Awas! Kamar Mandi Bisa Bikin Celaka

Penulis: Darmansyah

Jumat, 30 Mei 2014 | 19:33 WIB

Dibaca: 1 kali

Kamar mandi aman? Seharusnya iya. Tapi banyak kecelakaan terjadi di kamar mandi. Tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Amerika Serikat. Untuk itu keamanan di kamar mandi harusnya menjadi perhatian kita sebelum mendesain ruangan lainnya.

Kamar mandi tak hanya ruang yang biasa kita gunakan sehari-hari, melainkan tempat yang sangat privat.
Walau pun menjadi tempat privat, coba catat berapa sudah teman-teman manula yangt terjerembab di kamar mandi kemudian menderita “stroke” atau tak tertolong jiwanya.

Makanya jangan abai terhadap keamanan di kamar mandi. Sebabsebagian dari kita masih abai, tak jarang kejadian kecelakan terjadi di kamar mandi

Terdapat lima langkah mudah untuk membuat kamar mandi Anda menjadi lebih aman. Pertama-tama, mulailah dengan mengunci barang-barang elektroik. Semakin modern kamar mandi di rumah Anda, biasanya semakin banyak peralatan elektronik yang ditempatkan di ruang tersebut. Pengering, pencukur rambut, dan peralatan lainnya lebih aman jika ditempatkan di ruang khusus dan jauh dari bak mandi.

Langkah kedua, pastikan Anda menggunakan stiker antilicin di bagian dasar bathtub dan pancuran. Stiker ini menjaga dan mengurangi risiko pengguna kamar mandi tergelincir di dalam ruang tersebut. Ada berbagai macam pilihan bentuk dan warna. Jadi, Anda bisa memilih bentuk yang paling cocok untuk kamar mandi khusus anak atau kamar mandi orang dewasa.

Langkah ketiga, berhati-hatilah dalam penggunaan keset. Keset bisa menjadi penyebab Anda tergelincir di kamar mandi. Namun, keset yang empuk pun bisa membuat lantai kamar mandi lebih hangat di tengah malam, membuat lantai kamar mandi lebih empuk ketika Anda terjatuh, serta mengeringkan air di kaki agar air tidak perlu menggenangi kamar mandi.

Keempat, berhati-hatilah dalam penggunaan pemanas air. Cobalah agar pemanas air tidak melebihi 120 derajat Farenheit atau 48,9 derajat Celcius. Hal ini penting, terlebih jika ada anak kecil di rumah Anda. Selain menjadi lebih aman, temperatur lebih rendah pun menghemat energi yang diperlukan.

Kelima, sediakan lampu darurat di dalam kamar mandi. Lampu darurat memudahkan Anda menggunakan kamar mandi di saat-saat darurat tanpa aliran listrik. Anda juga bisa menggunakan lampu malam
electroluminescent, yang tidak perlu diganti. Lampu ini membuat perjalanan ke kamar mandi di tengah malam lebih aman.

Untuk mendukung kamar mandi yang aman dibutuhkan penataan yang baik Keramik, misalnya. Bahan bangunan ini merupakan pilihan yang lazim untuk menutup lantai dan dinding kamar mandi di Indonesia.

Keramik yang sudah terbukti tangguh menghadapi air dan kelembaban memang bukan pilihan yang buruk.

Namun begitu, ada cara khusus memilih keramik. Direktur Eksekutif Fasilitas dan Desain Ruang Pamer Walker Zanger, Kim Bernard, punya cara jitu memilih keramik yang tepat bagi kamar mandi Anda.

Pertama-tama, pilihan ubin keramik, porselen, atau batu memang tepat. Alasannya sederhana. Ubin-ubin jenis ini tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuk. Beberapa tipe ubin yang terbuat dari batu alam, seperti marmer dan batu kapur cocok digunakan sebagai penutup dinding bagian pancuran di kamar mandi.

Hanya, Anda perlu meyakinkan bahwa batu-batu tersebut sudah diberi lapisan yang membuatnya tidak rembes.

Kemudia, pastikan material ubin tidak licin. Hal ini sangat berhubungan dengan keamanan pengunaan kamar mandi. Dalam keadaan basah, keramik yang sangat mengilat biasanya licin. Lebih baik cari keramik yang tidak terlalu mengilat.

Kemudian, Kim Bernard juga mengingatkan Anda bahwa meski ubin batu bisa digunakan sebagai penutup lantai kamar mandi, namun beberapa jenis batu tidak kuat jika harus digunakan di kamar mandi uap. Hindari penggunaan batu kapur (limestone) berwarna gelap di daerah basah kamar mandi.

Dalam hal memilih corak dan warna, warna putih menurut Kim Bernard paling netral dan paling dianjurkan. Ubin kaca juga masih memiliki banyak peminat lantaran tersedia dalam banyak warna dan ukuran. Ubin kaca juga bisa memberikan “kedalaman” dan kilau dalam kamar mandi.

Kim Bernard menekankan, corak apa pun bisa diterapkan. Misalnya, Anda menyukai corak kayu, namun tidak mungkin menggunakan kayu di kamar mandi. Gunakan saja keramik dengan corak kayu. Bernard mengungkapkan, teknologi sudah merevolusi dunian ubin porselen. Anda bisa mendapatkan representasi corak apa pun, mulai dari batu hingga kayu.

Lantas, pertimbangkan penggunaan ubin mozaik untuk daerah pancuran yang miring di kamar mandi. Menurut Kim Bernard, ubin mozaik lebih mudah digunakan pada dataran tidak rata di kamar mandi.

Terakhir, Bernard menganjurkan Anda untuk jangan takut mencoba. Biasanya, pemilik rumah dengan kamar mandi berukuran kecil takut menggunakan keramik berukuran besar.

Padahal, menggunakan keramik berukuran besar di kamar mandi kecil secara visual “mengekspansi” ruang. Di ruang berukuran kecil, sebaiknya Anda menutup dinding sepenuhnya dengan ubin. Gaya yang lazim di Eropa ini memberikan tampilan elegan.

sumber : https://brightnest.com dan domaine

Komentar