Tragedi Neymar Menjadikan Brasil Menangis

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 5 Juli 2014 | 14:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Tragedi “terjangan” Zuniga terhadap striker Brasil Neymar da Silva, dalam laga perempat final Piala Dunia 2014, di Estadio Forteleza, Sabtu dinihari WIB, 05 Juli 2014, pada laga perempat final Piala dunia, yang membuat bintang “selecao” itu cedera parah, diratapi oleh dunia sebagai sebuah kemalangan.

Neymar dihantam dari arah belakang oleh Zuniga, bek Kolombia, saat Brasil dan Kolombia bertarung. Usai benturan tersebut, Neymar langsung terkapar di atas lapangan dan mengerang kesakitan. Saat ditandu keluar lapangan wajahnya masih meringis menahan sakit.

Usai laga, kubu Brasil memastikan kalau Neymar bakal absen sampai akhir turnamen. Tulang belakang bintang Barcelona itu disebutkan mengalami retak.

Absennya Neymar jelas jadi pukulan telak buat Brasil. Pemain klub Barcelona itu adalah mesin gol utama Brasil di Piala Dunia, dengan sejauh ini sudah bikin empat gol. Para penggawa Brasil pun meratapi cedera yang dialami rekannya.

“Dia sosok yang hebat. Saya bersedia mengganti gol saya dengan cederanya. Kami punya pemain berkualitas yang bisa menggisi posisi Neymar,” sahut David Luiz.

“Kini kami harus memberikan dukungan padanya dan keluarganya. Kami akan mendukungmu, Neymar. Yang terpenting adalah dia dalam kondisi baik, kondisi terbaik,” timpal Maicon.

Pernyataan senada dilontarkan kapten Thiago Silva. Neymar diakuinya merupakan andalan Brasil, sosok pemain yang bisa mengubah permainan. Fakta bahwa Neymar selama ini sangat diharapkan bisa memberi Brasil trofi Piala Dunia di rumah sendiri membuat cedera yang dialaminya ikut membuat warga Brasil tertunduk.

“Kami sangat berharap padanya, Neymar membuat perbedaan di grup ini. Kali ini dia bisa membuat perubahan buat kami. Dia sudah sangat menantikan momen ini, dan fakta bahwa dia bisa menyatukan tim ini, maka di pertandingan berikutnya kami harus memberikan hidup kami untuk meraih kemenangan,” terang Silva di Marca.

“Saya sedih karena dia bekerja sangat keras untuk kami, dia penting untuk kami. Tentu saja kami kini akan fokus untuk tim ini, yang memiliki banyak pemain berkualitas untuk menggantikan posisinya,” sambung Fred.

Demi sang bintang, tim ‘Samba’ diminta menuntaskan turnamen dengan menjadi juara.
Dalam pernyataannya usai pertandingan, Hulk menyebut kalau Brasil harus menuntaskan target menjadi juara dunia. Kemenangan itu nantinya akan jadi hadiah sempurna buat Neymar.

“Kami harus fokus dan berupaya mendedikasikan gelar untuknya,” sahut Hulk di Marca.

“Untuk Neymar, kami harus meraih kemenangan, untuk cedera yang dia alami saat ini. Dia sudah menunggu lama untuk turnamen ini,” timpalnya.

Lolos ke semifinal, Brasil dituntut langsung fokus karena lawan yang akan menghadapi mereka adalah kandidat kuat juara lainnya yakni Jerman. Perjuangan Brasil bakal makin sulit karena untuk laga tersebut Thiago Silva juga akan absen karena akumulasi kartu.

Sementara itu, Juan Camilo Zuniga yang membuat Neymar tak bisa lagi bermain di Piala Dunia 2014, mengaku dirinya sama sekali tak bermaksud mencederai Neymar.

Memasuki menit-menit akhir ketika Neymar dan Zuniga terlibat sebuah perebutan bola pemain Kolombia itu mendaratkan lutut kanannya di punggung Neymar.

Neymar langsung mengerang kesakitan dan terkapar di atas lapangan sambil memegangi punggungnya. Tak lama kemudian, dia mendapatkan pemeriksaan awal dari tim medis Brasil. Penyerang itu akhirnya tak bisa meneruskan laga dan ditandu keluar lapangan.

Neymar lantas dilarikan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tulang belakangnya mengalami keretakan. Dia pun divonis akan absen selama beberapa pekan dan tak mungkin main lagi di sisa Piala Dunia tahun ini.

Zuniga mengaku tak bermaksud membuat Neymar cedera. Yang dia lakukan saat itu adalah berusaha merebut bola karena timnya sedang tertinggal satu hinga dua dan tak banyak waktu yang tersisa.

“Kami ingin mencetak gol dan itu adalah pertandingan yang berat. Brasil memberi pengawalan ketat. Saya berharap tak ada yang serius. Mari berdoa kepada Tuhan,” ucap Zuniga yang dikutip Reuters.

“Di atas lapangan, saya membela negara saya, tapi saya tak mengira dia mengalami retak tulang belakang. Dia adalah talenta besar untuk Brasil dan dunia,” tambahnya.

“Itu adalah aksi yang normal. Saya mencoba untuk membayanginya. Saya tidak bermaksud untuk melukainya. Saya sedang membela negara saya,” kata Zuniga.

Komentar