Van Gaal Tetap Pelatih Keras Kepala

Penulis: Darmansyah

Senin, 11 April 2016 | 09:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Usai kalah tiga gol tanpa balas  di kandang Tottenham Hotspur, Manajer “gaek”  Manchester United,  Louis van Gaal, tak mau dipersalah dan “membuang” alasan bahwa  tampilan  timnya buruk.

Masih dalam nada yang sama van Gaal membela diri dengan menyataakan taktik yang instruksikan kepada pemain sudah benar.

“Saya kira dalam hal keseluruhan kami masih di depan,” ujar Van Gaal usai laga tandang ke markas Spurs seperti dikutip dari Euro Sport, Senin, 11 April 2016.

Para analis dan pemerhati sepak bola, usai pertandingan, langsung mengkritik pilihan Van Gaal menarik Marcus Rashford dan memasang Ashley Young sebagai penyerang sentral.

Pasalnya, sepanjang kariernya Young biasa bermain di sayap baik di lini serang maupun sebagai bek.

“Ini sedikit mengenaskan atas apa yang anda tanyakan [tentang taktik Van Gaal akan Young karena Spurs menang tiga gol tanpa balas.’

“ Mudah untuk bertanya, tetapi ok, anda menikmati diri anda sendiri,” jawab sang  pelatih itu ketus terhadap wartawan yang bertanya kepadanya.

“Tantangan lebih besar bagi saya di Manchester United tetapi  selalu menjadi lebih besar. Jadi maaf bagi Tottenham, tapi Manchester United tetaplah sebuah klub yang lebih besar.”

Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu pun masih yakin timnya bisa mengakhiri musim di peringkat empat guna merebut tiket terakhir ke Liga Champions.

“Kami masih memiliki delapan belas poin, jadi kami masih memiliki sebuah kesempatan, tetapi ini akan lebih sulit dibandingkan sebelum pertandingan melawan Spurs,” kata Van Gaal.

Ini adalah kekalahan keempat bagi Manchester United di Liga Inggris sejak awal tahun ini.

Bukan hanya itu, ini adalah laga ke delapan beruntun bagi Manchester United selalu gagal mencetak gol atau hanya mencetak gol tak lebih dari satu di Liga Inggris.

Dalam laga tersebut, penyerang muda ManUtd, Anthony Martial sebetulnya berpeluang emas mencetak gol ketika skor masih imbang.

Berawal dari akselerasinya di sayap kiri berhasil melewati tiga pemain dan menembus kotak penalti. Sayang, tendangannya masih bisa diblok kiper Hugo Lloris.

Menurut van Gaal, tiga gol cepat yang diciptakan Spurs terjadi akibat kesalahan komunikasi lini belakang. Barisan pertahanan The Reds gagal mengantisipasi para pemain Spurs yang muncul dari belakang.

“Sebelum pertandingan saya sudah mengingatkan bahwa Tottenham adalah tim yang hebat. Tapi, saat kedudukan kosong-kosong  kami tampil bagus dan memiliki sebuah peluang emas,” tutur Van Gaal dikutip dari Sky Sports.

Kebobolan tiga gol dalam enam menit tak lantas membuat Manajer Manchester United Louis van Gaal meradang.

Dalam laga tersebut, Van Gaal menurunkan taktik yang dinilai banyak analis sepak bola kontroversial.

Van Gaal mengatakan dirinya menginginkan lini serang Manchester mendobrak pertahanan Spurs lewat aksi individu dari belakang. Untuk itu, lanjutnya, dirinya membutuhkan pemain cepat.

Namun, ‘perjudiannya’ gagal. Bukan Manchester yang mendulang gol, sebaliknya Spurs mendulang tiga gol dalam tempo enam menit

Hasil di markas Spurs itu telah membuat Manchester tetap tertahan di peringkat ke lima. Manchester terancam bakal tergeser West Ham United yang tertinggal satu poin di bawahnya.

Sementara itu untuk memburu tiket ke zona Liga Champions, Manchester terpaut empat poin dari rival sekota, Manchester City.

Adapun bagi Spurs, kemenangan atas Setan Merah telah membuat asa untuk menutup musim dengan titel Juara Liga Inggris masih terbuka.

Tentunya itu dengan catatan, Leicester terpeleset di sisa lima laga terakhir. Spurs kini masih terpaut tujuh poin dari Leicester yang berada di puncak klasemen.

“Saya kira kemenangan ini benar bahwa kami mengirim sebuah pesan kami ada di sana, menunggu dan bertarung,” ujar Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino.

“Jika Leicester terpeleset, kami perlu untuk tetap [dalam situasi kemenangan] di sana, ini penting. Tujuh poin adalah rentang yang sulit untuk dikurangi, tetapi kami perlu untuk percaya.”

Dan, tutup juru taktik asal Argentina tersebut, performa skuatnya melawan Manchester lah yang membuat para pendukung Spurs yakin timnya masih percaya bisa menutup musim dengan gelar juara.

Kepercayaan diri Pochettino itu ditambah lima laga terakhir, adalah partai yang sulit bagi Leicester.

Sementara Spurs di lima laga tersisa akan bertamu ke Stoke City, menjamu West Bromwich Albion. Selanjutnya bertamu ke Chelsea, menjamu Southampton, dan terakhir di kandang Newcastle United.

 

Komentar