Tuduhan Korup, Neymar Terancam Penjara

Penulis: Darmansyah

Jumat, 2 November 2018 | 08:55 WIB

Dibaca: 2 kali

Neymar kini dalam ancaman penjara

Ya, Neymar kini sedang menghadapi masalah besar lewat tuduhan korupsi dalam proses transfer ke Barcelona pada lima tahun lalu.

Saat ini Neymar sedang menunggu persidangan di Spanyol bersama orang tuanya,

Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu, dan mantan CEO Barcelona Sandro Rosell akibat ketidakberesan kepindahan pemain itu dari Santos lima tahun lalu.

Dikutip dari RT, hakim yang memimpin penyelidikan kasus ini memperingatkan kepada mereka yang terlibat bisa mendapatkan hukuman kurungan penjara selama enam tahun jika terbukti bersalah.

“Hukuman yang diberlakukan, pada prinsipnya bisa antara empat dan enam tahun,” kata hakim Jose Maria Vazquez Honrubia dikutip AFP.

Banderol transfer Neymar dilaporkan mencapai lima puluh tujuh juta euru atau setara dengan  satu triliun

Hanya saja, sebanyak empat puluh juta euro juta menjadi milik Neymar dan keluarganya, sedangkan Santos mendapat bagian tujuh belas juta euro.

Hanya saja, setelah penyelidikan kasus ini dimulai, Sandro Rosell langsung mengundurkan diri dari jabatannya.

Sikap itu memunculkan kecurigaan bahwa Balugrana ternyata mengeluarkan enam koma dua juta euro untuk mendatangkan Neymar.

Hal itu juga yang membuat grup DIS dari Brasil melalukan protes. Karena mereka merasa mendapatkan bagian dari transfer Neymar sebesar  empat puluh persen.

DIS menuding telah ada kolusi antara Barcelona dan Santos terkait biaya transfer.

Pada tahun lalu Neymar dibebaskan dari dugaan penipuan terkait kasus transfer, tetapi pihak berwenang Spanyol mengatakan dia masih harus diadili atas tuduhan korupsi, meskipun belum jelas tanggal persidangan itu.

Beberapa pihak menilai kasus ini seharusnya digelar di pengadilan Brasil, bukan Spanyol. Neymar kini berstatus sebagai pemain PSG setelah pindah dari Barcelona pada musim

Sebelum kabar tentang korupsi ini, pecan lalu, Neymar sempat mendapat lemparan botol kala PSG bertanding melawan Merseilles

Mantan bintang Barcelona itu berrharap suporter Marseille yang melakukan pelemparan botol dan benda lainnya ke lapangan mendapatkan hukuman.

Neymar dan kawan-kawan berhasil menaklukkan tuan rumah Marseille dengan skor dua gol tanpa balas dalam lanjutan Liga Prancis, Minggu lalu

Kemenangan itu membuat PSG makin perkasa di puncak klasemen.

Di balik kemenangan itu, Neymar mendapatkan teror dari pendukung Marseille saat pertandingan berlangsung. Neymar jadi sasaran pelemparan benda-benda ke lapangan, mulai dari botol hingga koin.

“Sulit untuk mengambil sepak pojok. Saya rasa tindakan itu menunjukkan sikap tidak menghormati, bukan hanya kepada saya, melainkan juga kepada pemain Marseille.”

“Ini bukan tindakan yang tepat dan seharusnya tidak terjadi di sepak bola. Liga mesti mengambil tindakan. Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi karena bermain di sini kandang Marseille selalu menimbulkan bahaya,” kata Neymar seperti dikutip dari ESPN.

Ada sebuah botol kaca yang dilemparkan ke arah Neymar saat ia hendak mengambil sepak pojok. Neymar lalu mengambil botol itu dan menunjukkannya kepada wasit Benoit Bastien.

Dalam sebuah kesempatan yang lain, Neymar membantah dirinya sebagai “tukang” diving.

Neymar, mulai frutstrasi dan mengaku tak bisa hidup dengan label pemain yang sering melakukan diving di kotak penalti.

Reputasi Neymar sebagai salah satu pemain terbaik dunia tercoreng dengan aksi diving di Piala Dunia

Sederet meme untuk mengolok-olok Neymar pun berseliweran di dunia maya.

Klaim ‘tukang’ diving belum sepenuhnya lepas dari Neymar. Mantan pemain Barcelona tersebut tak terima dikartu kuning wasit saat timnas Brasil melawan El Savador

Neymar diganjar kartu kuning karena dianggap melakukan diving di kotak penalti. Ia tak terima dengan keputusan wasit dan ingin mengakhiri label tukang diving yang belakangan akrab didengar.

“Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk hidup dengan reputasi ini. Saya tidak seharusnya bertahan dengan situasi begini,” kata Neymar kepada Globo Esporte dan dilansir ESPN.

“Saya pikir ini harus diakhiri, tapi semuanya tidak hanya bergantung pada saya. Begitu banyak hingga saya tak bisa berkata apa-apa. Saya berangkat dengan gaya sepak bola saya. Ini bentuk kurangnya rasa hormat, tidak hanya untuk saya saja, tetapi juga rekan setim,” sambungnya.

Neymar melayangkan kritik terhadap kinerja wasit, Jair Marrufo di laga Brasil vs El Savador. Menurutnya sanksi kartu kuning tak layak diberikan.

“Bermain dengan kartu kuning itu sulit. Dia datang ke sini untuk memimpin pertandingan timnas Brasil yang merupakan tim besar dan dia melakukan ini. Saya rasa itu tidak tepat,” tambahnya.

“Jika tidak ingin memberikan penalti, tak masalah. Tapi tak perlu sampai memberikan kartu,” tutupnya.

Ada pula koin dan barang-barang lainnya yang dilempar ke arah Neymar hingga memaksa Neymar meminta perlindungan pihak pengamanan pertandingan.

“Bila botol yang dilemparkan mengenai saya di kepala, maka itu membahayakan. Saya tidak setuju dengan tindakan seperti ini.”

“Saya harap pihak berwenang bakal melakukan langkah yang diperlukan (untuk mengatasi situasi ini),” ujar Neymar berharap.

Komentar