Sisa “Mimpi” Cambridge Ada di Old Trafford

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 24 Januari 2015 | 11:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Klub kasta empat di Liga Inggris, Cambridge United, belum melepas “mimpi”nya untuk bisa mengalahkan Manchester United di Piala FA, setelah kedua tim bermain imbang, tanpa gol, di Costings Abbey
Stadium, Sabtu dinihari WIB, 24 Januari 2015, dan harus mengulang, atau “replay,” di Old Trafford.

Seperti ditulis dengan sangat satire oleh Martin Hingis, kolomnis sepakbola “Daily Mail,” Cambridge seperti berada di atas awan ketika mereka menyadari hasil tanpa gol di Abbey Stadium masih menyisakan “mimpi” menangnya di kandang MU.

“Ya, Cambridge masih menggenggam mimpi bisa mengalah MU di Old Trafford. Bisa saja. Ini Laga Piala FA. Laga ‘gila’ yang sering membunuh tim-tim raksasa. Saya tak akan membunuh mimpi Cambridge dengan kata mustahil,” tulis Hingis.

Keberhasilan mengimbangi Manchester United tanpa gol di kandang sendiri jadi capaian hebat buat Cambridge United. Untuk laga replay di Old Trafford, klub tersebut mau main lepas dan menikmatinya saja.

Meski dapat banyak tekanan dan ancaman, Cambridge United terhindar dari kekalahan saat menjamu Manchester United di babak keempat Piala FA. Skor akhir laga tersebut adalah tanpa gol.

“Itu hasil kerja keras bukan? Jelas saja saya sangat bangga,” cetus manajer Richard Money.

Sukses mengimbangi The Red Devils jadi capaian hebat buat Cambridge mengingat mereka kini berkutat di posisi 12 Divisi Empat. Jika dihitung dari posisi empat yang diduduki MU saat ini maka ada 76 anak tangga yang menjadi pemisah antara mereka berdua.

Terkait laga replay di Old Trafford, Cambridge tak mau berharap banyak. Menikmati pertandingan adalah satu-satunya hal yang akan mereka coba lakukan.

“Kami akan mencoba pergi ke Old Trafford untuk meredam mereka, menikmati malam itu. Karena sanjungan dan pujian yang akan diberikan orang-orang, para pemain layak mendapatkannya.”

“Saya pikir di babak pertama kami berhasil menghadirkan ancaman, kami berhasil menembus daerah berbahaya mereka, dua pemain kami yang dipasang melebar terlihat berbahaya, set-pieces kami bagus – kami hampir mencetak satu gol.”

“ Babak kedua berjalan seperti yang Anda lihat. Kami seperti diserang pasukan berkuda, bagaimanapun, pada akhirnya yang terpenting adalah sebarapa bagus Anda mengorganisir pertahanan,” tuntas dia di BBC.

Menghadapi Cambridge United yang bermain di Divisi Empat, Manchester United cuma bisa bermain imbang tanpa gol. Hasil yang didapat The Red Devils di atas lapangan sampai membuat Louis van Gaal marah dan frustrasi.

Bermain di Costings Abbey Stadium, MU tampil jauh dominan.

Namun dari angka-angka tersebut tidak satupun yang bisa dikonversi menjadi gol. ‘Setan Merah’ dipaksa bermain imbang dengan Cambridge United di babak keempat Piala FA.

Hasil mengecewakan tersebut memaksa David De Gea dkk harus menjalani laga replay di Old Trafford.

“Ya tentu saja ini membuat frustrasi. Kami membuat kesalahan yang sama seperti saat mebghadapi Yeovil Town dan saat berhadapan dengan QPR, kami melakukan gaya permainan yang sama di babak pertama. Maka saya harus marah lagi (di jeda babak),” ucap Louis van Gaal usai pertandingan.

Soal ketidakmampuan MU mencetak gol, Van Gaal menyebut ada beberapa hal yang mempengaruhi. Selain lapangan yang buruk, manajer asal Belanda itu juga menyebut wasit tidak bekerja dengan optimal.

“Saya marah lagi, tapi itu merupakan bagian dari pekerjaan. Saya ingin merasa sangat gembira di paruh babak. Saya hanya bisa memberi kredit pada pelatih, staff atas pekerjaan hebat yang mereka lakukan. “

“Tapi seperti yang sudah saya katakan, semua aspek pertandingan menentang kami – lapangannya, wasitnya dan semua hal yang terkait pertandingan ini semua menentang Anda. Juga dari fans tentunya, tapi itu hal yang baik saya pikir.”

“Kami datang ke sini dan kondisi lapangannya tidak bagus. Itu bisa mempengaruhi gaya bermain Anda. Tim lawan memberi perlawanan lebih dari biasanya dan bertahan selalu lebih mudah dibanding menyerang.”

“ Lalu Anda akan melihat wasitnya, itu sama saja. Di mana pun saya melatih, semuaya sama saja dengan wasit ini,” lanjut Van Gaal di Skysports.

Komentar