Betulkah Tidur Siang Meningkat Produktifitas?

Penulis: Darmansyah

Selasa, 2 April 2013 | 19:38 WIB

Dibaca: 0 kali

Bukan rahasia lagi kalau sebagian dari kita pernah mencuri-curi waktu tidur di sela jam kerja akibat tak kuasa menahan kantuk. Dibanding menenggak kafein, tidur siang sebenarnya lebih dianjurkan.

Selain bisa mengembalikan energi, tidur siang memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan. Tidur siang efektif selama 20-30 menit terbukti bisa meningkatkan mood, memperbaiki kinerja, dan kewaspadaan, tanpa menimbulkan rasa pening atau mengganggu jam tidur malam.

Menurut Andrei Medvedev, PhD, walau cuma sejenak saat tidur siang terjadi banyak hal di otak. Peneliti dari Georgetown University itu pernah meriset manfaat tidur siang pada 15 partisipan. Para partisipan itu diminta memakai semacam topi yang dipasangi kabel optik.

Kemudian para peneliti mencoba mengetahui aktivitas yang terjadi di otak ketika para partisipan tertidur siang selama 8 menit. Hasilnya ternyata cukup mengejutkan karena Madvedev menemukan bagian otak kanan lebih aktif. Seperti diketahui pada orang yang banyak menggunakan tangan kanannya, maka otak kirinya akan lebih aktif. Tapi saat tidur siang ternyata otak bagian kiri menjadi lebih aktif. Hal itu terlihat pada orang yang kidal atau pun tidak.

“Ternyata saat kita tidur siang atau pun kondisi rileks lain seperti meditasi, otak kita tetap aktif namun di bagian yang berbeda dengan cara yang unik,” kata Madvedev.

Lantas apa yang dilakukan otak? Menurut Madvedev saat tidur siang, otak melakukan berbagai perawatan kognitif seperti mengorganisasi dan memproses informasi. Dengan kata lain, tidur siang bisa meningkatkan daya ingat. Selain itu, tidur siang juga bisa meningkatkan kreativitas. Beberapa seniman dan ilmuwan juga kerap mendapatkan ide-ide segar setelah bangun dari tidur siang.

Menurut Robert Stickgold, PhD, direktur Harvard Center for Sleep and Cognition, tidur siang juga bisa melindungi sirkuit otak dipakai berlebihan. Manfaat lainnya adalah mengumpulkan informasi yang baru dipelajari.

Alasan lain untuk tidur siang adalah meredakan stres. Ada pendapat yang menyebut saat tidur siang hormon stres akan turun secara signifikan. Jadi, mulailah meluangkan waktu sejenak setelah makan siang untuk terlelap.

Tidur siang sendiri terdiri atas tiga tipe, yaitu

Planned napping / preparatory napping, biasa disebut tidur yang terencana. Tidur jenis ini dilakukan oleh mereka yang meluangkan waktu untuk tidur siang meski belum mengantuk. Hal ini bisa dilakukan sebagai mekanisme bertahan sebelum merasa terlalu lelah, atau supaya seseorang bisa terjaga tepat pada waktunya.

Emergency napping. Tidur ini terjadi ketika seseorang seketika merasa lelah dan tidak bisa melanjutkan aktivitas yang dijadwalkan. Tipe ini biasanya ada pada orang yang mengoperasikan mesin berat atau mengemudi.

Habitual napping. Tipe ini biasa tidur siang dengan jadwal tertentu setiap harinya, misalnya pada anak-anak. Hal yang sama juga dilakukan orang dewasa selepas makan siang.

Sebelum tidur sebaiknya pastikan suasana sekitar nyaman untuk terlelap. Lingkungan sekitar berdampak besar pada kemampuan seseorang untuk tidur. Bila memungkinkan cobalah untuk membatasi kebisingan dan cahaya lampu. Menghabiskan beberapa waktu di tempat tidur sebelum mengantuk, terbukti merangsang timbulnya rasa ingin tidur.

Sebaiknya jangan mengambil jam tidur siang terlalu dini atau lambat. Telat tidur siang akan mengganggu jam regular tidur malam. Sebaliknya, tidur siang yang terlalu dini menyebabkan tubuh belum siap tidur. “Prinsipnya jangan sampai tidur siang mengganggu tidur malam.”

Komentar