Berbohong Itu Butuh Sebuah Kecerdasan

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 30 September 2015 | 16:12 WIB

Dibaca: 1 kali

“Bohong?”

Itulah yang ditulis laman situs “anewmode,” Rabu, 30 September 2015.

Dengan sedikit ngecap, situs yang banyak menulis tentang kebiasaan jelek pria itu mengingat bohong itu tidak baik, apapun alasannya.

Lantas setujukah dengan pernyataan tersebut?

Mungkin para wanita banyak yang mengangguk sembari mengiyakan pernyataan tersebut.

Nah, bagaimana dengan pendapat pria.

Pria bilang ada berbohong itu penting dan ada sisi baiknya.

Wanita mungkin tak bisa mengerti sepenuhnya akan hal ini. Namun, pria tahu betul bahwa a mereka butuh kebohongan dalam hidupnya.

Alasannya?

Ini yang aneh.

Kata pria berbohong itu tindakan cerdas dan bohong itu butuh kecerdasan.

Setuju atau tidak, pria akan memutar otak dan memanfaatkan segala pengetahuannya untuk menciptakan kebohongan.

Terlepas dari kebohongan itu akan membawa bahaya atau kerugian, dibutuhkan kecerdasan untuk membuatnya.

Misalnya saja ketika harus meyakinkan kekasih untuk tidak menemani bepergian. Alasan yang dibuat tak bisa alasan yang sering dipakai pria lain juga. Haruslah dicari alasan yang bisa membuat kekasihnya percaya dan rela untuk tak ditemani.

Dan alasan apa yang bisa membuat wanita mengerti? Soal ini, pria jauh lebih jeli mencarinya.
Selain itu, berbohong juga seperti tantangan tersendiri bagi pria.

Ia harus memutar otak dan berpikir cara berbohong bagaimana yang bisa menyelamatkan dirinya. Ia akan terus mengolah kata dan mencari alasan agar sikapnya bisa dibenarkan oleh wanita.

Alasan lain dari pria untuk mengumbar kebohongan adalah demi kebaikan.

Pria seringkali berbohong demi kebaikan bersama, bukan hanya dirinya sendiri saja.

Misalnya ketika harus menjawab pertanyaan konyol dari wanita, seperti tentang berat badan, tentang mana yang lebih cantik, atau soal mantan.

Terkadang memang pria harus berbohong untuk mencegah munculnya permasalahan atau pertengkaran di dalam hubungan. Berjaga-jaga saja agar hubungan tetap manis dan damai.

Diakui atau tidak, wanita sendiri sebenarnya juga menikmati kebohongan para pria.

Bahkan akan merasa pria itu kasar, kejam, jahat ketika mereka malah jujur.

Pun demikian, namanya kebohongan tetaplah kebohongan.

Sesuatu yang sebaiknya tidak dibiasakan dalam sebuah hubungan. Untuk itulah, sebagai kekasih, wanita harus lebih cerdas secara emosional.

Tidak mudah cemburu dan menggunakan logika yang seimbang dengan perasaan ketika berhadapan dengan kekasih.

Hal ini akan membantu pria untuk tidak selalu menciptakan kebohongan demi menjaga perasaan Anda, demi agar tidak bertengkar, demi Anda senang, dan demi alasan lainnya.

Apa yang mendorong pria untuk berbohong?

“Anewmode” menjawabnya dengan tuntas,”rasa takut.” Ketakutan tersebut yang mendorong pria untuk berbohong tanpa menyadari berbohong justru menciptakan masalah yang lebih besar.

Mengapa pria berbohong?

Jika Anda adalah gadis yang mudah marah atau dramatis saat pacar Anda berkata yang sebenarnya, ini tandanya secara tidak sengaja Anda sedang melatihnya berbohong.

Dia akan selalu mengatakan apa yang ingin Anda dengarkan agar tidak terjadi pertengkaran.

Jika berkata jujur hanya akan menyebabkan drama, sakit hati, dan kesedihan bagi kedua belah pihak, tentu saja para pria lebih baik berbohong. Sifat dasar manusia baik pria maupun wanita adalah ingin hidup lebih mudah dengan sedikit konflik.

Kalau Anda ingin pacar Anda berkata jujur, hargailah kejujurannya, bukannya malah menghukum. Pria tersinggung jika ia malah dituduh berbohong ketika mengatakan yang sebenarnya.

Pria ingin membuat Anda terkesan karena dia merasa tidak cukup baik untuk Anda. Dia tidak merasa percaya diri sehingga sengaja melebih-lebihkan apa yang ada padanya.

Bagaimana anda dapat mengetahui bahwa seseorang sedang berbohong?

Tidak harus menjadi seorang psikolog untuk dapat mempelajari dan mengetahui bahwa seseorang sedang berbicara kebohongan atau kejujuran.

Posisi tubuh dapat menjadi bukti yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong, karena disadari ataupun tidak disadari ada hubungan yang kuat antara pikiran dan ekspresi.

Dalam setiap kebohongan, detak jantung akan meningkat dan nafas akan menjadi dangkal.

Biasanya pembohong akan mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan perasaannya.

Cara ini juga yang diterapkan oleh mesin pendeteksi kebohongan, yaitu dengan mengukur detak jantung orang yang sedang diinterogasi

Hal ini dapat terlihat dari gerakan yang gugup kala menarik perhatian kita terutama dapat kita rasakan ketika kita berbicara dengan seseorang yang kita kenal dan orang tersebut melakukan gerakan yang tidak seperti biasanya.

Selain itu terlalu banyak aksi-aksi ’sok akrab’, seperti : menepuk punggung anda, menyentuh anda ataupun mendekatkan posisinya pada anda.

Lawan bicara anda akan merasa kikuk ketika berbohong sehingga mereka akan menyembunyikan kekikukannya dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut.

Akan sangat sulit memutuskan bahwa seseorang sedang berbohong jika dia melakukan tindakan-tindakan yang bersahabat seperti itu. Ini adalah respon manusia yang alamiah.

Tetapi tetap perlu diingat, bahwa jika anda merasa bahwa keakraban dari lawan bicara anda sudah berlebihan, berhati-hatilah.

Komentar