Rooney, “ The MU Hero’s” di Bay Arena

Penulis: Darmansyah

Kamis, 28 November 2013 | 08:46 WIB

Dibaca: 0 kali

“Wayne Rooney mengalahkan Bayer Leverkusen,” tulis “The Guardian,” surat kabar harian Manchester di laman webnya, “guardian.co,” Kamis, 28 November 2013, usai “Iblis Merah” membantai klub Bundesliga itu di laga tandang “matchday” ke lima fase grup Champians League di Bay Arena lewat lima gol tanpa balas.

“The Observer,” surat kabar terbitan Manchester lainnya, bahkan menempatkan Rooney sebagai “superstar” mengalahkan pamor Robin van Persie, yang absen bertanding bersama Nemanja Vidic karena dibalut cedera. “Wafa, the superior of Trafford,” tulis “Observer” dengan antusias.

Wayne Rooney memang tampil impresif di laga “penantian” itu. Laga “hidup mati,” untuk mempertaruhkan tiket ke babak “knock out” Champions League karena kedua tim hanya berselisih satu poin, dan pemenangnya bisa memastikan lolos dari babak grup.

Wayne Rooney, yang akrab disapa dengan Wafa itu, memang memenangkan Manchester Untied. Perannya sebagai “free striker” akibat tandemnya Persie absen melahap hampir semua sudut pertahanan Leverkusen.

Mengacak-acak, melakukan “solo run,” bermain “wall pass” bersama Nani dan Valencia. Bahkan permainan “one-two” dengan pergerakan “keeping” secara taktis dengan Kagawa membuat pertahanan Leverkusen kocar kacir.

Rooney memang sebuah pergerakan ekslusif Manchester dengan empat “assist” yang semuanya diselesaikan dengan baik oleh Nani, Smailing, Jonny Evans dan Antonio Valencia. “Ronney the superstar,” puji “Daily Mail” pada situsnya “mail online.”

Memang tak ada satu pun dari lima gol itu dicetak oleh Rooney. Tapi ia adalah bintang terang MU di Bay Arena. Bintang terang yang meloloskan “The Red Devils” ke babak 16 Besar Champions League..

“Assisr” pertama Ronney adalah umpan silangnya, yang kemudian diselesaikan oleh Antonio Valencia, lalu tendangan bebas yang berbuah gol bunuh diri Emir Spahic, tendangan yang diblok oleh Bernd Leno sebelum akhirnya diselesaikan oleh Jonny Evans, dan terakhir umpan kepada Chris Smalling.

Rooney sendiri dipasang sebagai penyerang tunggal oleh David Moyes, mengingat Robin van Persie tengah absen lantaran cedera pangkal paha. Kerjasamanya dengan Shinji Kagawa, yang dipasang sebagai “nomor 10”, dipuji Moyes.

“Kerjasama keduanya luar biasa. Wayne dan Shinji bermain sangat bagus,” ujar manajer asal Skotlandia itu dalam wawancara dengan situs resmi klub.

Rooney sudah bermain sebanyak sebelas kali kali di Premier League musim ini. Dari belasan kesempatan itu, dia sudah mencetak enam gol dan menyumbang lima assist. Rooney juga tercatat selalu menyumbang assist dalam lima dari enam laga terakhir United di semua kompetisi.

David Moyes, usai lagi mendekati Ronney di lorong stadion menunju kamar ganti, dan berbisik dengan suara sengau, khas orang asal Scot, “thank Wafa.” Ia menambahkan suka dengan agresivitas Wayne Rooney yang sangat impresif dan menjaga jarak dengan bermain kasar.

Laga dengan Leverkusen, secara keseluruhan, menyajikan penampilan Rooney memuaskan Moyes. Ia menyumbang empat assist. Moyes menilai Rooney saat ini tengah “lapar-laparnya” dan ingin terus tampil baik di atas lapangan.

“Ini adalah bagian penting dari permainannya. Dia adalah pemain yang agresif; bermain dengan hati dan juga dibekali dengan skill yang luar biasa,” ujar Moyes di Soccerway.

“Dia sudah seperti itu sejak masih kanak-kanak bermain di Everton bersama saya. Banyak orang menilai bahwa hal itu hilang dari permainannya musim lalu — saat ini agresivitas itu sudah kembali,” sambungnya

Musim ini diawali Rooney dengan tak mulus di mana masa depannya kerap dispekulasikan dan isu bahwa ia tak cocok dengan Moyes. Tapi fakta saat ini berbicara lain karena Rooney selalu jadi pilihan utama.

“Saya ingin Wayne selalu bersemangat. Saya merasa dia bermain lebih baik ketika dia bermain keras dan agresif. Saya tidak ingin mengubah Wayne Rooney dan itu sudah pasti. Saya tidak ingin dia menendang pemain lain, tapi saya ingin dia agresif, selalu merebut bola, dan selalu berlari.”

Kemenangan besar MU di Bay Arena, dengan lima gol, memang menjadi sinyal paling jelas untuk menandai kebangkitan klub Old Trafford itu usai ditinggalkan Sir Alex Ferguson. Bahkan kedatangan mereka ke Leverkusen hampir saja mendatangkan celaka setelah pesawat yang membawa pemain menunda pendaratan beberapa detik menjelang menyentuh daratan.

Sir Alex sendiri yang menyaksikan pertandingan dari tribune kehormatan sempat berdiri dan menunjuk ke arah Rooney sembari mengacung jempolnya untuk memuji pemain yang ia datang dari Everton itu. “Ia sangat spesial, tukas Fergie ketika turun dari panggung kepada “Sky Sports.”

Pesawat carteran Monarch Airlines Airbus 321 dengan 185 tempat duduk itu berputar-putar di udara sebelum turun dan mendarat dengan aman dalam percobaan yang kedua. Mereka terlambat 10 menit dari yang seharusnya di Bandara Konrad Adenauer, Cologne.

“Pesawat yang membawa tim serta staf itu sudah berada sekitar 400 meter dari tempat pendaratan di Cologne. Namun, pilot melihat ada pesawat lain di landasan sehingga ia menunda pendaratan dan naik kembali ke atas dengan gerakan tajam,” demikian laporan Manchester Evening News

Pemain bertahan Setan Merah, Rio Ferdinand, mengeluarkan kicauannya lewat Twitter: “Mendarat di Jerman …. baru saja …. Saya baru merasakan enak setelah pendaratan yang mengejutkan!”

Komentar