Tangis Liverpool di Ataturk Stadium

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 Februari 2015 | 09:01 WIB

Dibaca: 0 kali

Empat tim elitis Premier League yang berlaga di “Euro Competitions,” Liga Champions dan Euro League, pekan ini, menyudahi pertandingan mereka masing-masing dengan hasil yang tidak memuaskan, seri dan kalah.

Setelah Chelsea bermain seri, satu banding satu gol, di babak “knock- out” leg pertama Liga Champions, melawan Paris Saint-Germain di Parc des Princes, disusul kekalahan Manchester City dari Barcelona di Etihad, Stadium dan Arsenal di Emirates atas AS Monaco, Jumat dinihari Liverpool juga tercampak dari Liga Europa melawan Beskitas.

Bertumbangannya tim Premier League ini juga dialami oleh Tottenhamp Hotspur sehari sebelumnya.

Dari semua hasil buruk itu, kekalahan Liverpool atas Besiktas di Liga Europa adalah yang paling menyakitkan setelah pertandingan disudahi lewat adu penalti.

“Kekalahan yang menyakitkan. Kami harus menangisi kekalahan ini dengan penyesalan yang dalam,” kata Brendan Rodgers

Cara kekalahan seperti ini, kata pelatih “The Reds,” Brendan Rodgers, sangat pedih dan menyakitkan..

Bermodal kemenangan satu gol di leg pertama babak tiga puluh dua besar pekan lalu, Liverpool sebenarnya memulai pertandingan dengan baik di kandang Besiktas, Ataturk Stadium, Jumat dinihari WIB, 27 Februari 2015.

Mereka mampu merepotkan Besiktas yang butuh kemenangan demi menjaga peluang lolos. Beberapa kans bikin gol didapat dari Daniel Sturridge dan Raheem Sterling tapi tak satupun yang masuk ke gawang Cenk Gonen.

Lalu di babak kedua Besiktas yang gantian mendominasi permainan dan memaksa Liverpool bertahan sangat dalam. Hasilnya didapat ketika Tolgay Arslan mencetak gol indah ke gawang Simon Mignolet lewat sepakan melengkung dari luar kotak penalti.

Gol tersebut kian menyengat semangat Besiktas untuk menambah gol lagi dan nyaris mendapatkannya di masa injury time babak kedua, andaikan tembakan Demba Ba tak membentur mistar gawang.

Skor satu gol tetap bertahan dan laga lanjut ke extra time tanpa menghasilkan gol tambahan. Alhasil laga dituntaskan dengan adu penalti yang dimenangi Besiktas menang dengan lima banding empat
Dejan Lovren yang jadi eksekutor kelima Liverpool menendang bola melebar dari gawang.

Liverpool pun masuk kotak yang membuat mereka harus mengubur impian untuk bisa melaju jauh di kompetisi dan jadi juara. Kalah dengan cara seperti demikian itu yang bikin Rodgers kian kecewa.

“Kami sangat kecewa jelas dengan cara kami tersingkir,” ujar Rodgers di BBC.

“Kami membuat banyak peluang di babak pertama untuk menyulitkan mereka. Saya sangat bangga dengan tim dan kami sangat menghargai atmosfer fantastis di stadion,” sambungnya.

“Tapi kami jelas kecewa setelah usaha keras yang kami lakukan selama pertandingan.”

Kekalahan ini mengingat fans Liverpool kejadian sepuluh tahun lalu kala “The Reds” pernah mengukir cerita indah di Ataturk Stadium saat menjuarai Liga Champions.

Namun di 2015 ini ceritanya berbeda karena ‘Si Merah’ harus pulang dengan kepala tertunduk setelah disingkirkan Besiktas.

Sepuluh tahun lalu di partai final Liga Champions di stadion kota Istanbul itu, Liverpool menghadapi AC Milan. Liverpool berhasil membalikkan keadaaan setelah tertinggal tiga gold an menyudahi laga normal dengan hasil imbang, tiga banding tiga gol, dan laga dilanjutkan ke extra time.

Pertandingan akhirnya harus dituntaskan dengan adu penalti untuk kemenangan Liverpool, usai tangan kanan Dudek menepis penalti Shevchenko.

Steven Gerrard pun jadi kapten lima The Anfield Gank yang mengangkat ‘Si Kuping Besar’ dan cerita indah dari Istanbul pun selalu dikenang sepanjang masa oleh fans Liverpool.

Perjalanan Liverpool di Eropa musim ini harus tuntas lebih cepat di tangan Besiktas.

Kekalahan ini menutup malam Eropa di sisa musim ini untuk Liverpool.

Maka dari itu, seusai kekalahan, Brendan Rodgers, mengubah target untuk tampil habis-habisan di liga demi posisi empat besar plus melaju lebih jauh di Piala FA.

Tak lagi tampil di Eropa, Liverpool diminta tidak larut lama-lama dalam kekecewaan mengingat mereka sudah ditunggu sejumlah target penting di kompetisi lokal.

Di Premier League, Liverpool masih memburu posisi empat besar setelah serangkaian hasil bagus belakangan ini. tujuh kemenangan dan tiga seri membuat Liverpool yang duduk di posisi keenam mengintai posisi keempat, Manchester United, dengan selisih empat angka.

Sementara di Piala FA mereka akan melawan Blackburn Rovers di babak perempatfinal pekan depan. Target untuk tampil di final pun kian dekat

Komentar