Akhirnya Tessa-Shandy Memilih Cerai

Penulis: Darmansyah

Rabu, 20 Agustus 2014 | 15:03 WIB

Dibaca: 0 kali

Beda keyakinan, setelah sang suami kembali ke agama masa kecilnya, Islam, Tesa Kaunang membenarkan telah menggugat cerai Shandy Tumiwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sejak ia memasukkan permohonan 16 Agustus 2014 lalu.

Gugatan cerai suami sitri ini akan disidangkan Senin in 25 Agustus, pekan depan. “Sidang perdana Senin 25 Agustus 2014. Kalau enggak salah saya salah satu hakimnya,” ungkap Matheus Samiadji Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Surat pemanggilan pun telah dilayangkan ke dua belah pihak agak bisa menghadiri sidang perdana. Surat pemanggilan Tessa dan Sandy pun ditujukan kepada satu alamat yang sama.

“Pemanggilan kedua belah pihak, sah dan patut harus diterima dengan yang bersangkutan. Juru sita itu membawa relas seperti berita acara, apakah diterima oleh yang bersangkutan atau bagaimana, hakim itu arus tahu benar sudah dipanggil atau tidak. Saat ini pemanggilan sudah dilakukan,” tandasnya.

Tessa Kaunang telah mantap mengakhiri rumah tangganya dengan Sandy Tumiwa. Mulai dari keputusan Sandy menjadi mualaf, hingga isu KDRT disebut-sebut menjadi alasan Tessa mengakhiri rumah tangganya.
Namun, secara garis besar yang tertulis dalam gugatan tersebut karena perselisihan yang terus menerus.

“Alasan gugatan itu limitatif. Terjadi beda prinsip, pertengkaran, dan perselisihan terus menerus, sampai enggak bisa didamaikan. Karena sidang tertutup, jadi enggak etis. Baru bisa tahu pas pembacaan putusan bisa diketahui,” ungkap Matheus.

Saat ditemui di kawasan Kebon Baru, Tebet Jakarta Selatan, Selasa 19 Agustus kemarin, Tessa juga enggan membeberkan alasan ingin pisah Sandy.

Yang pasti, sejak Sandy memutuskan menjadi mualaf, komunikasi dan perselisiahan sering terjadi. Selain itu, isu KDRT juga terkuak ke permukaan, meski sempat dibantah oleh Tessa.

Keputusan Tesa menggugat cerai Shandy sudah ia kemukakan sebelum puasa kemarin, dan Sandy menerima keputusan Tessa yang akan mengakhiri rumah tangga.

Saya belum berani bicara dulu. Tapi ya sebentar lagi juga pasti tahu kapannya. Saya cuma enggak mau mendahului. Kalau sudah ada tanggalnya saya akan ngomong,” ungkap Tessa.

Keputusan Tessa untuk becerai sebelumnya sudah dipertimbangkan dengan sangat hati-hati. Awalnya Tessa tak ingin bercerai dari ketika Sandy memutuskan untuk menjadi mualaf. Namun lama kelamaan, Sandy berubah dan komunikasi pun sering kali tersumbat.

“Pokoknya semua sudah dipikirkan saya sudah masak-masak. Ya lihat tanggal mainnya. Pasti nanti kebuka sendiri,” tandasnya.

“Ya, dia setuju. Karena kita sudah berbicara, dan sudah sepakat. Dari sebelum puasa kemarin. Waktu itu kita bicara di tempat pengacara saya,” kata Tessa.

Dalam pembicaraan itu, mereka juga membahas hak asuh anak. Untuk sementara, karena anak-anak masih di bawah umur, Tessa berhak mengasuh mereka. Namun, dia tidak akan menghalangi sang suami jika ingin bertemu.

“Bahkan, dalam kesepakatan-kesepakatan yang kita bikin kita masih sama-sama untuk mengasuh,” tandasnya.

“Tesa soal agama benar-benar enggak masalah. Tapi, sikap Sandy yang menyebabkan Tessa mengakhiri rumah tangganya,” kata sebuah sumber..

Meski masih tinggal serumah, hubungan komunikasi antara Tessa dan Sandy memang telah berjarak pasca-keputusan Sandy menjadi mualaf. Tessa pun berharap, masih ada mukjizat agar rumah tangganya bisa diselamatkan.

Namun, kini biduk rumah tangga yang telah dibina delapan tahun itu harus berakhir di meja hijau. Dan, saat ini Tessa tengah menanti sidang perdana perceraiannya.

laporan “nuga” dari jakarta, gerry haryanto

Komentar