Tren Dapur Ala Restoran Milik Bobby Flay

Penulis: Darmansyah

Jumat, 16 Mei 2014 | 08:37 WIB

Dibaca: 4 kali

Kecenderungan “mode” dapur dengan cepat silih berganti sepanjang tahun. Berlainan dengan kondisi di Indonesia, yang pernah memiliki tren “dapur bersih” dan “dapur kotor,” di manca negara hal tersebut sulit dilakukan karena ukuran huniannya yang terbatas

Karena keterbatasan ruang inilah, salah satu juru masak terbaik dunia, chef Bobby Flay punya cara tersendiri dalam mendekor dapur pribadi di rumahnya

Jika sang istri, aktris Stephanie March, mendekor sebagian besar interior rumah, Flay bertanggung jawab menata dekorasi dapur.

Bersama desainer Tom Delavan, sang chef membuat dapur yang sesuai dengan seleranya.
Dikutip dari majalah “Elle Decor,” Flay bahkan menganggap dapurnya seperti restoran. “Saya sangat menyukai fakta bahwa dapur saya, secara teknis, adalah restoran,” ujar Flay.

Pernyataan Flay ini ada benarnya. Di area dapur, Flay menempatkan banyak tempat duduk yang tersebar di dalam dan ruangan. Banyaknya jumlah tempat untuk menyantap makanan memang nyaman guna menyambut kerabat di rumah.

Namun, hal tersebut juga membuat rumahnya terasa seperti restoran. Selain itu, dapur berkonsep ruang terbukanya pun menggunakan alat-alat memasak yang sama dengan alat masak milik restoran.

Di situs “domaine,” ditampilkan berbagai peralatan masak khas restoran, milik Flay, seperti kompor komersial dengan sepuluh tungku, dua oven, sebuah penggorengan, dan wajan besar.

Selain itu dapur milik Flay juga dilengkapi oleh oven kayu untuk memanggang pizza, tungku eksterior, dan perlengkapan membakar daging. Meski menggunakan alat-alat yang sangat “serius”, sang chef tetap ingin dapurnya “penuh gaya” dan cantik.

Untuk itu, Flay menggunakan finishing istimewa. Di dalam ruangan, dia memadukan lantai ubin dengan lantai kayu. Cara ini rupanya membuat nuansa restoran semakin kental. Kemudian, Flay memilih warna hitam yang maskulin sebagai backsplash. Agar tidak tampak terlalu “berat”, Flay menggunakan lemari berlapis warna biru terang.

Unsur lain yang menjadi daya tarik dalam dapur milik sang chef adalah kursi-kursi. Tidak sekadar berjumlah banyak, masing-masing kursi punya desain istimewa. Delavan, desainer yang membantu Flay mempercantik dapurnya, memilih kursi rotan anyaman, kursi bar bergaya industrial, dan kursi kayu istimewa.

Anda sudah melihat unsur keramik, kayu, dan rotan di dalam dapur Flay. Delavan menambahkan satu unsur lagi untuk menyempurnakan tampilannya. Unsur tersebut adalah baja. Sang desainer menempatkan kursi dari besi, lampu dari kuningan, dan meja bundar berkaki besi. Flay begitu menyukai semua unsur yang ada di dalam dapurnya ini.

Tren dapur ala Flay ini juga di tulis oleh situs “Huffington Post” dengan menempatkan tren desain dapur berwarna putih. Situs itu mengutip desainer penerima penghargaan Karen Williams yang mengatakan bahwa dia menyukai dapur berwarna putih.

“Saya sangat menyukai kualitas abadi dapur berwarna putih. Serba guna dan masuk dalam gaya serta ruang mana pun,” ujarnya. Berikut ini beberapa cara yang dilakukan Williams untuk memboyong warna putih ke dalam dapur. Anda tentu bisa meniru cara sang desainer.

Menurut Williams, warna putih cocok untuk dapur berukuran besar maupun dapur berukuran kecil. “Apakah Anda bekerja dengan penataan kompak (compact layout) dari hunian vertikal tengah kota atau konsep ruang terbuka dari hunian pinggir kota, dapur berwarna putih merupakan pilihan luar biasa.

Putih bisa membantu ruang berukuran kecil terasa lebih besar dan lebih terang. Dalam ukuran yang lebih proporsional, putih menciptakan kesegaran, kebersihan dan rasa semangat,” ujarnya.

Bagi Anda yang tertarik dengan rancangan dapur minimalis, warna putih merupakan pilihan tepat. Williams menganjurkan Anda menggunakan pelapis mengilap karena akan cocok jika disandingkan dengan kaca atau barang-barang berlapis nikel. Memilih perlengkapan masak, seperti kompor dan oven dalam warna putih juga bisa masuk dalam daftar belanja Anda.

Sementara itu, untuk membawa warna putih ke dalam dapur yang lebih tradisional, gunakan bahan-bahan seperti marmer. Lemari dapur kayu juga bisa Anda cat dengan warna putih.

Jika masih ragu melapisi seluruh dapur dengan warna putih, tidak perlu khawatir. Penggunaan warna ini memberikan kesempatan bagi Anda untuk memadukannya dengan berbagai warna lain. Merah burgundi, hijau, hingga hitam bisa Anda masukkan pula dalam dapur sebagai pelapis island atau meja di tengah dapur.

sumber : domaine, huffingtonpost dan elle decor

Komentar