Anda Pernah Tahu Apa Itu Psikopat?

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 3 Februari 2016 | 08:56 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda mengenal kata psikopat?

Mungkin saja mengenalnya.

Dan setiap kali kata itu dibicarakan lantas orang mengaitkannya dengan perbuatan keji tanpa menunjukkan rasa bersalah.

Selanjutnya ketika ada kejadian kejahatan yang melibatkan seseorang yang relatif muda dan tidak diduga menjadi tersangka, kebanyakan orang mulai memikirkan apakah perilakunya psikopat.

Istilah ini mungkin banyak dikaitkan dengan perilaku karakter tokoh Hanibal Lecter di film Silence of The Lambs beberapa tahun yang lalu.

Seorang pembunuh berdarah dingin yang memakan juga korbannya dan tidak menunjukkan rasa penyesalan.

Belakangan istilah psikopat juga muncul di beberapa pemberitaan berkaitan dengan kasus-kasus pembunuhan di Indonesia.

Ada kisah sepasang muda mudi yang membunuh mantan kekasih, ada seorang ibu kepada anak dan mungkin belakangan ini dikatakan berkaitan dengan kasus pembunuhan di suatu kedai kopi.

Sebenarnya apa psikopat itu?

Istilah psikopat sebenarnya sudah tidak dipakai dalam diagnosis gangguan jiwa.

Istilah psikopat lebih merujuk kepada suatu gangguan kepribadian.

Ia adalah gangguan kepribadian termasuk gangguan kejiwaan.

Secara umum dikatakan gangguan kepribadian antisosial adalah suatu kondisi mental yang kronis di mana terdapat gangguan yang bersifat destruktif pada cara seseorang berpikir, memahami situasi dan berhubungan dengan orang lain.

Orang dengan gangguan kepribadian antisosial biasanya tidak menghargai benar dan salah, dan sering mengabaikan hak-hak, keinginan dan perasaan orang lain.

Mereka dengan gangguan kepribadian antisosial cenderung memusuhi, memanipulasi atau memperlakukan orang lain baik kasar atau dengan tidak berperasaan.

Mereka mungkin sering melanggar hukum, namun mereka tidak menunjukkan bersalah atau menyesal.

Mereka mungkin berbohong, berperilaku kasar atau impulsif, dan memiliki masalah dengan narkoba dan alkohol.

Karakteristik ini biasanya membuat orang dengan gangguan kepribadian antisosial tidak dapat memenuhi tanggung jawab yang berkaitan dengan keluarga, pekerjaan atau sekolah.

Seperti apa psikopat itu sebenarnya dan semudah itukah kita bisa membedakan seorang psikopat, jika dia ada di dekat kita?

Secara harafiah, psikopat berarti sakit jiwa.

Psikopat berasal dari kata psyche atau jiwa dan pathos atau sakit. Sakit jiwa tidak sama dengan gila karena kalau gila, dia tidak sadar atas apa yang dilakukannya. Seorang psikopat sadar atas perbuatannya.

Gejala psikopat disebut psikopati.

Untuk mendiagnosa apakah seseorang benar adalah psikopat atau bukan, butuh evaluasi yang ketat dan menyeluruh.

Ada tujuh tahap pemeriksaan termasuk dua puluh checklist psikopati Hare yang harus dijalankan.

Hare adalah nama belakang dari Robert D. Hare, Bapak Psikopati Dunia, seorang ahli psikopati dari British Columbia University yang meneliti dunia para psikopat selama dua puluh lima tahun.

Menurut penelitian, hanya lima belas hingga dua puluh persen psikopat yang melakukan tindak kriminal.

Secara fisik, tidak ada perbedaan antara psikopat dengan nonpsikopat.

Ciri paling nyata psikopat terlihat dari reaksi emosionalnya atas satu kejadian.

Seorang psikopat, kurang atau bahkan tidak memiliki reaksi emosi seperti takut, sedih atau tertekan.

Menurut Hare, selain kurang memiliki emosi, seorang psikopat juga seringkali bersifat manipulatif.
Mereka bisa berpenampilan, bersikap, dan bertuturkata sangat menyenangkan.

Selain itu, mereka juga sangat egosentris, namun punya kemampuan analisa dan kecerdasan di atas rata-rata. Mungkin hal ini disebabkan karena mereka tidak melibatkan perasaan ketika menilai sesuatu.

Psikopat yang kriminal, hampir seluruhnya tercatat pernah berbuat keji di masa lalu. Awalnya pada hal-hal yang dianggap remeh, misalnya binatang. Setelah itu, meningkat menjadi menyakiti manusia.

Catatan FBI mengatakan, seratus persen pembunuh serial yang mereka tangkap punya sejarah kelam sebagai penyiksa hewan di masa kecil atau remaja.

Rata-rata pembunuh serial adalah seorang psikopat, tapi tidak semua psikopat jadi pelaku kekerasan atau pembunuh baik tunggal maupun serial.

Akibat kurangnya emosi, psikopat seringkali merasa tidak bersalah jika perbuatannya merugikan orang lain. Mereka tahu itu merugikan, tapi mereka tidak peduli karena cara pikir mereka berbeda.

Komentar