Van Gaal Beri Kegembiraan di Old Trafford

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 Februari 2016 | 08:28 WIB

Dibaca: 0 kali

Louis van Gaal mengingatkan publik Old Trafford bahwa ia masih layak berada di Manchester United usai menuntaskan pembalasan “dendamnya” terhadap Stoke City lewat tiga gol tanpa balas, dalam lanjutan laga Premier League, Rabu dinihari WIB, 03 Februari 2016.

“Saya merasa bahagia bahagia. Semuanya bisa bahagia,” ujar van Gaal kepada jaringan media “sky sports” usai pertandingan.

Hasil ini menjauhkan Van Gaal dari isu pemecatan. Dia sempat dilaporkan mengundurkan diri setelah kekalahan dari Southampton, 23 Januari 2016.

Setelah itu, United justru meraih dua kemenangan beruntun dan selalu mencetak tiga gol.

Ini sekaligus mementahkan kritik yang menyebut Van Gaal sebagai pelatih defensif.

“Ya saya adalah seorang pelatih yang bahagia. Saya senang ketika melihat proses gol yang dibangun dari belakang hingga penyelesaian akhir,” tutur Van Gaal.

“Tiga gol secara beruntun. Saya berharap ada motivasi tinggi untuk melanjutkan tren ini,” tutur dia.

United memang terlihat inferior apabila menilik jumlah peluang. Menurut catatan Premier League, mereka melakukan lima tembakan ke arah gawang dari lima belas percobaan.

Adapun Stoke melepaskan lima belas percobaan dan tak satu pun menemui sasaran.

“Pada babak kedua, kami mengontrol pertandingan dan tak memberikan kesempatan kepada Stoke City. Ini sulit dipercaya karena Stoke memberikan kesulitan kepada banyak tim,” ucap pria berkebangsaan Belanda ini.

Tak mudah bagi United mempertahankan tren positif ini. Berikutnya, mereka akan melawan Chelsea di Stamford Bridge, Minggu, 07 Februari 2016.

Bermain di kandang sendiri, Old Trafford, United tampil menyerang sejak awal.

Peluang pertama United lahir via Wayne Rooney ketika laga baru berjalan lima menit.

Sang kapten melepaskan tendangan dari luar kotak penalti setelah sukses mengelabui pemain belakang, tetapi bola masih bisa ditangkap kiper James Butland.

Selanjutnya, publik Old Trafford bergemuruh setelah Jesse Lingard mencetak gol pembuka untuk United.

Dalam posisi berdiri di mulut gawang, pemain muda itu menanduk bola hasil umpan silang Borthwick-Jackson.

Tak perlu lama. Selang sepuluh menit Setan Merah menggandakan keunggulan.

Striker yang diboyong dari AS Monaco, Anthony Martial, berhasil menaklukkan Butland lewat sebuah tembakan lambung yang bersarang di sisi kiri gawang tim tamu.

Gol Martial menjadi yang terakhir pada babak pertama. United turun minum dengan mengantongi keunggulan dua gol.

Van Gaal dari tempat duduknya di “bench” langsung memuji gol fantastis Anthony.

Striker asal Prancis itu mencetak gol lewat sebuah tendangan melengkuh yang indah. Ia juga memberi assist untuk gol ketiga tim, yang dicetak Wayne Rooney di babak kedua.

Van Gaal menyatakan dirinya selalu suka dengan gol-gol yang dicetak timnya, tapi ia juga memuji kemampuan individual Martial.

“Saya selalu suka gol-gol tim dan finishing Martial fantastis,” ujar van Gaal kepada MUTV.
Babak kedua, tujuh menit setelah “kick off” gol United bertambah.

Diawali operan Juan Mata ke dalam kotak penalti, Martial melepaskan umpan mendatar ke mulut gawang Stoke yang kemudian diselesaikan oleh sontekan Rooney.

United lebih banyak bertahan setelah memimpin tiga gol. Hingga wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir, tak ada gol tambahan yang tercipta.

Usai laga, kiper Manchester United David de Gea memuji penampilan timnya.

De Gea berharap timnya bisa menjaga level performa dari sekarang hingga akhir musim.

“Itu merupakan pertandingan yang sangat penting buat kami, tiga poin yang penting. Mereka tidak menciptakan banyak peluang.”

“Kami mencetak gol di awal laga dan itu adalah kunci,” ujar de Gea kepada BBC Sport.

“Kami perlu menjaga tempo ini dan berusaha untuk menempati posisi empat besar sesegera mungkin. Kami selalu berusaha memainkan sepakbola yang sama.”

“Kami yakin dengan diri sendiri dan kami perlu menjaga level ini serta menjamin kalau kami memainkan semua pertandingan seperti hari ini.”

Pada laga yang menggembirakan publik Old Trafford itu asisten Manajer Manchester United Ryan Giggs tak berada di bangku pelatih

Mantan winger seumur hidup MU itu yang biasanya selalu berada di samping sang manajer, Louis van Gaal, harus absen karena salah satu anggota keluarganya ada yang sakit.

Sebelumnya ketidakhadiran Giggs di Old Trafford sempat memperkuat spekulasi bahwa pria berusia 42 tahun itu akan meninggalkan Old Trafford.

Sebelumnya, seperti dilansir Manchester Evening News, kabar menemani keluarga itu untuk sementara membantah spekulasi bahwa Giggs disebutkan akan meninggalkan MU dan bergabung dengan Celtic sebagai manajer.

Mengutip dari Sports Joe berdasarkan cuitan akun twitter resmi salah satu situs judi besar, LadBrokes, kepergian Giggs itu akan terjadi dalam empat puluh delapan jam mendatang.

Komentar