Kim, Tambah Anak, Dada dan Bokong

Penulis: Darmansyah

Senin, 23 Mei 2016 | 10:41 WIB

Dibaca: 0 kali

Apa yang menarik ketika Anda melihat foto, video atau film Kim Kardashian?

Dadanya yang penuh, atau bokongnya yang gembur

Dan banyak di antara penggemarnya mengungkapkan keduanya.

Ya. Untuk memelihara dadanya yang penuh dan bokongnya yang gembur, sebagaimana dikutip dari laman situs “daily mail,” Kim Kardashian disarankan untuk tidak lai punya anak.

Lantas bagaimana pula tanggapan sang suami Kanye West.

Sang suami  blak-blakan mengatakan tak peduli  asalkan bisa terus “berpraktik”.

Dalam sebuah talk show, Ellen sang pembawa acara bertanya kepada sang suami  apakah ia ingin punya bayi lagi?

Kanye menjawab “mungkin” sebelum menambahkan, “Mari lihat apa yang terjadi. Saya tak apa-apa jika hanya mempraktikan seks saja.”

Kanye dan Kim saat ini sudah punya anak dua tahun bernama North dan bayi lima bulan Saint.

Sebelumnya Kim mengaku ia tak ingin punya anak lagi, tetapi Kanye ingin menambah anggota keluarga.

Kata Kim,”Saya tidak mau. Saya fokus pada dua anak dan bahagia dengan hidup sebagaimana adanya. Tetapi Kanye menyebut ingin punya anak lagi setiap hari.”

Saat hamil Kim punya masalah kesehatan yang diderita. “Akan sangat bahaya jika saya hamil lagi,” katanya.

Kim menderita placenta accreta, penyakit yang mengancam nyawa. Kondisi ini menyebabkan plasenta menempel tak normal di dinding rahim dan dokter menyarankannya tak hamil lagi.

Sebuah sumber sebelumnya mengatakan,”Rencananya saat ini mereka tak punya anak lagi dan Kim tak masalah dengan itu. “

“Dokter menyarankan punya anak lagi berpotensi bahaya. Fakta bahwa ia punya dua anak membuatnya bahagia. North dan si bayi Saint adalah pusat alam semesta Kim dan Kanye.”

“Kim mengalami persalinan sulit, karena masalah plasenta itu,” imbuh sang sumber.

Lantas bagaimana dengan  bokong Kima yang besar belakangan ini?

Ternyata, ada alasan ilmiah yang membuat bokong besar jadi topik menarik di dunia maya.

Ilmuwan evolusi mengklaim ketertarikan pria terhadap bokong besar wanita disebabkan oleh preferensi yang sudah berlangsung berabad-abad terhadap wanita dengan rasio pinggang dan pinggul kecil.

Rasio pinggang dan pinggul dihitung dengan membagi ukuran pinggang dengan ukuran pinggul. Semakin kecil pinggang dibandingkan dengan pinggul, seorang wanita jadi tampak menarik di mata pria.

Riset yang sudah ada menemukan wanita dengan pinggang kecil dan pinggul besar ternyata memiliki tingkat kesuburan lebih tinggi.

Ahli Antropologi dari Selandia Baru Barnaby Dixson mencari tahu apa yang membuat seorang wanita tampak menarik di mata pria.

Untuk itu dikumpulkan sekelompok sukarelawan yang diperlihatkan berbagai foto wanita dengan ukuran dada, pinggang dan pinggul diubah secara digital. Para sukarelawan diminta menilai citra kemenarikan para wanita dalam gambar tersebut.

Kamera-kamera infra merah melacak mata para sukarelawan ketika mereka melihat foto. Meskipun sebagian besar mata tertarik pada belahan dada, pinggul dan pinggang adalah kunci ketertarikan.

Studi terpisah terhadap enam belas ribu wanita oleh universitas di Pittsburg dan California pada 2007 menemukan bahwa lekukan tubuh ada hubungannya dengan intelegensi.

Mereka menemukan wanita dengan perbedaan pinggang dan pinggul besar memiliki skor lebih tinggi saat dites, demikian juga anak-anak mereka.

Studi tersebut menyimpulkan lemak di seputar lekukan pinggul dan paha menyimpan lebih banyak asam lemak omega tiga yang diperlukan dan penting untuk pertumbuhan otak selama kehamilan.

Diterbitkan dalam jurnal Evolution and Human Behaviour, studi ini menemukan anak-anak dari ibu yang berbadan sedikit berisi ternyata mendapatkan nilai bagus saat tes kognitif.

Namun lemak yang terkumpul di sekitar pinggang ternyata berisi asam lemak omega enam yang kurang sesuai untuk perkembangan otak.

Selain bagus untuk otak, asam lemak omega 3 juga punya banyak manfaat kesehatan yang lain. Asam lemak ini bermanfaat mencegah kanker, menjaga tekanan darah, menurunkan risiko serangan jantung, mencegah Alzheimer’s dan melindungi tubuh dari masalah kesehatan mental.

Associate professor dari Florida International University Dr Dionne Stephens mengatakan preferensi terhadap bokong besar menjadi pilihan banyak orang karena pengaruh budaya pop.

“Ketika masyarakat melihat suatu hal berulang kali ditayangkan di TV, hal itu menjadi sesuatu yang normal,” katanya.

Bobot tubuh Kim Kardashian melambung hingga tiga puluh kilogram ketika mengandung anak keduanya dengan Kanye West, bernama Saint West.

Kini, Kim sedang berjuang menurunkan berat badan tersebut dengan melakukan diet Atkins.

Usaha dan kerja keras Kim pun berhasil. Dia sukses menurunkan bobotnya hingga dua puluh satu kilogram.

Nutrisionis Kim, Colette Heimowitz, memberi tips diet Atkins, yang sudah dijalani Kim semenjak bangku kuliah.

“Dia sangat akrab dengan diet ini dan dia percaya diet ini karena bekerja dengan baik masa lampau,” ujar Heimowitz.

Berikut aturan diet Atkins yang dijalani Kim Kardashian:

Tak seperti diet lain yang menghindari makan daging, Kim justru harus makan protein seperti daging, ikan, atau telur.

Heimowitz mengatakan, protein adalah makanan yang cepat membuat kenyang dan memuaskan napsu makan untuk itu protein tak boleh dilewatkan.

“Diet rendah kalori membuatmu lapar sepanjang hari dan kau tak boleh lapar untuk sukses diet,” ujar Heimowitz.

Porsi makan Kim tiap hari terdiri dari enam ons protein, empat ons keju, delapan sampai sepuluh kali sajian sayuran, dan dua sendok makan lemak perhari.

Kim sangat menghindari makan makanan manis, biskuit, gandum putih, dan nasi putih.

Pantangan tersebut, bukan berarti tak boleh makan karbohidrat. Jadi, sebagai gantinya Kim menggantinya dengan beras cokelat, atau tepung yam.

Menurut para ahli, diet yang sehat adalah diet yang turun satu kilogram perminggu.

Namun, Heimowitz mengingatkan, banyak faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi metabolisme tubuh seseorang.

Jika Anda tak turun satu kilogram dalam seminggu, bukan berarti diet gagal, begitu pula saat turun tiga kilogram dalam seminggu.

Dia menganjurkan daripada melihat penurunan bobot tubuh perminggu, lebih disarankan melihat perubahan dalam sebulan.

Komentar