Real Madrid Hampir Berkubur di Mestalla

Penulis: Darmansyah

Senin, 23 Desember 2013 | 10:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Radio “Marca,” yang menyiarkan langsung jalannya pertandingan Real Madrid versus Valencia sempat meneriakkan kata “death” untuk klub Santiago Barnebeu itu ketika Pablo Piatti menyamakan kedudukan dan sebuah tendangan lainnya membentur gawang El Real.

Ya. “Los Blancos” hampir saja mampus di Mestalla Stadium ketika “Kelalawar” Valencia mengurung mereka dan aksi Cristiano Ronaldo dan Angel Di Maria terkunci setelah gagal melakukan intersepsi ke gawang Valencia.

Iya juga, Real Madrid harus bersusah payah untuk memetik kemenangan saat melawat ke kandang Valencia di Mestalla, Senin, 23 Desember 2013, dinihari WIB. Los Blancos akhirnya tidak jadi “mati” setelah mengunci kemenangan setelah Jesse membobol gawang Valencia dua menit menjelang bubaran.

Soal performa “El Real”, Ancelotti menilai Madrid mempunyai hasrat besar untuk menang hingga menit-menit akhir pertandingan. “Jika sebuah tim melakukan pergantian pelatih, maka di sana ada motivasi dan keinginan lebih,” kata Ancelotti di situs resmi Madrid.

“Laga berjalan sulit, tapi secara keseluruhan kami bekerja dengan baik. Kami perlu memainkan laga dengan kecepatan tinggi dan setelah gol pertama kecepatan kami sedikit menurun.”

“Itu adalah pertandingan bagus dan kami ingin memetik kemenangan hingga menit-menit terakhir. Kami sedikit kesulitan tapi hasil kemenangan ini sangatlah penting,” imbuhnya.

Untuk itu, ketika di kamar ganti, Carlo Ancelotti, meminta para pemainnya untuk lebih fokus menghadapi situasi bola mati. Dalam dua laga terakhir, Los Merengues kebobolan dari situasi bola mati.

Dan saat laga dengan Valencia, gawang Madrid ternyata juga bobol dari situasi sepak pojok. Gol kedua Valencia pada laga tersebut tercipta berkat sundulan Jeremy Mathieu yang memanfaatkan tendangan sudut rekannya.

“Itu benar. Kami kebobolan dua gol dari situasi bola mati. Itu terjadi dalam dua pertandingan terakhir. Namun, hanya dua gol dari situasi itu yang tercipta ke gawang kami dalam dua puluh enam pertandingan terakhir,” kata Ancelotti seusai pertandingan.

Dengan kemenangan melawan Valencia, Madrid duduk di posisi ketiga klasemen dengan nilai 41, atau kalah lima angka dari Barcelona dan Atletico Madrid yang berada di dua peringkat teratas Liga BBVA.

Pertandingan kedua tim berlangsung impresif Di awal laga, Di Maria melakukan pergerakan di sisi sayap kanan melewati barisan belakang pemain El Che, lalu melepaskan sepakan terukur yang masuk ke arah tiang jauh gawang yang dikawal oleh Vicente Guaita.

Keunggulan Madrid itu hanya bertahan lima enam menit. Valencia mampu membuat keadaan kembali seimbang setelah Pablo Piatti mencetak gol lewat sundulan kepala di menit 34.

Juan Bernat melakukan umpan silang yang matang dari sisi sayap kiri ke muka gawang yang dikawal oleh Diego Lopez, Piatti yang berdiri bebas dengan leluasa mampu menanduk bola masuk ke dalam gawang. Skor kembali imbang 1-1.

Lima menit menjelang turun minum, Madrid kembali unggul. Kali ini, gol Los Merengues tercipta atas nama Cristiano Ronaldo.

Lewat sebuah tendangan bebas dari sisi kanan pertahanan Valencia, Di Maria mampu mengirimkan satu umpan matang. Ronaldo sukses memanfaatkan umpan itu menjadi gol dengan sundulan kepalanya

Lima menit menjelang turun minum, Cristiano Ronaldo memulihkan keunggulan Madrid. Ia menaklukkan Vicente Guaita dengan sundulan dari tengah kotak penalti, memanfaatkan umpan Angel di Maria.

Pada menit ke-62, Valencia kembali mampu menyamakan kedudukan. Gol kali ini dicetak Jeremy Mathieu dengan sundulan dari tengah kotak penalti, memanfaatkan umpan Daniel Parejo.

Madrid akhirnya mengunci kemenangan 3-2 berkat gol Jese Rodriguez pada menit ke-82. Dari sudut sempit di tengah kotak penalti, Jese menembakkan bola kiriman Luka Modric ke sudut kiri bawah gawang dengan tendangan kaki kanan.

Menurut catatan Soccernet, sepanjang pertandingan Valencia menguasai bola sebanyak 31 persen dan melepaskan lima tembakan titis dari 12 usaha, sementara Madrid menciptakan lima peluang emas dari sebelas percobaan.

Komentar