Irwandi, “Pilot” Yang Banyak Ide Cemerlang

Penulis: Darmansyah

Kamis, 5 Juli 2018 | 09:55 WIB

Dibaca: 1 kali

Aceh gempar?

KPK menciduk Irwandi Yusuf dan memboyong ke Jakarta serta menahannhannya selama dua puluh hari perftama.

Ya, publik terkejut ketika mendengar kabar operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK terhadap Irwandi

Irwandi masih menjabat sebagai gubenur

Dan periode jabatan ini merjupakan yang kedua  kali baginya.

Ia menjadi gubernur setelah sebelumnya memimpin Aceh pada sepuluh tahun lalu.

Irwandi terpilih sebagai Gubernur Aceh setelah perdamaian dari konflik Aceh

Penyelesaian konflik Aceh mengantarnya menjadi

Sebelumnya, Irwandi adalah mantan pejabat  GAM

Dia adalah mantan juru propaganda di kelompok tersebut.

Saat dia dilantik, sejumlah mantan kombatan GAM hadir. Pada waktu itu, dia mencoba maju kembali bersama Muhyan Yunan melalui jalur perseorangan.

Partai Aceh yang didirikannya bersama pejabat GAM lainnya memutuskan untuk tidak mengusungnya pada Pilgub Aceh saat itu.

Hasilnya, Irwandi dan Muhyan tersingkir oleh pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf yang diusung Partai Aceh melalui persaingan suara yang ketat.

Tak henti mencoba, pada tahun lalu, Irwandi yang maju dengan kendaraan politik Partai Nanggroe Aceh  terpilih kembali memimpin Aceh bersama pasangannya, politikus Partai Demokrat Nova Iriansyah.

Pada pelantikannya dalam rapat paripurna istimewa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh , Presiden RI Joko Widodo hadir.

Pada saat itu, Jokowi sengaja transit di Aceh sebelum melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki.

“Baru kali ini hal tersebut dilakukan, yakni Presiden hadir saat pelantikan kepala daerah dan ini tidak ada di daerah lain. Aceh menjadi sesuatu dalam hatinya,” kata Irwandi dalam pidato usai mengucapkan sumpah jabatan sebagai Gubernur Aceh periode itu

Dalam memimpin Aceh, Irwandi dan Nova menjalankan program pembangunan bernama “Aceh Hebat”.

Ada sembilan program khusus yang menjadi penekanan bagi pemerintah daerah Aceh untuk menyejahterakan masyarakat.

Satu di antara program terobosan unggulan Irwandi Yusuf saat menjadi gubernur pada periode sebelumnyaadalah JKA

Melalui program ini, pemerintah memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Aceh.

Selama menjalankan pemerintahanan di Aceh sejak Juni tahun lalu hingga kini, Irwandi dikenal gencar menyuarakan upaya penghapusan fee proyek bagi pejabat pemerintahan dan pihak swasta yang mengerjakan proyek pemerintahan.

Jatuh hati pada pesawat Semua orang sudah tahu, Irwandi jatuh hati dengan pesawat. Dia punya pesawat pribadi dan bisa menerbangkannya.

Pada empat tahun lalu, dua tahun setelah gagal dalam Pilgub Aceh, dia sengaja belajar dan mengambil lisensi untuk menerbangkan pesawat di Bandung Pilot Academy.

Irwandi memiliki satu unit pesawat Shark Aero bermesin tunggal produksi Slovakia dan diberi nama

“Hana karu, hoka gata” atau yang berarti “tidak ribut, kamu di mana”.

Irwandi pernah menyebutkan, pesawat itu dibelinya dengan harga empat puluh ribu  euro atau setara enam ratus juta rupiah

Dia mengaku mendapatkan diskon besar karena membantu penjualan pesawat tersebut.

Irwandi juga pernah mengklaim bahwa hanya dia yang memiliki pesawat itu di Asia. Pesawat itu kerap digunakan Irwandi untuk perjalanan dinas ke daerah-daerah.

Salah satunya saat melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya-Yusuf Muhammad, serta Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib-Fauzi Yusuf, di lokasi terpisah,

Saat itu, Irwandi menerbangkan sendiri pesawat pribadinya itu dari Bandara Iskandar Muda Aceh Besar ke Bandara Malikussaleh Lhokseumawe.

Usai melantik pasangan Suaidi Yahya-Yusuf Muhammad, dia terbang lagi ke Aceh Utara untuk melantik Muhammad Thaib-Fauzi Yusuf.

Namun, pengalaman tak mengenakkan juga pernah dialaminya. Pesawat yang diterbangkannya mendarat darurat di kawasan Pantai Desa Lam Awe, Kecamatan Peukan Bada,

Kabupaten Aceh Besar, Aceh, pada Februari lalu

Pesawat itu terjungkal, kedua sayapnya patah. Namun Irwandi selamat dan tak mengalami luka. Saat itu, Irwandi tengah menerbangkan pesawat untuk melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kabupaten.

Kecintaannya pada pesawat lalu menurun pada putri sulungnya, Putroe Sambinoe Mutuwah. Putroe bahkan pernah mendapat penghargaan dalam terbang perdana tanpa pendamping dari aerodrome

Mantan Wali Kota Sabang periode lalu Munawar Liza Zainal mengaku bahwa sosok Irwandi Yusuf alias Tengku Agam ini adalah sosok yang memiliki wawasan luas yang melebihi umurnya.

“Dia selalu suka bertualang dan hal-hal yang baru, begitu juga dengan pemerintahan, banyak terobosan baru yang diluncurkan Pak Irwandi yang terkadang hal ini suka memberi pemahaman lain terhadap kawan-kawan lamanya yang menyebabkan kawan lama tak masuk dalam sistem di sekitarnya, namun dia tetap memberi pemahaman kepada orang lain bahwa dia bebas melakukan terobosan dalam mengelola pemerintahan,” ungkap Munawar

Karena kerap beraktivitas bersama di partai politik lokal dan Gerakan Aceh Merdeka, Munawar juga memahami komitmen Irwandi dalam menjalankan pemerintahan yang bersih demi rakyat.

“Tak ingin berspekulasi, saya menyerahkan hal ini sepenuhnya kepada penegak hukum dan berharap proses hukum berjalan dengan adil,” ujar Munawar Liza.

Sementara itu, Koordinator masyarakat Transparansi Aceh  Alfian mengatakan, semua mata di Aceh sekarang tertuju kepada KPK.

“Harus diakui OTT KPK ini adalah akumulasi tindakan korupsi yang terjadi selama ini di Aceh, dan MATA akan terus mengawal proses ini sehingga ada kepastian hukum yang dikeluarkan KPK,” tuturnya.

Komentar