“Cotton Bud” Itu Musuh Besar Telinga

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 6 Januari 2015 | 09:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Telinga gatal? Menggelikan? Jangan cepat-cepat mengambil keputusan untuk menghentikannya dengan “cotton bud.” Itu, tu, kapas telinga.

Tahu Anda resikonya membersihkan telinga dengan “cotton bud?”

“Kapas pembersih” akan merusak shedding kulit secara alami. Hal ini juga menyebabkan telinga Anda menciptakan banyak lilin. Anda bukan mendapatkan telinga yang bersih, tetapi malah mengundang risiko berbahaya.

Seharusnya cara ini wajib ditinggalkan dari sekarang.

Dikutip dari “womenshealthmag,” kotoran telinga adalah kombinasi dari cerumen yang diproduksi oleh kelenjar sebaceous tubuh untuk menjaga kulit telinga yang basah, serta sel-sel kulit mati yang menjadi gudang saluran telinga.

Jika merasa gatal di area telinga, biasanya otomatis muncul di benak Anda selalu ingin membersihkan dengan cotton bud.

Ana Kim, MD, selalu Direktur Penelitian Otologic New York atau dikenal dengan istilah “te-ha-te,” dari Mount Sinai Hospital mengatakan, cotton bud adalah musuh besarnya telinga.

Pasalnya, dapat menjadikan penyumbatan karena mendorong kotoran telinga masuk ke dalam.

Dijelaskan, bila cotton bud masuk ke dalam telinga Anda, akan merusak shedding kulit secara alami. Hal ini juga menyebabkan telinga Anda menciptakan banyak lilin.

Di negara Barat, teknik uap menjadi pembersih telinga alami yang diklaim lebih aman dibandingkan cotton bud. Tetapi masalahnya bila tidak hati-hati, bisa berujung petaka yang menyebabkan telinga Anda terbakar

Telinga sebagai salah satu alat vital tubuh memang harus dijaga kesempurnaannya. Anda tentu tidak ingin seperti “Si Bolot” yang “budek”

“Penyakit” telinga yang banyak dialami orang adalah bunyi dengung. Meski hanya sebentar, hal itu cukup mengganggu.

Bunyi dengung tersebut juga tidak bisa dibiarkan jika berlangsung terus-menerus.

Pasalnya, Dr Manny Alvarez, Ketua Departemen Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Hackensack University Medical Center, New Jersey, mengatakan bahwa bunyi dengung bisa menjadi pertanda dari penyakit tinnitus.

Penyakit tinnitus sampai saat ini belum ada obatnya. Namun, untuk mengurangi gangguan dengung ada berbagai cara yang bisa dilakukan. Mulai dengan menggunakan alat pembantu pendengaran, implan koklea, serta mengonsumsi obat tertentu.

Hal lain yang sering menjadi penyakit telinga adalah infeksi. Penyakit ini sering terjadi di semua usia, dan jenis kelamin.

Biasanya, infeksi menyebabkan telinga membengkak, dan menimbulkan rasa sakit. Mengobati infeksi telinga dibutuhkan untuk mencegah rasa sakit, dan pembengkakan semakin parah.

Untuk meredam ketika telinga bengkak, Anda dapat mengompres tempat infeksi dengan air hangat. Kompres air hangat membuat pembengkakan telinga turun drastis.

Hindari menelepon langsung melalui telinga. Suara langsung dari desibel yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada gendang telinga. Untuk mengobati infeksi telinga, dan mencegah kerusakan lebih lanjut, maka Anda harus menghindari suara masuk ke telinga secara langsung.

Jangan terlalu sering pergi keluar rumah ketika mengalami infeksi telinga. Sebab, Anda harus menghindari kontak dengan air, dan angin. Selain itu, jangan mengambil beban kerja terlalu berat, karena bisa menimbulkan stres, sehingga meningkatkan risiko infeksi telinga.

Jika infeksi terjadi di luar bagian telinga, maka dapat digunakan salep yang akan membantu mengurangi rasa sakit. Namun, bila kerusakan terjadi di dalam telinga, maka Anda harus mengonsumsi obat oral yang diresepkan dokter.

Komentar