“Tak Ada Yang Dikalahkan di Barnebeu”

Penulis: Darmansyah

Kamis, 14 Februari 2013 | 09:34 WIB

Dibaca: 4 kali

* Laga Champions, Madrid 1-MU 1

“TAK  ada yang dikalahkan di Barnebeu,”  ujar Whisley Cole sangat emosional,  sambil mengangkat jari tengan dan telunjuknya untuk membentuk huruf  “V’ictory  sebagai lambang kemenangan,  di ujung acara “talk show”  pertandingan Real Madrid melawan Manchester United  di “Sky Sport,” Kamis dinihari WIB, yang berakhir dengan skor 1-1.

Skor, yang dikatakan Whisley sebagai penghormatan kepada kedua tim. Skor yang tidak membuat Mourinho melakukan “diving” di lapangan dan datang ke pertemuan dengan kata-kata menusuk. Hasil seri itu pula yang  makin meneguhkan keyakinan Ferguson tentang kuatnya eksistensi sepakbola Inggris.

Whisley, analisis sepakbola paling disegani di Inggris itu menyeringai  ketika menjawab pertanyaan, apakah Madrid mampu menjungkirkan “The Red Devils” di Old Trafford  pada pertandingan leg kedua 16 Besar Champions nantinya?

Dengan bergumam, menarik nafas,  dan mengarahkan pandangannya ke Andrew Hopkins, “host” Sky Sport, ia mengatakan,”mimpi buruk apa yang dialami Fergie untuk menyerah di Old Trafford. Anda harus tahu, Old Trafford adalah panggung drama yang mementaskan teater pembunuhan. Jangan pernah mimpi MU bisa dikalahkan dengan retorika.”

MU memang tidak bisa dikalahkan dengan retorika, walau pun Cristiano Ronaldo mampu menghunjamkan tandukan kepalanya ke gawang David Gea. Gol, yang dikatakan Alex Ferguson, mentor yang memolesnya di Old Trafford,  sebagai jawaban dari krisis kejiwaannya ketika berada dalam dua jepitan dua laga yang membuatnya terbelah.

“Ia telah jadi monster ketika tumbuh di Barnebeu. Ia menghadapi MU dengan hati yang terbelah. Tapi ia mampu mengatsinya,” kata Sir Alex memuji gol balasan dari Madrid. Sembari bergurau pelatih gaek, yang jarang membuat “joke” itu, dan menjadi monumental  di Old Trafford itu mengatakan, “MU mendapat dua gol dari  Danny Welbeck dan Ronaldo, tapi hasilnya seri,”  Laga itu berakhir 1-1. MU unggul lebih dulu berkat gol Danny Welbeck pada menit ke-20. gelandang Real Madrid, Ronaldo, menyamakan kedudukan pada menit ke-30.

Gol balasan Ronaldo ke gawang David Gea memang  spektakuler. Berdiri di tengah kotak penalti dalam kawalan Patrice Evra, Ronaldo melompat dan menyundul bola kiriman Angel Di Maria ke sudut kiri bawah gawang De Gea.

“Itu sundulan yang luar biasa. Anda tak bisa menggagalkannya, lompatan dan lentingan untuk menahan tubuhnya di udara,”  ujar Fergie.Saya mengatakan kepada Patrice Evra saat turun minum, ‘Kenapa kami tak menghadapinya?’ Kemudian, saya melihat tayangan ulang (gol itu) dan kemudian berpikir, ‘Apa yang saya bicarakan?’ Kami menjaga (Cristiano) dengan sangat baik.”

“Menurut saya, sulit baginya melawan mantan timnya, dan ada sedikit emosi menyertainya karena ia bermain untuk kami selama enam tahun. Namun, ia masih merupakan ancaman besar untuk mereka. Ketika ia menguasai bola, Anda berdoa lebih dari hal lainnya,” tuturnya.
Sepanjang laga, menurut catatan, Madrid menguasai bola sebanyak 55 persen dan melepaskan 14 tembakan akurat dari 28 usaha, sementara MU menciptakan sembilan peluang emas dari 13 percobaan.

“David De Gea melakukan tiga atau empat penyelamatan gemilang, tetapi kiper mereka (Diego Lopez) melakukan penyelamatan gemilang pada menit-menit akhir, dan tembakan Robin van Persie membentur mistar. Hal yang mengecewakan saya adalah, pada babak pertama, kami bertahan, dan mereka banyak bermain di sudut kotak penalti kami, dan itu itu seperti bukan kami,” ulas Ferguson.
“Kami mengubah permainan di babak kedua dan memainkan Danny Welbeck di atas Xabi Alonso. Hal itu mengubah banyak hal dalam menurunkan intensitas permainan. Itu juga menjadikan kami lebih baik di babak kedua. Kami tak mendapatkan penguasaan bola seperti yang kami inginkan, tetapi saya harus bahagia. Pada pemain telah bekerja keras dan kami pulang ke Old Trafford dengan peluang besar (untuk masuk perempat final),” tandasnya.

Hasil seri  kedua tim  disikapi Pelatih Jose Mourinho dengan optimisme tinggi. “Peluang kami cukup banyak untuk mencetak lebih dari satu gol. Kami mendominasi pertandingan. Kami mampu mencetak gol di Old Trafford,” papar Mourinho seusai laga perdana 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu.

“Saya pikir peluang kami (lolos) masih terbuka pada leg kedua. Semuanya akan ditentukan hingga menit terakhir,” sambungnya.

Los Blancos harus tertinggal lebih dulu, setelah sundulan Danny Welbeck menaklukkan Diego Lopez melalui umpan sepak pojok Wayne Rooney pada menit ke-20. Namun, dengan skenario yang nyaris sama, tandukan Cristiano Ronaldo menyamakan kedudukan sepuluh menit berselang, menyambut umpan Angel Di Maria dari sayap kiri.

“Kami mengawali pertandingan dengan baik, menyerang, (tendangan Fabio) Coentrao mengenai tiang gawang, tetapi mereka yang unggul lebih dulu,” sambung Mourinho. Namun, MU juga gagal menceploskan satu gol lagi, setelah eksekusi lemah Robin van Persie pada babak kedua masih dapat dihalau pemain Madrid.

Yang pasti, peluang emas Coentrao itu merupakan salah satu dari 14 peluang ke gawang yang didapat El Real. Total, Madrid memiliki 28 spekulasi. Tak pelak, Los Merengues pun harus mengarungi laga berat dua pekan lagi di kandang The Red Devils.

“Peluangnya 50-50. Skor 1-1 bukan hasil buruk, dan kami masih dapat mencetak lebih dari satu gol di sana. Kami tahu mengalahkan MU di Old Trafford bukam pekerjaan mudah. Saya pernah mengalami betapa susahnya mereka takluk di kandangnya,” janji The Special One.(Sumber BBC, AP dan AFP)

Komentar