebagai sayuran dan obat-obatan herbal. Sebagai sayuran; daun, tangkai daun, dan umbi seledri bisa digunakan sebagai campuran sup.

Daun seledri juga dipakai sebagai lalap, atau dipotong kecil-kecil lalu ditaburkan di atas sup bakso, soto, macam-macam sup lainnya, atau juga bubur ayam.

eledri juga disebut-sebut sebagai sayuran anti-hipertensi. Daun seledri dikatakan memiliki kandungan Apigenin yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah dan Phthalides yang dapat mengendurkan otot-otot arteri atau membuat rileks pembuluh darah.

Kandungan itulah yang mengatur aliran darah yang memungkinkan pembuluh darah membesar dan mengurangi tekanan darah.

Fungsi lainnya dari seledri adalah sebagai peluruh atau diuretika, anti reumatik serta pembangkit nafsu makan atau karminativa.

Umbinya memliki khasiat yang mirip dengan daun tetapi digunakan pula sebagai afrodisiaka atau pembangkit gairah seksual.

Suatu komponen kimia dalam minyak esensial yang berasal dari biji seledri menunjukkan sifat anti kanker, dan banyak studi menunjukkan hasil bahwa seledri berperan positif dalam memperlambat perkembangan tumor pankreas, payudara, dan liver.

Kandungan senyawa kimia itu antara lain, apiin, apigenin, isokuersitrin, kumarin, apiumosid, seperin, selereosid, minyak atsiri, dan masih banyak lainnya.

Kegunaan herbal seledri untuk menurunkan tekanan darah, peluruh air seni, antiseptik saluran kemih, memperlancar sirkulasi darah dan sebagai obat alami asma.

Dua puluh persen dari herbal seledri juga menjadi anti asam urat yang menjadi musuh seseorang dengan hipertensi. Karenanya memiliki kandungan infusa yang dapat menurunkan kadar asam urat.

Tetapi seledri mempunyai kontra indikasi yang membuat seseorang alergi, dari kandungan furanokumarin yang berefek fototoksik.

Namun demikian, seledri berpotensi menimbulkan alergi pada sejumlah orang yang peka. Oleh karenanya, penderita radang ginjal tidak dianjurkan untuk mengonsumsinya.

Komentar