Miss V Rapat Bila Nggak Digunakan?

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 10 November 2016 | 10:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Benarkah sering atau tidaknya pasangan suami istri bercinta bisa juga ukuran Miss V?

Ingin tahu jawabannya?

Para ahli menegaskan bahwa hal ini sama sekali tidak benar.

“Banyak orang keliru dan menganggap bahwa wanita yang jarang bercinta memiliki organ intim yang lebih ‘ketat’ sementara mereka yang sering bercinta memiliki organ intim ‘longgar’. Ini persepsi yang salah,” ungkap pakar kesehatan wanita, Jennifer Wider, MD.

Menurut Wider, otot-otot di dalam vagina memiliki struktur yang elastis. Sehingga vagina akan berkontraksi dan kembali ke bentuk normal setelah melakukan hubungan intim.

Ia juga menjelaskan bahwa hanya ada dua fase dalam hidup di mana kondisi otot di vagina melonggar dan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke ukuran normal: setelah melahirkan dan saat wanita menua.

“Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa otot-otot vagina butuh waktu sekitar 6 bulan pasca melahirkan untuk bisa kembali seperti semula,” pungkas Wider.

Sementara itu, seiring bertambahnya usia seorang wanita maka kadar beberapa hormon di dalam tubuhnya pun juga akan menurun. Ini berarti dinding vagina juga akan menipis dan menjadi kurang elastis.

Akibatnya otot-otot vaginapun melonggar.

“Kabar baiknya adalah otot tersebut dapat dilatih dengan latihan Kegel, tidak peduli berapapun usia wanita tersebut,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, jika saat bercinta vagina terasa lebih ‘ketat’ dari biasanya maka bukan berarti frekuensi bercinta Anda kurang, menurut Wider hal tersebut mungkin karena Anda belum terangsang dengan benar dan membutuhkan sesi foreplay yang lebih lama.

Tak ada salahnya jika Anda berlatih senam Kegel.

Asal dilakukan dengan rutin dan konsisten, kegel bisa membantu mengencangkan otot dasar panggul.

Teknik senam Kegel tergolong sangat mudah dilakukan.

Pertama, kontraksikan otot seperti menahan buang air kecil selama lima detik kemudian kendurkan.

Ulangi gerakan tersebut setidaknya lima kali berturut-turut, makin lama waktu seperti menahan buang air kecilnya ditingkatkan.

Kalau memang otot panggulnya lemah, kita bisa beri training Kegel, senam Kegel untuk memperkuat otot panggul atau olahraga lain yang melatih otot dasar panggul

“Banyak orang yang salah mengasumsikan bahwa wanita yang jarang bercinta akan memiliki area kewanitaan yang lebih rapat dan yang sering bercinta akan menjadi lebih renggang. Ini adalah anggapan yang sama sekali salah,” ujar Jennifer Wider MD, seorang pakar kesehatan wanita.

Wider mengungkapkan, otot-otot di area kewanitaan bersifat elastis.

Otot-otot tersebut merenggang dan kembali ke bentuk normalnya setelah Anda melakukan aktivitas seksual dan setelah melahirkan.

Nah, bagi seorang wanita, ada dua masa di mana area kewanitaan mengalami perubahan dalam waktu yang cukup lama.

Masa pertama adalah ketika melahirkan.

“Beberapa penelitian menunjukkan otot-otot di area kewanitaan memerlukan waktu hingga enam bulan setelah melahirkan untuk bias kembali ke bentuk dan ukuran normalnya,” jelas Wider.

Masa kedua adalah ketika wanita telah menginjak usia senja. Saat wanita mengalami penuaan, tingkat hormon di dalam tubuh akan menurun.

Artinya, otot-otot area kewanitaan akan menjadi lebih tipis dan elastisitasnya pun menurun sehingga otot menjadi kendur.

“Kabar gembiranya adalah otot-otot tersebut dapat diperbaiki dengan melakukan latihan kegel, tidak peduli berapa pun usiaseorang  wanita,” ungkap Wider.

Kesimpulannya, jika Anda merasa area kewanitaan Anda rapat ketika bercinta, hal ini bukan karena masalah Anda jarang bercinta atau tidak.

Menurut Wider, hal ini lebih disebabkan karena Anda kurang merasa bergairah dan foreplay yang cenderung kurang teratur.

Dalam negeri dan luar negeri, begitu banyak mitos seks yang beredar tanpa penjelasan ilmiah. Salah satunya adalah terlalu sering berhubungan seksual membuat elastisitas vagina berkurang dan mengendur.

Ternyata, mitos itu benar-benar omong kosong. Seorang pakar memaparkan penjelasan terbaik mengenai kekuatan dan elasitisita vagina.

“Banyak orang berasumsi bahwa kuantitas seks mempengaruhi performa vagina, asumsi itu salah,” terang Jennifer Wider, M.D., pakar kesehatan wanita.

Menurut dokter Wider, ukuran vagina akan selalu kembali ke ukuran normal setelah bercinta dan melahirkan. Jadi, ukuran vagina wanita tidak akan berubah, meski Anda sering atau tidak sering berhubungan seksual.

“Vagina akan berkontraksi dan kembali ukuran normal setelah berhubungan seksual dan melahirkan,” jelasnya.

Kemudian, dokter Wider menjelaskan bahwa ada dua periode di mana vagina butuh waktu lebih lama untuk kembali ke ukuran normal, setelah melahirkan dan saat usia menua.

“Studi menunjukkan bahwa otot vagina membutuhkan waktu enam bulan untuk kembali ke ukuran normal setelah melahirkan,” terangnya.

“Perubahan vagina selanjutnya adalah saat wanita menua,” imbuhnya.

Penuaan, kata Wider, membuat level hormon menurun sehingga dinding vagina menipis dan kurang elastis. Alhasil, otot vagina pun mengendur.

“Berita baiknya adalah elastisitas otot vagina yang mengendur itu bisa diperbaiki dengan latihan Kegel. Latihan ini sangat baik untuk wanita di segala usia, Anda tak perlu berusia lanjut untuk memulainya,” urainya.

Wider menyimpulkan bahwa vagina yang terasa lebih kencang saat berhubungan seksual, bukan karena Anda jarang berhubungan seksual, melainkan kondisi lain yang mempengaruhinya.

“Vagina mendadak kencang saat bercinta karena Anda kurang bergairah dan kurang terstimulasi saat fase pemanasan,” pungkasnya.

Komentar