Tessy, Pelawak Srimulat, Pemakai Narkoba

Penulis: Darmansyah

Rabu, 29 Oktober 2014 | 11:08 WIB

Dibaca: 1 kali

Kabul Basuki alias Tessy, pelawak alumni Srimulat, yang sering tampil sebagai “banci’ kemayu berkebaya kedodoran, dengan menyembulkan perut dari sarung melorotnya, yang bagaikan mak-mak itu ditangkap karena ‘meminum” narkoba.

Pelawak yang gandrung dengan cincin sepenuh jari serta bergincu menor itu, menurut sebuah sumber, ditangkap di sebuah perkampungan yang ada di Jalan Raya Kampung Rawa Bugel, Nomor 1, Kelurahan Margamulya, Bekasi Utara.

Lokasi penangkapan Tessy, menurut laporan wartawan “nuga” di Jakarta, Gerry Haryanto, dalam keadaan gelap dan sepi seperti tak berpenghuni. Sementara itu, di depan rumah mewah, tempat ia diciduk, ada salon bernama Madam Mia Salon yang diduga milik sang pelawak.

Tidak banyak orang atau warga yang bisa dimintai keterangan terkait penangkapan itu. Hanya ada seorang pria kemayu yang ada di salon.

Namun, saat ditanya seputar penangkapan Tessy, pria yang mengaku pemilik salon, yang di depannya spanduk bergambar Tessy dan Pollo itu, tidak mengetahuinya soal penangkapan Tessy, pada Kamis 23 Oktober 2014.

“Tidak tahu, kita di sini hanya tempat usaha, lagian dengan Tessy juga hanya kenal saja, tidak begitu dekat,” kata pemilik salon, Mia, Rabu pagi, 29 Oktober 2014.

Dia mengatakan, salon tempat usahanya telah berdiri hampir dua tahun. Selama itu, kata dia, Tessy memang sempat beberapa kali berkunjung. Namun, dia juga tidak mengakui bahwa Tessy datang berkunjung pada hari dia ditangkap.

Sementara itu, polisi membenarkan komedian Tessy telah ditangkap Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri atas kepemilikan narkoba.

Menurut Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Agus. Riyanto, Tessy saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Tessy dirawat kerena meminum cairan pembersih ketika hendak dibawa.

“Jadi pada saat dia ditangkap mau dibawa ke kantor, saat di rumah itu, mau bawa di kantor dia izin ke kamar kecil. Tapi ternyata dia minum cairan pembersih,” kata Kombes Pol Agus Riyanto..

Keinginan Tessy untuk bunuh diri dengan meminum cairan pembersih lantai itu langsung diketahui aparat. Cairan pun langsung dikeluarkan dari tubuhnya.

“Kami membawanya ke rumah sakit,” tandasnya.

Belum diketahui apakah Tessy ditangkap ketika sedang mengonsumi atau membawa narkoba.

Sahabat Tessy, yang juga pernah sebagai peminum narkoba, Gogon mengaku kaget saat mengetahui sahabatnya sesama komedian Srimulat ditangkap polisi karena kasus narkoba.

“Kalau semua masalahnya sudah selesai ya, nanti baru kita jenguk atau gimananya,” kata Gogon.

Gogon yang sempat terlibat kasus narkoba beberapa waktu lalu, mengaku mendapat pelajaran berarti. Gogon pun merasakan kondisi yang tengah dialami Tessy saat ini.

“Dalam kondisi itu begitu kitaenggak bisa berbuat apa-apa,” tandasnya.

Tarzan, juga sahabat Tessy di Srimulat, tak mengetahui jika sahabat satu profesinya, Tessy sering mengonsumi narkoba. Namun yang jelas, Tarzan pernah melihat pemilik nama asli Kabul itu meminum minuman berakohol.

“Minum sesekali saya tahu, pernah lihat dia minum. Kalau narkoba saya enggak tahu,” kata Tarzan. Pelawak berpostur besar tinggi itu memang jarang bertemu dengan Tessy. Sehingga dia tak tahu pasti prilaku sahabatnya yang kini sedang dirawat di RS Polri.

“Pernah ketemu, dia lagi wine. Saya, jarang ketemu. Diminum paling lagi ada pesta terus dia ditawarin,” jelasnya.

Tarzan malu dengan penangkapan itu. Apalagi, posisi Tarzan merupakan anggota Gerakan Nasional Anti Narkoba.

“Malu karena saya anggota Granat enggak bisa menyelamatkan teman saya,” kata Tarzan.

Tarzan sendiri tak tahu persis tabiat teman satu profesinya jika sering mengonsumsi narkoba. “Dia jarang bergaul. Yang paling sering ketemu itu Kadir, dan Doyok. Tessy enggak pernah ikut,” lanjut Tarzan.

Belum diketahui jenis narkoba yang digunakan pelawak senior itu. Saat ini, Tessy mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur karena mengonsumsi cairan pembersih.

laporan gerry haryanto, wartawan “nuga” di jakarta

Komentar