close
Nuga Life

Catat Ya, Ini Dia Pembunuh Gairah Seks

Membangkitkan gairah wanita bukan perkara mudah. Bahkan, ilmu pengetahuan pun tak cukup bisa menjawab persoalan ini.

Salah satu alasannya, gairah seks pada wanita tak bisa digenjot cukup dengan sentuhan pada salah satu organ saja.

Meningkatkan libido wanita tak cuma bergantung pada faktor fisik. Ahli percaya ada kombinasi faktor antara mental dan emosional yang memengaruhi libido wanita.

Sampai saat ini, masih sulit menentukan mengapa wanita tak mendapat ‘mood’ bercinta.

Sebelum mengulik cara membangkitkan gairah, sebaiknya pasangan mengenali terlebih dahulu hal-hal apa saja yang membunuh gairah seksual pada wanita.

Aktivitas begadang bakal merusak sesi ranjang Anda keesokan harinya.

Studi pada dua tahun lalu yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa untuk wanita, tidur lebih lama membuat hasrat seksual lebih tinggi dan lebih peka terhadap rangsangan keesokan harinya.

Selain itu, menambah tidur satu jam bakal meningkatkan gairah seks dengan pasangan hingga empat belas persen.

Gairah seks berhubungan dengan hormon tubuh.

Salah satu kemungkinan rendahnya gairah seks wanita hadir karena gangguan kelenjar endokrin atau pengatur hormon.

Apa penyebabnya? Gangguan pada endokrin dapat disebabkan oleh salah asupan makanan termasuk konsumsi makanan cepat saji atau ‘fast food‘.

Konsumsi makanan tak sehat membuat hormon menjadi kacau dan menurunkan kadar hormon testosteron yang menandai turunnya libido.

Penyebab lain yang mengacaukan kinerja kelenjar endokrin seperti produk perawatan tubuh, produk pembersih perabot, serta phthalates yang ditemukan pada produk berbahan plastik.

Phthalates juga digunakan dalam produk kosmetik untuk membuat produk cepat menyerap ke kulit.

Sebuah studi dari University of Rochester, New York, Amerika Serikat, menyebut wanita dengan urine mengandung phthalates dilaporkan memiliki masalah dengan libido.

Namun, Kate Thomas, direktur pelayanan klinis pada unit konsultasi tingkah laku seksual di John Hopkins Hospital mengatakan, dirinya tak bisa memastikan apakah phthalates menimbulkan dampak signifikan pada gairah seks.

“(Namun) secara tak langsung nutrisi yang baik dan hidup sehat dapat memberikan dampak berbeda dalam kehidupan seksual,” kata dia dikutip dari Self .

Terapi pengobatan tertentu dapat memengaruhi gairah seks.

Obat-obatan seperti antidepresan, pengobatan untuk tekanan darah, serta obat untuk mengontrol kesuburan diketahui dapat mengacaukan libido.

Kate menyarankan Anda yang tengah menjalani pengobatan untuk berdiskusi lebih lanjut dengan dokter dalam mencari alternatif lain.

Menurut terapis seks, Nikki Green, umumnya wanita mengalami gangguan pada libido pasca-melahirkan.

“Wanita dengan anak atau balita cenderung kurang tertarik dengan seks, kadang karena kelelahan. Fluktuasi hormon dan fakta bahwa begitu banyak kebutuhan secara fisik bisa juga membuat mereka meninggalkan seks,” ujar Nikki dikutip dari South China Morning Post .

Menopause turut jadi ‘pembunuh’ gairah seksual wanita. Sue Jamieson dari Dr Sue Jamieson Integrative Medical Practice, Hong Kong menjelaskan, menopause berarti penurunan produksi hormon oleh ovarium termasuk testosteron.

Penurunan produksi dimulai di usia tiga puluh lima tahun dan akan terjadi lebih dramatis di usia empat puluh lima tahun.

“Rendahnya testosteron punya tiga efek dan tiap wanita bisa berbeda. Wanita bisa mengalami rendahnya gairah seks, tingkat energi rendah, dan juga penurunan massa otot. Sebagian wanita menyadari bahwa meski mereka berolahraga dengan porsi sama, pergi ke pusat kebugaran, otot masih saja lembek dan kurang kencang,” imbuhnya.

Mabuk alkohol jelas bakal merusak suasana sebelum berhubungan intim dengan pasangan.

Tubuh menjadi lemas dan hasrat pun turun drastis. Ini dilihat sebagai dampak jangka pendek.

Namun, untuk jangka panjang, alkohol memengaruhi hormon tubuh dalam sistem reproduksi. Seorang peminum berat bisa memiliki masalah pada libido yang ‘nge-drop‘.

Kate Thomas mengatakan, olahraga berkaitan dengan gairah seks.

“Baik studi maupun spekulasi, keduanya menyarankan bahwa olahraga membantu menyeimbangkan dan menstabilkan proses psikologis dan hormon, yang bisa terkait dengan libido,” kata dia.

Olahraga juga berhubungan dengan aspek psikologis seseorang.

Aktivitas fisik bisa mendorong rasa percaya diri dan dapat diterjemahkan pada aktivitas di ‘ranjang’, sehingga kurang olahraga bakal membawa dampak sebaliknya.

Stres kerap jadi ‘kambing hitam’ untuk banyak persoalan seperti masalah kulit, kebiasaan tidur hingga hubungan intim.

Stres membuat seseorang merasa cemas, tak nyaman, dan menurunkan kadar hormon. Akibatnya, gairah seks pun menurun karenanya.

Nikotin adalah vasokonstriktor atau komponen yang membuat aliran darah ke seluruh tubuh menurun.

Sedangkan aliran darah berperan dalam aktivitas seksual.

Menurut riset, bagi wanita, aliran darah juga penting meski tak sepenting pria untuk ereksi. Nikotin berhubungan dengan penurunan libido secara drastis.