Tamat, Keberadaan Neymar di Piala Copa

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 20 Juni 2015 | 11:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Tragis. Kata itu paling layak disematkan untuk nasib Neymar da Silva di Copa Amerika.

“Keberadaannya di Piala Copa selesai. Tragis,” tulis surat kabar terbitan Sao Paolo, Brasil, “O’Globo,” Sabtu, 20 Juni 2015, tentang kartu merah yang menyebabkan Neymar dihukum tidak diperbolehkan main empat kali laga berikut.

“Brasil dipastikan tidak akan bisa memakai jasa Neymar lagi pada sisa Copa Amerika 2015. Pemain andalan Barcelona ini dijatuhi skorsing empat laga akibat kartu merah saat melawan Kolombia,” lanjut “Globo,” dengan nada meriang..

Neymar membuat ulah tidak terpuji saat Brasil kalah satu gol tanpa balas atas Kolombia. Bersamaan dengan wasit meniup peluit panjang, mantan pemain Santos ini menendang bola sangat keras hingga mengenai pemain Kolombia Pablo Armero.

Tak terima dengan ulah Neymar, Jeison Murillo menghardik Neymar. Neymar membalas dengan menanduk Murillo. Aksi Neymar menimbulkan kekisruhan. Carlos Bacca langsung mendorong Neymar.

Wasit akhirnya mengusir Neymar dan Bacca meski pertandingan sudah berakhir. Kartu merah tersebut akhirnya berbuah skorsing empat laga dan denda sepuluh ribu dolar.

Neymar pun akan absen di laga terakhir Brasil di Grup C melawan Venezuela. Neymar juga tidak bisa diturunkan Carlos Dunga seandainya Brasil lolos hingga partai final.

Bila tak terkena kartu merah pun Neymar tetap absen melawan Venezuela karena telah mengoleksi dua kartu kuning selama berlaga di Copa Amerika 2015.

Brasil sendiri masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas keputusan Federasi Sepak Bola Amerika Selatan ini hingga Sabtu pagi waktu setempat.

Absennya Neymar jelas merugikan Brasil. Mereka harus menang atas Venezuela bila ingin lolos ke perempat final. Philippe Coutinho dan Douglas Costa yang kemungkinan akan mengisi kekosongan akibat absennya Neymar.

Terhadap larangan bermain di empat laga berikutnya, Neymar buka suara soal kartu merah yang didapatkannya ketika melawan Chili. Bintang timnas Brasil itu mengakui jika dia sudah melakukan kesalahan, tapi masih enggan untuk minta maaf.

Neymar menyalahkan bek Kolombia yang dinilainya sudah memicu dia untuk bereaksi keras. Meski dia pun mengaku siap bertanggungjawab atas aksi yang dilakukannya.

“Saya punya masalah dengan salah satu bek mereka. Faktanya, dia memang bermasalah dengan saya. Saat pertandingan berakhir, saya dengar bunyi peluit, saya lalu tendang bola yang malah kena pemain kolombia,” jelasnya seperti dikutip Daily Mail.

“Lalu bek Kolombia ingin memancing ribut dengan saya dan saya lalu memolototinya. Saya lakukan kesalahan. Tapi , itu bagian dari pertandingan. Kami kalah dan kami memang bermain buruk. Saya tidak bermain bagus juga,” sambungnya.

Berkat kartu merah itu, Neymar terancam absen hingga laga perempat final. Soalnya, sesuai aturan di Copa Amerika, pemain yang sudah mengoleksi dua kartu kuning dan kena kartu merah, kartu kuning yang diterima tetap berlaku.

Seharusnya, Neymar hanya akumulasi kartu kuning saja dan absen di laga terakhir melawan Peru. Namun karena dia kena kartu merah, maka dia harus mendapatkan sanksi lain.

“Saya sadar dan bertanggungjawab dengan apa yang terjadi hari ini. Saya tidak lari. Sekarang semuanya tergantung kami agar bisa menang di laga berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, striker Kolombia Carlos Bacca mengatakan aksinya yang mendorong Neymar hanya sekadar sebagai peringatan. “Saya dorong dia sebagai peringatan agar dia tak lakukan aksi tidak sportif lagi,” terangnya.

Terhadap kartu merah yang dijatuhkan wasit untuk Neymar, legenda Timnas Brasil, Ronaldo marah kepada juniornya.

“Ia melakukan tindakan konyol ,” kata Ronaldo.

“Hal yang dikatakan atau dilakukan Neymar merupakan tindakan yang tidak dibenarkan. Dia akan melalui waktu yang sulit,” ucap Ronaldo, seperti diberitakan Goal.

Ronaldo menambahkan, bintang Barcelona itu seharunya menjaga sikapnya ketika mengenakan jersey Timnas Brasil, negara yang sudah menjuara Piala Dunia sebanyak lima kali.

“Dia bertindak sangat agresif dan tidak bisa menerima apa pun yang terjadi. Ketika mengenakan jersey Brasil, Anda tidak boleh melakukan hal itu,” katanya.

Philippe Coutinho mengakui Neymar adalah pilar utama tim, tapi yakin pemain-pemain lain siap menutupi absennya.

Absennya Neymar di laga penentuan kelolosan grup jelas menjadi isu tersendiri untuk Brasil. Tapi Coutinho yakin timnya bisa mengatasinya.

Neymar adalah seorang pemain hebat, pemain utama kami. Tapi semua orang siap dan fokus ke apa yang kami inginkan,” kata gelandang Liverpool itu dikutip soccerway.

“Kami kehilangan sosok utama kami, tapi tim ini tangguh. Kami fokus mengatasi kehilangan Neymar di laga berikutnya.”

“Saya tidak tahu apakah akan bermain. Tapi saya yakin semua orang dalam kondisi siap. Tergantung pada pelatih, saya siap dan akan melakukan yang terbaik untuk membantu tim pulang dengan kemenangan.”

“Kami punya pemain-pemain bagus di Selecao: kreatif, cepat, dan cerdas. Hal terpentingnya adalah tim. Siapapun yang bermain harus menuntaskan pekerjaan,” imbuhnya.

Persaingan di Grup C sendiri saat ini masih panas. Brasil, Peru, Venezuela, dan Kolombia sama-sama mengoleksi nilai tiga dari dua pertandingan.

Komentar