White Hart Lane Bunuh Kesombongan “Mancio”

Penulis: Darmansyah

Senin, 22 April 2013 | 11:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Stadion White Hart Lane, Minggu malam, memakan kesombongan Roberto “Mancio” Mancini, yang hingga “las minute” sebelum pertandingan masih tetap membanggakan, City lah tim terkuat sepanjang kompetisi Premier Leagua, dan mengabai keperkasaan MU.

Aroganitas “Mancio” atas “kehebatan” permainan “The Citizien” dibungkam oleh Tottenham Hotspurs 3-1 dan memupus mimpinya yang berharap Manchester United tergelincir di sisa laga dan klub Etihad it uterus melaju memetik angka penuh.

City betul-betul “knock down” dihantam tim asuhan Andree Vilas Boas yang mengandalkan ketajaman Gareth Bale . Bale yang selama sepuluh hari absen bermain karena cedera otot “hamstring”nya menukangi gol-gol indah yang mematikan harapan Shamir Nasri yang membuka kemenangan awal  untuk meraih angka penuh.

Kekalahan ini membuat peluang City mempertahankan gelar Premier League semakin terhapus akibat ketinggalan 13 poin dari Manchester United di sisa lima laga untuk kedua tim. Jika MU bisa memenangkan laga di Old Traffor Selasa dinihari WIB atas Aston Villa  selesailan perburuan juara Premier League.

Baik City maup[un Spurs tampil dengan mayoritas pemain terbaik. Tottenham kembali bisa menggunakan jasa Gareth Bale yang sudah pulih dari cedera. Sementara City memainkan Edin Dzeko sebagai tombak murni dengan bantuan Carlos Tevez.

Manajer Hotspur, Andre Villas-Boas, sebelum pertandingan mengatakan, timnya akan menunjukkan karakter dan ambisinya untuk mendapat satu tiket Europa  pada akhir musim Premier League.

“Saya harus memuji para pemain untuk semangat mereka. Menyenangkan melihat mereka membalikkan keadaan di babak kedua karena kami tak maksimal di babak pertama,” ujar Villas-Boas.

“Pada akhirnya semua tergantung pada karakter pemain. Tiga gol kami menujukkan hasrat dan ambisi pemain untuk membantu tim, dan pada akhirnya kami mampu membalas City,” tentang hasil 3-1 bagi kemenangan timnya.

Berkat kemenangan itu, Tottenham kini duduk di peringkat kelima dengan nilai 61. Mereka kalah satu angka dari Chelsea di tempat keempat dan dua angka dari Arsenal di tempat ketiga.

Tottenham berpeluang menggeser Arsenal dan Chelsea, mengingat mereka masih punya satu pertandingan tunda, yaitu melawan Chelsea, yang akan digelar di Stamford Bridge pada 8 Mei 2013.

“Kemenangan ini sangat penting. Kami tak bisa mengungkapkan betapa signifikan hasil ini sampai akhir musim. Persaingan ini sangat kompetitif dan mungkin akan ditentukan hingga saat terakhir. Sangat penting untuk menang hari ini. Arsenal akan bermain melawan Manchester United minggu depan, dan hasilnya akan sangat penting,” jelas Villas-Boas.

“Kami harus terus mendapat poin sebanyak mungkin dan melihat apakah pertandingan melawan Chelsea adalah penentuan bagi kami,” tambahnya.

Sementara itu, pemain City, Barry tak dapat menyembunyikan kekecewaan atas kekalahan timnya “Sangat menyakitkan saat kami berada di ruang ganti lalu melihat perbedaan poin antara kami dan United di klasemen. Kami tak menginginkan perasaan seperti ini musim depan. Kami mendapat pelajaran dan harus meningkatkan permainan kami,” kata Barry.

“Pengalaman kehilangan gelar juara sama pentingnya dengan pengalaman saat mendapatkan gelar tersebut. Tetapi, hal ini juga bisa menjadi langkah untuk memahami apa saja yang harus dilakukan untuk mempertahankan gelar,” kata Barry.

“Aku yakin kalau kami bisa memenangi gelar lagi, kami akan punya mentalitas berbeda dari saat ini. Cukup jelas bahwa kemenangan kami di liga musim lalu menyakitkan MU dan mereka mengejar gelar dengan tujuan membalas rasa sakit hati itu. Penampilan mereka di lapangan membuktikan semuanya dan penting bagi kami untuk memiliki sikap sama,” kata Barry.

Spurs memang tampil buruk  pada babak pertama,  tapi mereka bangkit seusai turun minum. Tak tanggung-tanggung, tiga gol berhasil dihasilkan pasukan arahan Andre Villas-Boas ke gawang Joe Hart.

Awal mula kebangkitan Tottenham terletak pada strategi pergantian pemain yang dilakukan Villas-Boas. Melihat Scott Parker dan Gylfi Sigurdsson tampil melempem, Villas-Boas memainkan Tom Huddlestone dan Lewis Holtby.

Kehadiran dua gelandang muda ini memberikan suntikan kekuatan baru bagi The Lilywhites. Hasilnya mulai terbukti pada menit ke-75 saat Tottenham berhasil menyamakan kedudukan melalui Clint Dempsey.

Berawal dari kerja sama Kyle Walker dan Gareth Bale, nama terakhir mengirimkan umpan silang kaki kiri yang disambut Dempsey dengan tenang. Hart tak mampu berbuat apa-apa melihat gawangnya kebobolan.

Lima menit berselang, publik White Hart Lane kembali bergemuruh. Pemain pengganti yang baru masuk pada menit ke-71 menggantikan Emmanuel Adebayor, Jermain Defoe, menggetarkan jala City untuk kedua kalinya. Sepakan keras Defoe menghunjam deras pojok kiri gawang Hart.

Petaka City belum berakhir. Pada menit ke-82, giliran Bale yang menjadi luka bagi klub arahan Roberto Mancini. Umpan terobosan cantik Huddlestone membuat Bale bebas berada di depan gawang City. Tanpa kesulitan, pemain asal Wales itu menipu Hart untuk membuat Tottenham menjauh menjadi 3-1. Skor tersebut berakhir hingga laga usai.

Komentar