Usai Referendum Tim Spanyol Retak

Penulis: Darmansyah

Rabu, 4 Oktober 2017 | 15:44 WIB

Dibaca: 0 kali

Timnas Spanyol berada di persimpangan jalan usai referendum yang mengesahkan kemerdekaan Katalunya sehingga Barcelona menjadi bagian dari tim nasional negara baru itu.

Kekhawatiran adanya keretakan antar anggota Timnas Spanyol mulai menjadi kenyataan.

Hubungan duet andalan di lini belakang, Gerard Pique dan Sergio Ramos, dikabarkan memburuk.

Itu setelah Ramos mengkritik komentar Pique di akun twitter resminya, yang mendukung kemerdekaan Catalunya.

Sebagai kapten, Ramos merasa apa yang dilakukan Pique bisa mengganggu kestabilan Timnas Spanyol.

“Tiap orang bebas mengatakan apa yang mereka pikirkan. Sebagai kapten, saya selalu memperhatikan atmosfer di dalam tim. Dan, Pique tahu apa yang dilakukannya,” kata Ramos dilansir Daily Mirror.

“Mungkin, ini bukan waktu yang tepat untuk mengucapkannya dan tak membantu banyak,” lanjut dia.

Sebenarnya, hubungan Ramos dan Pique memang sudah tak baik. Itu setelah keduanya kerap melakukan perang cuitan di twitter, membahas Real Madrid atau Barcelona.

Langkah pencegahan pun dilakukan dengan menggunakan kekuatan polisi. Bentrokan tak dapat dihindari, dan korban luka-luka bermunculan.

Isu referendum Catalan rupanya juga berimbas ke urusan sepakbola. Sky Sports memberikan prediksi susunan pemain tim nasional Spanyol, andai Catalan benar-benar merdeka.

Wajar saja, karena selama ini pemain Catalan juga menjadi tulang punggung Timnas Spanyol. Cesc Fabregas, Sergio Busquets, Gerard Pique, dan Jordi Alba ada di antaranya.

Meskipun bakal kehilangan sederet nama besar, Timnas Spanyol tetap bakal gahar. Karena masih banyak pemain yang memiliki kualitas mumpuni.

Di posisi bek kiri, ada Cesar Azpilicueta yang bisa menggantikan peran Alba. Sedangkan untuk pengganti Pique, nama pemain muda Real Madrid, Nacho dimunculkan.

Hilangnya Fabregas dan Busquets juga bisa diatasi. Karena Timnas Spanyol bisa memaksimalkan Saul Niguez dan Marco Asensio yang sedang dalam masa keemasa

Referendum terkait kemerdekaan Catalunya ternyata menimbulkan efek negatif terhadap situasi di ruang ganti Timnas Spanyol. Terancam ada perpecahan dalam skuat Timnas Spanyol.

Tanda-tanda tersebut sudah muncul saat bek Barcelona, Gerard Pique, menyatakan siap mundur dari skuat Timnas Spanyol.

Pique menegaskan jika para petinggi Federasi Sepakbola Spanyol dan pemain lain merasa terusik dengan kehadiran penggawa Catalan, dia siap mundur.

“Jika kehadiran saya dianggap jadi masalah atau membuat pemain Timnas merasa terganggu, saya siap mundur sebelum 2018,” kata Pique dilansir Marca.

Pique pun angkat bicara soal adanya referendum Catalunya. Aksi para penduduk dalam mendukung kemerdekaan Catalunya, merupakan tindakan ekspresif.

“Kami, warga Catalunya, bukanlah kriminal. Kami cuma ingin menyuarakan pendapat. Ketika menyuarakan pendapat, kalian bisa bilang ‘Ya’ atau “Tidak. Bahkan, bisa tak memilih,” ujar eks pemain Manchester United tersebut.

Referendum Catalunya memang sudah memanaskan situasi di daratan Iberia. Sebelum laga antara Barca kontra Las Palmas digelar, terjadi kerusuhan yang melibatkan aparat keamanan Spanyol dengan warga Catalunya.

Komentar