Kim Kardhasian Alami Penyakit “Gila”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 9 November 2016 | 10:49 WIB

Dibaca: 3 kali

Laman situs “huffington post,” hari ini, Rabu pagi WIB,  menuliskan pengakuan Kim Kardhasian tentang muncul “penyakit gila” yang ia derita  dan kini sedang berjuang mengatasi.

Penyakit itu, seperti dikatakan Kim, adalah  gangguan kecemasan dalam dirinya.

Pengakuan itu sendiri sebelumnya  ia ungkapkan dalam acara reality show yang dibintangi bersama saudara-saudaranya, Keeping Up With the Kardashians.

Dalam acara tersebut Kim mengungkap bagaimana dirinya mengalami cemas pada saat mengemudi.

“Aku mudah mengalami kecemasan akhir-akhir ini. Padahal dulu aku bukan orang seperti ini,” kata Kim kepada temannya, Jonathan Cheban.

Tak ingin rasa cemas mengganggu kehidupannya, ibu dua anak tersebut mencari pertolongan dengan mendatangi pakar kesehatan mental.

Kim Kardashian diminta melakukan olahraga meditasi yang menurut aneka studi terbukti mampu atasi gejala kecemasan.

“Kondisi ini membuatku gila. Aku ingin lepas dari rasa kecemasan seperti ini. Aku ingin hidupku kembali lagi,” tutur

Pengalaman Kim ini jadi bukti gangguan kecemasan bisa terjadi pada siapa saja dengan beragam alasan di baliknya.

Kondisi ini bisa menyebabkan rasa panik dan khawatir berlebihan.

Bahkan, orang tersebut bisa sampai mengalami pusing maupun sakit perut.

Mendatangi ahli seperti psikolog maupun psikiater merupakan langkah tepat seperti yang dilakukan Kim Kardashian.

Kim Kardashian selalu mengungkapkan keluhannya di depan publik, mulai dari wawancara hingga acara yang didatanginya.

Alih-alih bersimpati atau memberikan empati, teman-teman Kim Kardashian menilai jika artis variety show itu sangat mendramatisir setiap masalah yang ia alami

Menurut mereka, kondisi yang dialami Kim Kardashian memang wajar dialami oleh siapapun.

Kini, Kim Kardashian kembali menjadi sorotan usai di rampok di sebuah hotel di Paris.

Di episode `Keeping Up with the Kardashian`, Kim Kardashian dengan histeris mengungkapkan kondisi kesehatan dirinya makin memprihatinkan

“Setelah saya memeriksakannya kemarin, ternyata dokter menyebutkan saya jauh lebih banyak di atas normal,” ujar Kim Kardashian sambil berurai air mata.

“Kondisi itu cukup memprihatinkan. Bisa jadi, saya mengalami gangguan jiwa. Saya benar-benar takut. Bagaimana ini bisa terjadi dengan saya. Saya tak mau memikirkan terus hal itu, tapi saya takut mati,” lanjutnya.

Sebagai ibu, Kris Jenner menenangkan putrinya.

Menurut Kris Jenner, ia juga pernah mengalami shock.

“Saya juga pernah mengalami kondisi sepertimu.  Tapi itu semua akan terlewati. Jangan khawatir,” tandas Kris Jenner.

Menurut para ahli, pria atau wanita, tua atau muda, memang  memiliki segala sesuatu yang bisa  mengalami masalah mental kompleks yang membuat mereka memandang hidup sangat berat.

Bukan tak mungkin jika teman, sahabat, atau anggota keluarga Anda pun ternyata ada yang mengalami depresi.

Individu yang mengalami hal ini biasanya merasa putus asa luar biasa dan cenderung sensitif sehingga mungkin tak akan bisa dipahami oleh mereka yang tak pernah mengalami langsung.

Bukan perkara mudah berhadapan dengan mereka yang mengalami depresi.

Apalagi jika orang tersebut adalah orang terdekat Anda. Namun tak berarti tak ada yang bisa Anda lakukan untuk mereka. Mengucapkan kata-kata berikut sudah cukup sebagai bentuk dukungan pada mereka.

“Jangan hanya sekadar melontarkan ucapan ini, melainkan bersungguh-sungguhlah dengan niat tersebut,” kata psikolog Dr John Grohol, penemu dan kepala PsychCentral.com.

Artinya ketika Anda mengucapkan kalimat tersebut, jalinlah komunikasi rutin yang baik.

Tawarkan mereka bantuan yang Anda bisa lakukan seperti mencarikan terapis yang baik, membuatkan janji temu, atau dukungan lain yang mereka perlukan.

“Bagi individu yang depresi, mengetahui ada seseorang yang memperhatikan mereka sangatlah berarti,” tambahnya.

Orang-orang yang depresi cenderung merenungkan atau memikirkan kejadian buruk atau menyakitkan berulang-ulang dengan harapan seandainya kejadian itu berlangsung sebaliknya.

Hal itu bisa memperburuk kondisi depresi.

“Perenungan yang berlebihan ini tak hanya mengkhawatirkan, tapi juga usaha untuk memahami kondisi masa lalu atau perkataan orang lain secara mendalam,” jelas psikolog Dr Avie Rainwater dari LifeCare Psychology Group di Florence, South Carolina, Amerika Serikat.

Membantu orang yang depresi mengatasi pikiran negatif seperti itu memang tugas psikolog. Namun Anda pun bisa membantu teman atau keluarga yang depresi jika mereka menginginkannya.

Melakukan aktivitas  mental dan fisik yang menantang bersama-sama bisa membantu mengalihkan mereka dari pikiran negatif, ungkap psikolog Dr Carl Tishler dari The Ohio State University.

“Ajaklah mereka berjalan-jalan, berlatih kickboxing, berlatih yoga, atau hal lainnya bersama-sama. Mereka akan terkejut saat merasa lebih enak setelah beraktivitas bersama seseorang,” saran Dr Tishler.

Depresi adalah kondisi kompleks yang berkaitan dengan genetis, serta komponen biologis dan psikologis.

Menyadari bahwa Anda mungkin tak paham tentang penyakit ini namun mengakuinya sebagai kasus yang nyata dan seringkali sulit untuk dikontrol bisa berdampak positif bagi Anda dan teman atau keluarga yang tengah depresi.

“Mengakui bahwa depresi itu menyebalkan, bisa menjadi pembuka percakapan yang baik,” terang Grohol karena ini akan membuka kesempatan pada individu yang depresi untuk berbicara tentang apa yang dialaminya tanpa perlu merasa takut atau dihakimi.

Terkadang Anda hanya perlu menjadi pendengar yang baik bagi individu yang mengalami depresi.

“Tak apa-apa jika tak mengatakan apa pun, tak menawarkan saran, dan hanya duduk serta mendengarkan,” ucap Tishler.

Karena perasaan kesepian dan terisolir seringkali menggelisahkan orang-orang yang mengalami depresi, kehadiran Anda sudah cukup berarti, dikutip dari laman Today

Komentar