Cara “Membuang” Pikun di Usia Tua

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 30 Mei 2017 | 14:39 WIB

Dibaca: 0 kali

Pikun?

Ya. Itu dialami oleh setiap orang ketika measuki usia enam puluhan. Kondisi ini akibat efek penurunan kemampuan berpikir otak dalam proses mengingat sesuatu.

Sebenarnya pikun bisa dihindari dengan berbagai cara.

Misalnya menerapkan gaya hidup sehat

Anda bisa menerapkan gaya hidup sehat.

Lakukan olahraga rutin yang ringan, seperti berjalan kaki. Olahraga ini akan melindungi tubuh dari risiko berbagai penyakit, salah satunya hipertensi yang banyak diderita lansia.

Hipertensi terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah ke otak. Dengan olahraga yang dilakukan mampu melancarkan aliran darah ke otak. Anda bisa terhindar dari hipertensi. Pikun pun tidak munculi.

Selain itu perlu latihan otak yang terus-menerus mengingat sesuatu akan mencegah timbulnya pikun

Caranya, teruslah belajar, jangan pernah berhenti belajar. Belajar itu dilakukan seumur hidup. Anda bisa baca buku, main teka-teki silang maupun main sudoku

Selain itu terapkan pola makanan sehat. Anda bisa memperbanyak makan sayur, buah, dan ikan.

Ketiga makanan ini akan memperkuat otak untuk mengingat. Selain itu, hindari makan berlebihan karena tidak baik untuk tubuh.

Cara lain mencegah pikun bisa juga dengan terus belajar hal baru.

Belajar itu memperlambat demensia, pikun. Jangan pernah berhenti belajar, terus belajar hal-hal baru

Belajar pun tak harus yang berbau akademis bisa belajar hal yang formal maupun informal.

Misalnya belajar bahasa baru, belajar masak, nari juga bisa. Jadi enggak harus belajar formal, tapi perlu juga informal

Namun, belajar hal baru saja tidak cukup. Faktor gaya hidup punya peran amat besar memperlambat lansia pikun.

Di antaranya dengan menjaga berat badan ideal, mengatur asupan makan seimbang, berolahraga setiap hari, meningkatkan iman dan takwa, dan mengecek kesehatan secara teratur.

Untuk Anda tahu, penuaan merupakan proses kemunduran fungsi tubuh yang bakal dihadapi oleh semua manusia.

Seiring usia yang terus bertambah, perubahan pada tubuh secara perlahan terjadi. Keriput dan tubuh tidak lagi energik adalah dua hal yang paling Anda rasakan.

Namun, Anda mesti berhati-hati.

Penuaan bisa muncul lebih cepat dari yang Anda kira. Hipertensi dapat mempercepat penuaan.

Akibat aliran darah ke otak yang berkurang, penuaan akibat hipertensi ini dapat memengaruhi otak Anda.

Jika hipertensi tidak ditangani secepatnya, penuaan otak akan semakin cepat. Efek yang terjadi dalam jangka panjang adalah orang yang bersangkutan akan mengalami pikun

Hipertensi yang menyerang otak saraf juga berisiko memunculkan penyakit lain berupa stroke.

Efek dari hipertensi yang nantinya akan dirasakan adalah mengalami keterlambatan gerak motorik dan sensorik, jalan jadi lambat, memori akan terganggu, serta bicara berubah pelan.

Untuk mengeluarkan kata-kata pun mengalami kesulitan.

Komentar